bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Luhut Blak-blakan Soal Jebakan Utang China di Balik Proyek Kereta Cepat

admin by admin
25 Mei 2022
in info Bank
0
Luhut Blak-blakan Soal Jebakan Utang China di Balik Proyek Kereta Cepat

Jakarta –

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal ancaman jebakan utang alias hidden debt di proyek infrastruktur China, salah satunya pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dia menjamin tidak ada yang namanya utang tersembunyi.

Masalah hidden debt sendiri awalnya muncul dari laporan lembaga riset AidData berjudul ‘Banking on the Belt and Road: Insight from a new global dataset of 13,427 Chinese Development Projects’. Pinjaman yang disalurkan China itu bertujuan untuk pembangunan jalur sutera melalui Belt and Road Intiative (BRI) yang selama ini dilakukan di banyak negara. Salah satunya untuk Indonesia.

Nah, di Indonesia dana tersebut digunakan salah satunya untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Luhut menjelaskan semua pinjaman yang dilakukan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah untuk kebutuhan produktif. Utang pun dilakukan secara business to business alias antar perusahaan bukan antar pemerintah.

“Itu adalah utang produktif. Ada yang bilang hidden debt. Itu yang bilang hidden debt saya text, kau datang kemari tunjukin hidden debt-nya di mana. Wong saya yang nangani kok. Hidden debt kalau dibilang G to G, ini tidak ada. Itu B to B,” ungkap Luhut dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang disiarkan virtual melalui YouTube, Rabu (25/5/2022).

Luhut menjelaskan memang ada pembengkakan biaya, namun hal itu bukan masalah lagi. Semua sudah diselesaikan. Di sisi lain, proyek ini pun sudah berjalan kembali dan bakal bisa dicoba di bulan November 2022.

“Bahwa ada overrun cost, ya it happens, tapi nggak perlu cari salah siapa tapi sudah selesai. Tertunda berapa bulan pembangunnya kereta api cepat Jakarta Bandung, itu akan dimulai dan make test bulan November tahun ini,” jelas Luhut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Kartika Wirjoatmodjo juga sudah buka suara mengenai jebakan utang ini.

Dia mengungkapkan jika pembangunan kereta cepat ini bukanlah utang negara, melainkan korporasi langsung yaitu ke PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIS). Skema utang menggunakan business to business.

“Utang negara dan B to B itu dua kamar berbeda. Untuk utang korporasi dan non bank pasti akan masuk PKLN, tidak mungkin disembunyikan karena memang beda, dan bukan utang negara,” kata Tiko kepada detikcom, Sabtu (16/10/2021).

Tiko menjelaskan untuk utang negara atau pemerintah itu bisa berbentuk penerbitan surat utang atau bonds sampai bilateral. Sangat berbeda dengan utang korporasi atau perusahaan yang menggunakan skema B to B.

“Datanya mesti diklarifikasi (Laporan AidData), mungkin mereka dapat data dari lalu lintas devisa. Karena Indonesia itu nggak ada bilateral dengan China sama sekali. Untuk China Development Bank (CDB) dan KCIC itu komersial murni, jadi tidak tersembunyi,” jelas Tiko.

(hal/das)

Previous Post

Kata Polisi Soal Kasus Uang Baru Rp 3,7 M yang Tak Kunjung Tuntas

Next Post

Mau BLT Gaji Rp 1 Juta? Pastikan Penuhi 6 Syarat Ini

Next Post
Mau BLT Gaji Rp 1 Juta? Pastikan Penuhi 6 Syarat Ini

Mau BLT Gaji Rp 1 Juta? Pastikan Penuhi 6 Syarat Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BSI Mobile, Layanan Bank Syariah Terlengkap dalam Satu Genggaman

20 Desember 2022
Trenggono Yakin 5 Komoditas Laut RI Bisa Jadi Unggulan di Level Dunia

Trenggono Yakin 5 Komoditas Laut RI Bisa Jadi Unggulan di Level Dunia

6 Maret 2023
Ada Sponsor dari Indonesia di Mobil Balap Valentino Rossi

Ada Sponsor dari Indonesia di Mobil Balap Valentino Rossi

11 Januari 2023
Bamsoet Kenalkan BOSTIXX, Penyedia Tiket Kejuaraan Balap WSBK-MotoGP

Bamsoet Kenalkan BOSTIXX, Penyedia Tiket Kejuaraan Balap WSBK-MotoGP

14 September 2022
BRI Imbau Nasabah Waspadai Modus Penipuan Social Engineering

BRI Imbau Nasabah Waspadai Modus Penipuan Social Engineering

15 Mei 2023
RI-China Akhirnya Sepakat Soal Bengkak Kereta Cepat, Segini Nominalnya!

RI-China Akhirnya Sepakat Soal Bengkak Kereta Cepat, Segini Nominalnya!

14 Februari 2023
Bank BUMN Wajib Kembangkan Sistem Digital untuk Sektor Perumahan

Bank BUMN Wajib Kembangkan Sistem Digital untuk Sektor Perumahan

22 Oktober 2022

Apa Langkah yang Perlu Diambil Indonesia untuk Redam Dampak Resesi?

27 Juli 2022

Profil Iman Lubis, Mantan Pegawai BUMN yang Tempel QRIS Palsu di Masjid

16 April 2023

Holding Ultra Mikro Hadirkan Banyak Manfaat untuk Pelaku Usaha

3 Maret 2023

Jokowi Ubah Struktur Kepemilikan Saham Negara di BRI dan Mandiri

27 Juni 2023

Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Kuat di Kuartal III dan IV 2025

10 Oktober 2025

BRI Ramu Ekonomi Petani Lokal Naik Kelas dan Berkelanjutan

22 Juni 2023

BNIDirect Catatkan Volume Transaksi Rp 2.587 T pada Semester I-2022

15 Agustus 2022

Tangkap DHE di Dalam Negeri, BNI Siapkan Sistem & Program Optimalisasi

19 Juli 2023

Berapa Gaji KPPS, PPK, dan PPS di Pilkada 2024? Simak Rinciannya!

17 September 2024
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile