bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Mei 2, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Bergabung dengan BRICS, Apakah Indonesia Bisa Lepas dari Ketergantungan Dolar AS?

Christine Natalia by Christine Natalia
6 Maret 2025
in News, World
0
Peluang dan Tantangan Keanggotaan Indonesia di BRICS

Peluang dan Tantangan Keanggotaan Indonesia di BRICS

Bankterkini.com – Indonesia resmi bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025, menandai langkah strategis untuk memperluas pengaruh dalam ekonomi global dan mendiversifikasi mitra strategisnya.

BRICS, akronim dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, adalah kelompok negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat yang bertujuan meningkatkan peran negara berkembang dalam tatanan ekonomi dunia.

Salah satu langkah strategisnya adalah mendirikan New Development Bank (NDB) dan menggagas penggunaan mata uang alternatif selain dolar Amerika Serikat (AS). Indonesia, yang tengah mempertimbangkan keanggotaan dalam BRICS, menghadapi peluang sekaligus tantangan dalam mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Kepala CSID-PP ITS, Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng., menjelaskan bahwa Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bertujuan merancang strategi Indonesia dalam BRICS tanpa mengusik konflik geopolitik global. Menurutnya, ekonomi dunia saat ini masih berpusat di Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar Indonesia dapat memiliki kedudukan kuat dalam perekonomian global.

Dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS tersebut juga menekankan pentingnya menjaga netralitas Indonesia dalam BRICS. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan memprioritaskan proyek-proyek yang tidak menimbulkan konflik antarnegara saat memanfaatkan dana NDB. “Seperti halnya proyek mengenai isu perubahan iklim dan potensi energi baru dan terbarukan (EBT),” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Chief Technology Officer (CTO) Sharia Digital Technology Dubai, Agustino Wibisono, menyebutkan bahwa potensi EBT saat ini menjadi fokus utama dunia. Indonesia, yang memiliki sumber daya EBT melimpah, dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. “Kesempatan ini dapat membuka peluang lebih bagi Indonesia dalam memperkuat daya saing ekonomi,” paparnya.

Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah keanggotaan Indonesia dalam BRICS dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS? Secara teori, BRICS mendorong transaksi menggunakan mata uang lokal dan menciptakan sistem keuangan yang lebih mandiri dari Barat. NDB sendiri menawarkan pinjaman dalam berbagai mata uang, termasuk yuan Tiongkok, yang semakin banyak digunakan dalam perdagangan internasional.

Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Saat ini, lebih dari 80% perdagangan global masih menggunakan dolar AS, termasuk transaksi ekspor dan impor Indonesia. Selain itu, hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Barat, terutama dalam investasi dan perdagangan, masih sangat kuat. Transisi ke sistem keuangan baru membutuhkan waktu, kesiapan infrastruktur, serta kebijakan yang mendukung penggunaan mata uang selain dolar.

Prof. Hikmahanto Juwana, peneliti hukum internasional, turut menyoroti kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai instrumen kontrol dalam pengelolaan dana NDB di Indonesia. Menurutnya, Danantara dapat memastikan bahwa pemanfaatan dana NDB tetap sejalan dengan kepentingan nasional dan tidak menimbulkan ketergantungan baru terhadap mata uang lain. “Apabila berjalan sesuai rencana, instrumen ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyimpangan dana dan meningkatkan transparansi,” jelasnya.

Menutup sesi diskusi, Dr. Arman Hakim Nasution berharap hasil FGD ini dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan keanggotaan BRICS secara optimal. “Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat meningkatkan daya saing ekonomi, memperkuat posisinya di kancah internasional, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada dolar AS,” pungkasnya.

Oleh karena itu, strategi yang tepat diperlukan agar Indonesia dapat memiliki kedudukan kuat di perekonomian global saat ini.

Secara keseluruhan, keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang besar untuk memperkuat posisi geopolitik dan ekonomi di kancah internasional. Dengan memanfaatkan peluang dan mengelola tantangan yang ada, Indonesia dapat meningkatkan daya saing ekonomi dan memperkuat posisinya di panggung global.

Tags: BRICSEkonomi GlobalEnergi Baru Terbarukan (EBT)Investasi IndonesiaNew Development Bank (NDB)
Previous Post

Dampak Pemangkasan Anggaran Pemerintah, Industri Perhotelan Kehilangan Rp 24,8 Triliun

Next Post

Bank Mandiri Buka Layanan Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2025

Next Post
Bank Mandiri Buka Layanan Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2025

Bank Mandiri Buka Layanan Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 BUMN Tambah Modal Lewat Rights Issue, Erick Thohir: Jangan Dibilang Utang!

5 BUMN Tambah Modal Lewat Rights Issue, Erick Thohir: Jangan Dibilang Utang!

18 Agustus 2022
Wajib Tahu! Ini 5 Manfaat LinkUMKM bagi Pelaku Usaha Mikro

Wajib Tahu! Ini 5 Manfaat LinkUMKM bagi Pelaku Usaha Mikro

16 Juni 2022
Animo Tinggi, Program Aku Saudagar Muda BNI Terima 2.510 Pendaftar

Animo Tinggi, Program Aku Saudagar Muda BNI Terima 2.510 Pendaftar

28 Oktober 2021
Zaskia Sungkar soal Kasus Hafiz Fatur: Ini Ikhtiar, Seterusnya Kami Ikhlas

Zaskia Sungkar soal Kasus Hafiz Fatur: Ini Ikhtiar, Seterusnya Kami Ikhlas

7 Januari 2022
Amit-amit Saldo Hilang dari Rekening, Lakukan Tips Ini!

Amit-amit Saldo Hilang dari Rekening, Lakukan Tips Ini!

25 Maret 2022
Cara Transfer Antarbank dari ATM BCA

Cara Transfer Antarbank dari ATM BCA

27 Februari 2023
BRI Siapkan Kas Rp 1,2 Triliun untuk Kebutuhan Lebaran di Bali-Nusra

BRI Siapkan Kas Rp 1,2 Triliun untuk Kebutuhan Lebaran di Bali-Nusra

21 April 2023

OJK Ungkap Sektor Keuangan Indonesia Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

29 Juli 2024

BNI Raih Penghargaan Gold Sustainability Report di ASRRAT 2021

18 November 2021

2 WNA Bulgaria Gasak Dana Nasabah Rp 3,7 M di Sulut Ditangkap

23 Juli 2022

Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Lewat eform.bri.co.id/bpum

18 November 2021

BRI-Kemenkeu Kolaborasi Literasi Keuangan Lewat Penjualan ST010

29 Juni 2023

Kolaborasi Ciamik BRI-Telkomsel Hadirkan Paket Data ‘Spesial UntukMo’

5 November 2023

Dorong Ketahanan Pasar Keuangan, Bibit Ajak Masyarakat Investasi ORI022

10 Oktober 2022

Siasat Ecky Pura-pura Hilang hingga Terbongkar Mutilasi Angela

8 Januari 2023

BSI Mau Rights Issue, Kepemilikan BRI dan BNI Bakal Susut

15 Desember 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile