bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Transformasi Himbara Dongkrak Kinerja Ekonomi

admin by admin
21 Februari 2022
in info Bank
0
Transformasi Himbara Dongkrak Kinerja Ekonomi

Jakarta –

Transformasi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilai mampu menjadi motor pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi. Peran proaktif bank-bank pelat merah pun diharap dapat tetap berlanjut tahun ini guna memulihkan sekaligus membantu ekspansi para pelaku bisnis.

Adapun Himbara berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2021. Kelompok bank milik pemerintah yang terdiri dari BRI, Mandiri, BNI dan BTN secara total mampu meraup laba sebesar Rp.72,05 triliun pada akhir Desember 2021. Pencapaian ini tercatat melesat 78,06% dari perolehan laba tahun 2020 sebesar Rp 40,34 triliun.

Apabila dirinci, secara total di sepanjang tahun 2021, BRI mampu mencetak laba sebesar Rp 30,76 triliun, Mandiri Rp 28,03 triliun, BNI Rp 10,89 triliun dan BTN mampu menyumbang laba senilai Rp 2,37 triliun. Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan kinerja Himbara tergolong sangat positif. Terlebih, Himbara memiliki tugas sebagai agent of development sehingga dituntut oleh banyak pihak untuk menjadi pionir dalam menggairahkan sektor riil.

Bank-bank milik pemerintah ini aktif mencari ceruk pertumbuhan berkualitas di masa pandemi agar penyaluran dapat tumbuh lebih positif pada tahun kedua pandemi. Hal ini pula yang akhirnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja kembali guna meningkatkan kembali kapasitas produksi industri, sekaligus memulihkan daya beli masyarakat.

“Caranya bank pemerintah wajib mengucurkan kredit ke sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Untuk itu, bank pemerintah suka tak suka harus menyalurkan kredit ke sektor manufaktur, pertanian, dan infrastruktur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Sebagai gambaran, BNI misalnya, bank yang diberi mandat sebagai bank Himbara yang go global. Paul berpendapat, sejatinya spesialisasi bisnis BNI di segmen perdagangan internasional (trade finance) sudah berjalan lama. Hal ini didukung dengan minimal enam kantor cabang luar negeri antara lain New York, Tokyo, London, Hong Kong, Singapura, dan Seoul.

“Apalagi jumlah kantor cabang luar negeri akan terus bertambah sebagai sayap bisnis internasional,” katanya.

Di pihak lain, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kinerja tantangan terbesar bagi Himbara ke depan adalah investasi yang tidak murah, khususnya bagi yang baru mempunyai anak usaha bank digital. Pasalnya, investasi diperlukan tidak hanya untuk pegembagan aplikasi, tapi juga user experience dan cyber security.

“Bank BUMN yang punya anak usaha bank digital di tahun-tahun awal biaya operasionalnya meningkat signifikan, modal yang dibutuhkan untuk investasi dari bank konvensional,” kata Bhima.

Dia mencontohkan seperti BNI yang baru saja mengakuisisi Bank Mayora yang akan dijadikan bank digital. Pada awal pembentukannya, perseroan harus menyiapkan investasi di bidang teknologi, SDM, serta sistem pelayanan. Investasi itu, kata Bhima, dipastikan sangat mahal dan akan menguras modal tahun awal.

Tantangan lainnya, tambah Bhima, adalah BNI belum memiliki ekosistem seperti halnya bank digital swasta yang memiliki ekosistem e-commerce atau ride hailing.

“Meski demikian, ke depan setelah model bisnis teruji dan dapat respons positif dari nasabah, akan meningkatkan profitabilitas BNI,” ujar Bhima.

Keberhasilan BNI mengembangkan bank digital, lanjut Bhima, juga dipastikan akan berdampak pada prospek saham BBNI. Apalagi jika bank digital milik BNI dapat melakukan customer acquisition secara cepat.

“Prospek saham BNI cukup positif. Saham BBNI dalam enam bulan terakhir melesat 45,6%, juga dipengaruhi oleh ekspektasi pengembangan anak usaha bank digital,” ujar Bhima.

Sementara itu, Menteri BUMN RI Erick Thohir mengapresiasi kinerja gemilang dari bank-bank milik negara tersebut. Pihaknya mengungkapkan pencapaian tersebut merupakan buah dari hasil transformasi dan efisiensi yang saat ini tengah dilakukan oleh Kementerian BUMN beserta seluruh perusahaan BUMN.

“Meski kita semua terus berjuang menghadapi disrupsi akibat pandemi, kinerja positif Himbara nyatanya tetap bisa ditingkatkan. Kinerja keuangan, operasional, dan tanggung jawab sosial yang dilakukan dapat meningkat dengan pesat. Hal ini tak lepas dari transformasi yang tengah dilakukan,” imbuh Erick.

Erick juga mengapresiasi transformasi di tubuh masing masing bank Himbara, yang kemudian saat ini menjadi keunggulan kompetitif dalam persaingan di industri keuangan nasional. Dia menuturkan masing-masing bank Himbara telah memiliki spesialisasi unik dan berbeda sehingga tidak ada tumpang tindih. Artinya masing-masing memiliki fokus bisnisnya masing-masing.

Seperti misalnya BRI yang semakin fokus pada segmen UMKM dan ultra mikro. Mandiri didedikasikan fokus menggarap segmen korporasi dan pengusaha nasional agar dapat terus bangkit. BNI memiliki tugas khusus menggarap bisnis internasional, dan BTN akan tetap pada bisnis utamanya di bidang perumahan untuk mengurangi angka backlog dan membantu masyarakat, termasuk milenial, agar lebih mudah mendapatkan hunian.

“Ke depan tentu kami harapkan peran Himbara akan bisa semakin dirasakan dan menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional melalui pemberdayaan dari berbagai segmen serta memberikan dampak positif bagi seluruh stakeholders dan utamanya kepada masyarakat Indonesia,” pungkas Erick.

Simak Video “BNI Undian Rejeki BNI Versi Tesla“
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

Previous Post

Polemik Tak Berujung Kebun Binatang Bandung

Next Post

Laba Bank BUMN Rp 72 Triliun, Erick Thohir Sebut Buah Transformasi

Next Post
Laba Bank BUMN Rp 72 Triliun, Erick Thohir Sebut Buah Transformasi

Laba Bank BUMN Rp 72 Triliun, Erick Thohir Sebut Buah Transformasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tren Deflasi Lima Bulan Beruntun

Tren Deflasi Lima Bulan Beruntun, Apakah Daya Beli Melemah?

3 Oktober 2024
Sokong Ekonomi Komunitas, BNI Raih TJSL BUMN Award 2022

Sokong Ekonomi Komunitas, BNI Raih TJSL BUMN Award 2022

3 Oktober 2022
Penerima BSU Tahap 2, Begini Alur dan Cara Cairkan Bantuan Rp 600 Ribu

Penerima BSU Tahap 2, Begini Alur dan Cara Cairkan Bantuan Rp 600 Ribu

23 September 2022
Dorong Ketahanan Pasar Keuangan, Bibit Ajak Masyarakat Investasi ORI022

Dorong Ketahanan Pasar Keuangan, Bibit Ajak Masyarakat Investasi ORI022

10 Oktober 2022
Showcasing di AIPF 2023, BNI Unjuk Prestasi Digital Transformasi

Showcasing di AIPF 2023, BNI Unjuk Prestasi Digital Transformasi

6 September 2023

Potret Desa Palaes, Sukses Kembangkan Wisata dalam 3 Tahun

20 November 2023
Serbu Bazar Murah di 35 Kota Ini, Pakai Allo Bank Dapat Diskon dan Cashback

Serbu Bazar Murah di 35 Kota Ini, Pakai Allo Bank Dapat Diskon dan Cashback

22 Juli 2022

Duit Nasabah Hilang Rp 5,8 M, PN Kudus Perintahkan Bank Segera Bayar Kerugian

13 September 2023

Tampang WN Estonia Tersangka Pembobol Bank BUMN Modus Skimming

27 Juni 2022

Kantor Satu Atap Senyum Manjakan Nasabah BRI, Pegadaian & PNM

2 Januari 2022

Etika Bisnis Mengguncang Dunia Korporasi: Mendalami Implikasi dan Tantangan

6 Februari 2024

Liburan ke Luar Negeri Makin Untung Pakai Kartu Kredit BRI World Access

14 Agustus 2023

Erick Thohir Besok Resmikan Kantor Bersama BUMN di Hong Kong

29 Juni 2023

Balas Jasa, Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa Turki

9 Februari 2023

Alhamdulillah, Sekarang Masyarakat Bisa Akses KPR Subsidi Syariah

24 Agustus 2022

Pasar Keuangan Indonesia Ditutup Bervariasi, IHSG Menguat dan Rupiah Tertekan

23 September 2025
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile