bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

15 Bank Daerah Kurang Modal, Pemerintah Diminta Suntikkan Dana Abadi

admin by admin
24 Desember 2021
in info Bank
0
15 Bank Daerah Kurang Modal, Pemerintah Diminta Suntikkan Dana Abadi

Jakarta –

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Sultan B Najamudin meminta pemerintah melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau INA (Indonesia Investment Authority) turut menyuntikkan tambahan modal SWF (Sovereign Wealth Fund) kepada BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang membutuhkan.

Pasalnya berdasarkan laporan hingga September 2021, terdapat 15 BPD yang masih memiliki modal inti di bawah Rp 3 triliun. Krisis pandemi COVID-19 memberi dampak langsung terhadap kinerja keuangan perbankan hingga membuat banyak BPD mengalami kekurangan modal sesuai standar minimal peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun ke-15 BPD tersebut antara lain, Bank Riau Kepri, Bank BPD DIY, Bank Aceh Syariah, Bank NTT, Bank Kalsel, Bank Jambi, Bank Kalteng, Bank NTB Syariah, Bank SulutGo, Bank Sultra, Bank Maluku Malut, Bank Lampung, Bank Sulteng, Bank Bengkulu, dan Bank Banten.

“Kami mengamati banyak BPD yang mengalami kelesuan performa keuangannya akibat kelesuan modal inti Bank dan itu merupakan BPD di daerah yang secara ekonomi porsi PDB regionalnya relatif kecil,” ungkap Sultan dalam keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini menilai BPD memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kinerja ekonomi dan keuangan di suatu daerah. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk tidak saja memberikan suntikan modal kepada Bank BUMN atau Himbara sebab perhatian pemerintah juga harus ditujukan pada lembaga keuangan bank di daerah.

Lebih lanjut, ia menerangkan selama 2021 pemerintah telah menambahkan modal kepada dana abadi Indonesia bernama Indonesia Investment Authority (INA) senilai Rp 60 triliun.

Dengan demikian, lanjutnya, saat ini total modal yang dimiliki oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau INA telah mencapai Rp 75 triliun, sesuai dengan komitmen awal pemerintah setelah pada tahap awal masuk Rp 15 triliun.

Sultan menilai penambahan modal inti pada BPD akan memacu proses percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi, terutama dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Meski demikian, ia juga menyoroti kinerja manajemen BPD yang sering kali menjadi penyebab melambatnya pertumbuhan bank. Menurutnya, RUPS juga tentu bertanggung jawab dalam merekrut dan mengawasi direksi BPD.

“Pemerintah daerah, sebagai pemilik saham mayoritas BPD harus aktif mengontrol kualitas manajemen bank. Kehati-hatian harus menjadi prinsip utama dalam mengelola dana nasabah pada sektor investasi,” terangnya.

Mantan ketua HIPMI Bengkulu ini pun mendorong OJK dan lembaga penegakan hukum, baik KPK maupun kejaksaan untuk turut menjadi sistem kontrol yang selalu aktif memantau aktivitas keuangan lembaga keuangan, khususnya BPD.

(prf/hns)

Tags: Berita Terkait
Previous Post

Perjalanan Grup Texmaco: Ngaku Tak Terkait BLBI hingga Asetnya Disita Negara

Next Post

Sidoarjo Mulai Program Digitalisasi Pembayaran di Pasar

Next Post
Sidoarjo Mulai Program Digitalisasi Pembayaran di Pasar

Sidoarjo Mulai Program Digitalisasi Pembayaran di Pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kakorlantas Hadiri Pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026

Korlantas Polri Manfaatkan Teknologi dan Pendekatan Humanis dalam Operasi Ketupat 2026

14 April 2026
Heboh Uang Nasabah BCA Rp 135 Juta Lenyap, Polri Minta Korban Lapor

Heboh Uang Nasabah BCA Rp 135 Juta Lenyap, Polri Minta Korban Lapor

28 Maret 2022
Bank Genjot Pembayaran Pakai Non Tunai, Begini Caranya

Bank Genjot Pembayaran Pakai Non Tunai, Begini Caranya

1 Februari 2022
Erick Thohir Harap Proyek Kawasan BHC Jadi Ekosistem Berkelanjutan

Erick Thohir Harap Proyek Kawasan BHC Jadi Ekosistem Berkelanjutan

18 Maret 2023
Erick Thohir Buka Suara soal Dirut Waskita Tersangka Kasus Korupsi

Erick Thohir Buka Suara soal Dirut Waskita Tersangka Kasus Korupsi

29 April 2023
Bos BRI Buka-bukaan di DPR: NIM Turun ke 6%, Transaksi Digital Naik 30%

Bos BRI Buka-bukaan di DPR: NIM Turun ke 6%, Transaksi Digital Naik 30%

24 Januari 2023
Erick Thohir ke Emak-emak: Kalau Ngutang yang Produktif, Jangan Dibeliin HP

Erick Thohir ke Emak-emak: Kalau Ngutang yang Produktif, Jangan Dibeliin HP

26 Desember 2021

Kiat ‘Instan’ Desa Palaes Permak Pariwisata: Gaet Pemerintah Pusat-Bank

22 November 2023

Menabur Benih Bernama KTN

18 April 2022

Kakorlantas Tegaskan Keselamatan Berkendara Merupakan Investasi Jangka Panjang

28 Mei 2026

BUMN Cari Bibit Unggul dari Kampus, Begini Caranya

24 Oktober 2022

Agustus Full Senyum! Dapatkan Diskon dan Ekstra Main 1 Jam di Trans Snow World Makassar

6 Agustus 2023

Data Bank Indonesia Diduga Diretas Hacker, Bareskrim Bergerak

20 Januari 2022

Tiket MotoGP Mandalika Tembus Rp 15 Juta, Dapat Apa Saja?

6 Januari 2022

RI Ajukan Pinjaman ke China Rp 8 T Demi Tambal Bengkak Proyek Kereta Cepat

13 Februari 2023

Gonjang Ganjing Kementerian Keuangan

6 Maret 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile