bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Jumat, Mei 8, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Gedung Putih Klarifikasi Tarif Impor China Capai 145%, Importir AS Hadapi Tantangan Baru

Christine Natalia by Christine Natalia
11 April 2025
in News
0
Gedung Putih Klarifikasi Tarif Impor China Capai 145%, Importir AS Hadapi Tantangan Baru

Gedung Putih Klarifikasi Tarif Impor China Capai 145%, Importir AS Hadapi Tantangan Baru

Bankterkini.com – Amerika Serikat kembali memanas dalam hubungan dagangnya dengan China. Gedung Putih secara resmi mengonfirmasi bahwa seluruh produk impor dari China kini dikenai tarif minimum sebesar 145%. Kebijakan ini menyusul pernyataan mantan Presiden Donald Trump yang sehari sebelumnya mengklaim telah menaikkan tarif menjadi 125% sebagai respons atas aksi balasan dari pihak Beijing.

Penjelasan terbaru dari Gedung Putih menyebutkan bahwa tarif 125% tersebut merupakan tambahan dari bea 20% yang sebelumnya sudah diberlakukan terhadap barang-barang China. Kebijakan ini dikaitkan dengan dugaan peran China dalam rantai pasokan fentanil yang masuk ke Amerika Serikat, sebuah isu yang terus menjadi perhatian utama di dalam negeri.

Dengan demikian, angka 145% bukanlah batas maksimum, melainkan batas bawah dari seluruh beban tarif yang dikenakan. Tambahan ini memperberat tarif-tarif yang sudah ada sebelumnya, termasuk bea masuk sebesar 25% atas produk baja, aluminium, mobil, serta suku cadang kendaraan. Selain itu, pada masa jabatan pertamanya, Trump juga telah menetapkan tarif serupa untuk berbagai barang asal China sebagai respons atas pelanggaran aturan perdagangan.

Langkah ini memicu ketidakpastian bagi para importir di Amerika Serikat. Banyak dari mereka bergantung pada produk China untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Bagi perusahaan yang mengimpor dalam jumlah besar, selisih tarif antara 125% dan 145% dapat berarti kenaikan biaya hingga ribuan dolar per kontainer.

Tak hanya perusahaan besar yang terdampak, pelaku usaha kecil juga menghadapi risiko besar akibat lonjakan biaya impor. Komponen-komponen seperti ponsel, mainan, komputer, serta berbagai barang elektronik yang sebagian besar diproduksi di China, menjadi semakin mahal untuk didatangkan ke pasar AS.

Meski demikian, pemerintahan Trump memberikan kelonggaran sementara. Barang-barang yang sudah dikirim sebelum kebijakan tarif impor China yang baru diumumkan akan dibebaskan dari pungutan tambahan ini. Produk-produk yang dikirim melalui udara diperkirakan akan terkena dampak dalam beberapa hari mendatang, sedangkan pengiriman laut akan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk tiba di wilayah AS dan dikenakan tarif terbaru.

Sebagai catatan, China merupakan mitra dagang utama kedua bagi Amerika Serikat. Ketegangan yang terus meningkat ini berpotensi memengaruhi struktur harga barang konsumen secara luas di pasar domestik. Para pelaku usaha kini tengah menimbang ulang strategi pasokan mereka untuk menghindari beban biaya yang makin berat.

Meski Gedung Putih menegaskan langkah ini sebagai bagian dari perlindungan terhadap industri dalam negeri, banyak pihak menilai bahwa kebijakan tarif impor China semacam ini bisa memicu eskalasi konflik dagang yang lebih luas dan berdampak panjang terhadap ekonomi global. Importir dan konsumen AS pun tengah bersiap menghadapi gelombang harga baru akibat kebijakan tersebut.

Tags: AS-ChinaDonald TrumpPerang DagangTarif Impor ChinaTarif Trump
Previous Post

Perang Dagang AS-China Memanas, Indonesia Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Next Post

Bank Mandiri Lelang 3.000 Rumah Sitaan, Tawarkan Harga Mulai Rp 100 Juta

Next Post
Bank Mandiri Lelang 3.000 Rumah Sitaan, Tawarkan Harga Mulai Rp 100 Juta

Bank Mandiri Lelang 3.000 Rumah Sitaan, Tawarkan Harga Mulai Rp 100 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WN Latvia Pelaku Skimming Rp 1,2 M Dikendalikan ‘Bos’ Via Telegram

WN Latvia Pelaku Skimming Rp 1,2 M Dikendalikan ‘Bos’ Via Telegram

20 Mei 2022
BSI, Solusi Terkini Menikmati Layanan Syariah di Indonesia

BSI, Solusi Terkini Menikmati Layanan Syariah di Indonesia

28 Desember 2022
Bamsoet Dukung Rencana Pemerintah Kasih Bunga Pinjaman 0% untuk UMKM

Bamsoet Dukung Rencana Pemerintah Kasih Bunga Pinjaman 0% untuk UMKM

23 Februari 2023
Geger Dugaan Waskita-WIKA Poles Laporan Keuangan Diungkap Wamen BUMN

Geger Dugaan Waskita-WIKA Poles Laporan Keuangan Diungkap Wamen BUMN

7 Juni 2023
Sukseskan G20 Summit 2022, Menkominfo Satukan Komunikasi Publik

Sukseskan G20 Summit 2022, Menkominfo Satukan Komunikasi Publik

24 November 2021
Soal Evaluasi Ongkos Pesawat Haji, Erick: Jangan Sampai Garuda Sakit Lagi

Soal Evaluasi Ongkos Pesawat Haji, Erick: Jangan Sampai Garuda Sakit Lagi

13 Februari 2023
Petinggi ACT Sempat Digaji Rp 250 Juta, Setara dengan Deretan Bos BUMN Ini

Petinggi ACT Sempat Digaji Rp 250 Juta, Setara dengan Deretan Bos BUMN Ini

5 Juli 2022

Anggota DPR Sebut Keuntungan dari Bunga Kegedean, Bank BUMN Bilang Begini

28 Maret 2023

Penerimaan Pajak Anjlok Hingga April 2025, DPR Soroti Transparansi Data

8 Mei 2025

Malang Melintang di BUMN, Pahala Mansury Mau Dilantik Jadi Wamenlu

17 Juli 2023

Kilas Balik Kemeriahan Pesta Rakyat Simpedes 2023 di Ponorogo

13 September 2023

Awas Kena Tipu Lagi! Pengumuman dari BRI soal Biaya Admin Rp 150.000 Hoaks

20 Juni 2022

Borong Penghargaan Bergengsi di Tingkat Asia

29 Juni 2023

BRI Beberkan 3 Jurus untuk Memaksimalkan Potensi UMKM

25 Maret 2023

Rencana Pemprov Sulsel Suntik Modal Rp 52 M ke 4 BUMD Dikaji DPRD

9 Juni 2022

Banyuwangi Lengkapi Pasar dengan Bank Sampah Tangani Sampah

11 Oktober 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile