bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Selasa, Mei 5, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Rupiah Melemah Mendekati RDG BI, Spekulasi The Fed Jadi Sorotan!

Christine Natalia by Christine Natalia
23 April 2024
in News
0
Rupiah Melemah Mendekati Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Sumber tvOneNews.

Rupiah Melemah Mendekati Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Sumber tvOneNews.

BankTerkini.com – Pada perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada 24-25 April 2024.

Di awal perdagangan Selasa pagi, rupiah mengalami penurunan sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.244 per dolar AS, dibandingkan dengan sebelumnya yang berada pada posisi Rp16.237 per dolar AS.

Menyikapi hal ini, ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri, menyatakan, “Pelaku pasar menunggu hasil RDG BI untuk memastikan arah kebijakan suku bunga ke depan.” Penurunan ini sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap keputusan BI.

Proyeksi Reny Eka Putri menunjukkan bahwa BI kemungkinan akan mempertahankan BI-Rate sebesar 6 persen dalam pengumuman hasil RDG BI pekan ini.

Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh aliran dana asing yang terus meninggalkan pasar domestik, yang menyebabkan rupiah masih bertahan di atas Rp16.000 per dolar AS. Total dana asing yang telah keluar dari pasar saham dan obligasi dalam negeri mencapai Rp31,3 triliun.

Faktor-faktor eksternal juga turut mempengaruhi pergerakan rupiah belakangan ini, khususnya terkait dengan spekulasi kebijakan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Spekulasi ini mengindikasikan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam beberapa waktu ke depan, dengan pasar memperkirakan penurunan suku bunga baru akan terjadi pada September 2024.

Dalam konteks perdagangan hari ini, Reny memproyeksikan bahwa rupiah akan bergerak dalam kisaran antara Rp16.194 per dolar AS hingga Rp16.268 per dolar AS.

Meskipun terjadi penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pelaku pasar diharapkan dapat menunggu dengan cermat hasil RDG BI untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan selanjutnya dan potensi dampaknya terhadap pasar keuangan domestik.

Terkait dengan kondisi ini, analis pasar mencatat bahwa ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter BI telah menciptakan ketegangan di pasar keuangan domestik. Para investor dan pelaku pasar finansial kini sedang menunggu dengan cermat hasil dari RDG BI yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kebijakan suku bunga BI memiliki dampak yang signifikan terhadap pergerakan mata uang lokal serta prospek investasi di pasar keuangan Indonesia.

Di sisi lain, spekulasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed, bank sentral AS, turut memengaruhi sentimen pasar global. Potensi peningkatan suku bunga oleh The Fed telah menjadi perhatian utama para pelaku pasar internasional. Hal ini mengakibatkan tingginya ketidakpastian dan volatilitas di pasar valuta asing, termasuk dalam pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dengan demikian, harapannya adalah bahwa hasil dari RDG BI nantinya dapat memberikan kejelasan dan kepastian bagi pasar keuangan domestik di tengah gejolak eksternal yang masih berlangsung.

Baca juga: Keputusan The Fed: Federal Reserve Pertahankan Rencana Pengurangan Obligasi

Sumber: Antaranews.

Tags: Bank IndonesiaBank MandiriNilai Tukar RupiahRapat Dewan GubernurRupiah MelemahThe Fed
Previous Post

Jangan Asal, Ini Strategi Jitu Memilih Rekening untuk Tabungan Bank!

Next Post

Surplus APBN Maret 2024 Capai Rp8,1 Triliun Soroti Keseimbangan Ekonomi Positif!

Next Post
Surplus APBN Capai Rp8,1 Triliun, Sri Mulyani Soroti Keseimbangan Ekonomi Positif! Sumber DDTC.

Surplus APBN Maret 2024 Capai Rp8,1 Triliun Soroti Keseimbangan Ekonomi Positif!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sektor UMKM Dongkrak Laba BRI Tumbuh 27,37% di Q1 2023

Sektor UMKM Dongkrak Laba BRI Tumbuh 27,37% di Q1 2023

29 April 2023
Kolaborasi Ciamik BRI-Telkomsel Hadirkan Paket Data ‘Spesial UntukMo’

Kolaborasi Ciamik BRI-Telkomsel Hadirkan Paket Data ‘Spesial UntukMo’

5 November 2023
Bos Bank BUMN Bicara Dampak Tahun Politik ke Ekonomi RI

Bos Bank BUMN Bicara Dampak Tahun Politik ke Ekonomi RI

29 Maret 2023
Bos BRI Ungkap Alasan Jadi Sponsor Utama Liga 1 Tiga Kali Berturut-turut

Bos BRI Ungkap Alasan Jadi Sponsor Utama Liga 1 Tiga Kali Berturut-turut

27 Juni 2023
BNI UMKM Festival Fasilitasi UMKM Tingkatkan Skill & Kapasitas Bisnis

BNI UMKM Festival Fasilitasi UMKM Tingkatkan Skill & Kapasitas Bisnis

9 Agustus 2023
Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Dipicu Tren Positif Emas Global

Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Dipicu Tren Positif Emas Global

23 Desember 2025
Investasi di SBN Ritel, Apa Bisa Untung?

Investasi di SBN Ritel, Apa Bisa Untung?

12 September 2022

Tim Putri Indonesia Juara BATC 2022, BNI Beri Tabungan ke Atlet-Ofisial

1 Maret 2022

Modus Penipuan Link Undangan Nikah Viral, BRI Wanti-wanti Hal Ini

8 Juli 2023

Makin Banyak Nasabah Pakai Mobile Banking, Begini Jurus Bank BUMN Tambah Layanan

20 Maret 2023

Syarat dan Cara Tukar Uang Rusak di BI, Simak di Sini!

15 September 2022

Potensi Desa Tritiro Kembangkan Wisata Halal Menjunjung Kearifan Lokal

13 November 2023

Begini Cara Ajukan Kartu Kredit Bank Mandiri Lewat Hp

5 Agustus 2022

BNI dan BRI Bakal Lepas Saham dari BSI, Dirut Buka-bukaan Penggantinya

22 Juni 2023

Kinerja Keuangan Cemerlang, Analis Kompak Rekomendasi Koleksi Saham BBRI

15 November 2023

Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Hingga Pertamax Turbo Per 12 September 2022

12 September 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile