bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juli 11, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Atomic Habit, Bentuk Kebiasaan Baik Nikmati Layanan Syariah dengan BSI

admin by admin
28 Desember 2022
in info Bank
0
Atomic Habit, Bentuk Kebiasaan Baik Nikmati Layanan Syariah dengan BSI

Jakarta –

‘Pamor Bank Syariah Kalah dengan Konvensional, Ini Biang Keroknya’ ialah judul sebuah artikel yang dimuat detikcom pada 6 April 2022. Isinya sudah jelas, bahkan setelah 31 tahun berdirinya bank syariah di Indonesia, bank syariah masih jauh tertinggal pangsanya dibandingkan bank konvensional.

Penetrasi bank syariah masih kecil. Dari segi aset, bank syariah hanya memiliki aset Rp 694 triliun, jauh dari aset perbankan nasional yang mencapai Rp 10.298 triliun pada 2021. Begitu juga dengan pangsa pasar yang baru 6,7%.

Hal ini membuat Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo dengan tegas mengatakan bahwa rendahnya penetrasi ini masih menjadi pekerjaan rumah bank syariah. Menurutnya, masih rendahnya penetrasi bank syariah disebabkan empat hal, yakni jaringan, literasi dan inklusi, teknologi informasi dan saluran digital, serta permodalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tulisan ini bukan pada kapasitas memaparkan empat determinan tersebut. Bukti nyata dukungan pemerintah tidak diragukan lagi. Sangat besar guna mendorong optimalisasi peran industri bank syariah di Tanah Air, mewujudkan bank syariah yang berdaya tahan, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial.

Pemerintah mendorong merger tiga bank syariah anak usaha BUMN menjadi BSI dengan harapan permodalan menjadi lebih kuat, ukuran lebih besar, dan jaringan lebih bersaing. Dari sisi bank syariah pun terus melakukan perubahan sebagai strategi untuk mampu bertahan dan memiliki bisnis yang berkelanjutan, terutama pada aspek teknologi dan digitalisasi. Geliat perubahannya sangat menjanjikan, namun mengapa penetrasinya terasa jalan di tempat?

Intensitas kebutuhan masyarakat terhadap jasa keuangan meningkat seiring dengan tumbuhnya kelas menengah di suatu negara. Termasuk di dalamnya adalah kebutuhan akan jasa bank syariah.

Dalam kasus di Indonesia, riset Center for Middle-Class Consumer Studies (CMCS) menjelaskan tumbuhnya kebutuhan terhadap jasa bank syariah tak lepas dari semakin meningkatnya kehidupan keislaman yang kemudian berpengaruh pada keputusan keuangan mereka. Kelas menengah muslim menghendaki kehidupan yang Islami, yaitu kehidupan yang senantiasa menaati dan menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya ber-perbankan. Namun mengapa penetrasi bank syariah sangat lambat?

Jawabannya karena belum terbiasa! Setelah selesai membaca buku James Clear ‘Atomic Habits’ yang awalnya saya beli karena buku ini berada di rak buku best seller (terjual lebih dari 100.000 eks di Indonesia), tiba-tiba terbersit dalam pikiran saya tentang bagaimana menerapkan ilmu atomic habits ini agar bisa menjadi salah satu problem solving kebuntuan penetrasi bank syariah.

Atomic habits adalah kebiasaan kecil yang merupakan bagian dari sistem yang lebih besar. Sama seperti atom ikut membangun molekul, atomic habits adalah unsur pembangun hasil-hasil yang menakjubkan.

Bagaimana kebiasaan kecil bisa memberikan hasil yang luar biasa? Kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Sama halnya dengan uang yang menjadi berlipat-lipat karena bunga majemuk, pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat sewaktu masyarakat mengulang-ulang kebiasaan itu.

Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun kemudian bisa dahsyat. Ketika kita menengok ke belakang, satu, lima, atau sepuluh tahun kemudian, nilai kebiasaan yang baik menjadi luar biasa nyata.

BSI telah memiliki jaringan luas, teknologi informasi dan kapasitas digital yang memadai, serta permodalan yang semakin kuat pasca merger. Meski didukung upaya pemerintah yang bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan untuk meningkatkan literasi masyarakat, hal ini belum cukup untuk meningkatkan angka penetrasi bank syariah jika tidak diikuti pembentukan kebiasaan baik (good habits) dalam menikmati layanan syariah.

1% lebih baik setiap hari, 1% peningkatan kebiasaan menikmati layanan syariah bersama BSI setiap hari. Finally, 1% kemajuan setiap hari akan menjadi kebiasaan kecil yang terakumulasi sejalan waktu.

Let’s Do It! Kebiasaan adalah perilaku yang telah diulang cukup sering sampai menjadi otomatis. Bagaimana masyarakat merancang kebiasaan baik untuk menikmati layanan syariah bersama BSI?

1. Menjadikannya terlihat (make it obvious)

Membuat proses atau kebiasaan menjadi lebih jelas. Menurut James Clear, jika hanya sekadar niat kebiasaan menikmati layanan syariah saja tanpa memutuskan waktu dan tempat, maka akan sulit untuk diwujudkan. Oleh karena itu, kita (masyarakat) perlu membuatnya terlihat.

Meletakkan kartu ATM BSI di sisi dompet yang paling terlihat serta menempatkan BSI Mobile app di layar depan handphone (home screen) akan membuat kita benar-benar memulai kebiasaan menjadikan BSI sebagai pilihan pertama saat membutuhkan layanan perbankan.

2. Menjadikannya menarik (make it attractive)

Semakin menarik sesuatu, maka akan semakin besar keinginan kita untuk mengadopsinya menjadi kebiasaan. Peran BSI untuk menciptakan konsep dopamine loop di sini sangat diperlukan.

Dopamin adalah hormon yang dilepaskan tubuh ketika seseorang merasakan keseruan dari sebuah kegiatan, yang membuatnya ingin melakukan kegiatan itu lagi. Inovasi digital BSI Mobile yang menambahkan menu waktu salat dan lokasi masjid terdekat saat ini telah memberikan efek dopamin yang membuat kita setiap saat dapat menikmati layanan syariah bahkan saat tidak memerlukan jasa perbankan.

3. Menjadikannya mudah (make it easy)

Membuat kebiasaan itu menjadi lebih mudah. Menu yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi keuangan bahkan ber-ZISWAF semakin memantapkan kebiasaan menikmati layanan syariah bersama BSI menjadi rutinitas.

4. Menjadikannya memuaskan (make it satisfying)

Menjadikan kebiasaan sebagai hal yang menyenangkan dan memuaskan. Memberikan reward kepada diri sendiri pada saat telah berhasil mengubah perilaku. Akan semakin memotivasi jika BSI pun memberikan reward (tidak harus finansial) pada saat nasabah melakukan layanan syariah Bersama BSI secara rutin.

Bismillah. Dengan kebiasaan baik menikmati layanan syariah bersama Bank Syariah Indonesia akan menjadi kunci peningkatan penetrasi bank syariah di Indonesia. Aamiin Ya Mujibassailin.

Dr. Hj. Fatmah, ST., MM., RSA.

(prf/ega)

Previous Post

Resiliensi Ekosistem Digital BSI di Tengah Gemuruh Isu Resesi

Next Post

BSI, Solusi Terkini Menikmati Layanan Syariah di Indonesia

Next Post
BSI, Solusi Terkini Menikmati Layanan Syariah di Indonesia

BSI, Solusi Terkini Menikmati Layanan Syariah di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Fakta Erick Thohir Ungkap Ada Mafia Bibit yang Bikin Petani Merana

3 Fakta Erick Thohir Ungkap Ada Mafia Bibit yang Bikin Petani Merana

24 April 2022
Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

5 Mei 2026
Warga Rusia Hindari Mobilisasi ke Ukraina: Saya Akan Patahkan Kaki-Tangan

Warga Rusia Hindari Mobilisasi ke Ukraina: Saya Akan Patahkan Kaki-Tangan

24 September 2022
Fungsi Lembaga Ekonomi, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

Fungsi Lembaga Ekonomi, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

7 Maret 2022
Transaksi UMKM di BRILIANPRENEUR 2021 Naik 161% Dibanding 2020

Transaksi UMKM di BRILIANPRENEUR 2021 Naik 161% Dibanding 2020

18 Desember 2021
Kiprah BRI Hidupkan Perekonomian di Daerah Terdepan Indonesia

Kiprah BRI Hidupkan Perekonomian di Daerah Terdepan Indonesia

9 Oktober 2022

Melihat Serunya Panen Cabai di Merauke

1 Desember 2023

5 Cara Transfer BRI ke BRI, Bisa Lewat HP atau ATM

16 Maret 2023

Agustus Full Senyum! Dapatkan Diskon dan Ekstra Main 1 Jam di Trans Snow World Makassar

6 Agustus 2023

HUT Ke-25, Bank Mandiri Hadirkan Promo hingga 3 Oktober 2023

5 Oktober 2023

Tergiur Budidaya Ikan Napoleon di Anambas, Tembus Rp 1 Juta Per Ekor

17 Agustus 2022

Bukan Beceng, Begal Rekening Rampok Para Korban Pakai Soceng!

18 Juni 2022

Intip Gaji Komisaris Direksi Bank BUMN-Swasta Top RI, Tembus Miliaran!

17 Mei 2022

Eskalasi Konflik Iran Israel dan Ancaman Global Penutupan Selat Hormuz

24 Juni 2025

Pemerintah Tarik Dana Rp 200 Triliun dari BI, Perkuat Likuiditas Perbankan

18 September 2025

Cara Transfer Antarbank dari ATM BCA

27 Februari 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile