bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Kamis, April 30, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Purbaya Nilai Rupiah Berpeluang Menguat hingga Rp15 Ribu per Dolar AS

Christine Natalia by Christine Natalia
4 Februari 2026
in News
0
Purbaya Nilai Rupiah Berpeluang Menguat hingga Rp15 Ribu per Dolar AS

Purbaya Nilai Rupiah Berpeluang Menguat hingga Rp15 Ribu per Dolar AS

Bankterkini.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Menurut Purbaya, dengan pengelolaan yang tepat oleh otoritas moneter, rupiah memiliki ruang untuk menguat hingga mendekati level Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat.

Pandangan tersebut disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang digelar di Jakarta. Ia menilai penguatan rupiah ke level tersebut bukan hal yang sulit dicapai, terutama jika melihat kondisi mata uang regional yang saat ini cenderung menguat terhadap dolar AS.

Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terjadi di tengah situasi yang berbeda di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah mata uang regional, seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, hingga dong Vietnam, justru menunjukkan tren penguatan. Kondisi ini membuat pergerakan rupiah tampak menyimpang dibandingkan negara-negara di sekitarnya.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, fenomena tersebut menjadikan rupiah sebagai pengecualian di kawasan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar sepenuhnya berada dalam kewenangan Bank Indonesia. Pemerintah, kata dia, tidak berada pada posisi untuk mengambil alih peran bank sentral dalam menentukan kebijakan moneter.

Namun, Purbaya menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait tetap berjalan. Koordinasi tersebut dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebagai langkah antisipasi apabila tekanan nilai tukar berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Ia mencontohkan ketika rupiah sempat bergerak mendekati level Rp17 ribu per dolar AS. Pada saat itu, KSSK langsung menggelar rapat koordinasi untuk memastikan nilai tukar tidak menembus batas psikologis yang dinilai sensitif bagi masyarakat.

Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa secara fundamental, pelemahan rupiah hingga level tersebut belum tentu memicu krisis ekonomi. Namun, ia mengingatkan bahwa faktor psikologis masyarakat perlu menjadi perhatian. Pengalaman krisis ekonomi 1997–1998 masih membekas, sehingga pelemahan rupiah yang terlalu dalam dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa asumsi nilai tukar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Angka tersebut dinilai masih mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini.

Meski begitu, ia meyakini rupiah memiliki peluang untuk menguat lebih jauh seiring perbaikan indikator ekonomi domestik. Purbaya menambahkan bahwa penguatan nilai tukar sangat bergantung pada kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Ketika pertumbuhan ekonomi membaik dan arus investasi asing terus mengalir, Purbaya Yudhi Sadewa menilai penguatan rupiah akan terjadi secara alami. Menurutnya, masuknya modal asing akan menjadi pendorong utama bagi stabilitas dan penguatan nilai tukar ke depan.

Tags: Dolar ASekonomi IndonesiaNilai Tukar RupiahPurbaya Yudhi Sadewarupiah menguat
Previous Post

Harga Emas Turun Tajam, Pasar Global Berfluktuasi di Tengah Dinamika Kebijakan Moneter

Next Post

Pertamina Gabungkan Patra Niaga, KPI, dan PIS untuk Perkuat Integrasi Hilir Energi

Next Post
Pertamina Gabungkan Patra Niaga, KPI, dan PIS untuk Perkuat Integrasi Hilir Energi

Pertamina Gabungkan Patra Niaga, KPI, dan PIS untuk Perkuat Integrasi Hilir Energi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat BTN Fund, Bank BTN Siap Suntik Dana ke Startup Properti di RI

Lewat BTN Fund, Bank BTN Siap Suntik Dana ke Startup Properti di RI

6 Desember 2023
Warga di Jayapura Penuhi Kebutuhan Pangan dengan Bertani Hidroponik

Warga di Jayapura Penuhi Kebutuhan Pangan dengan Bertani Hidroponik

1 November 2023
Resmi Meluncur, Website Indonesia Incorporated Dukung BUMN Go Global

Resmi Meluncur, Website Indonesia Incorporated Dukung BUMN Go Global

29 September 2023
Cek Penerima Eform bri.co.id/bpum Pakai KTP, Begini Caranya

Cek Penerima Eform bri.co.id/bpum Pakai KTP, Begini Caranya

25 November 2021
Balasan Erick Thohir Usai Aksi ke Bawah Tuai Sorotan

Balasan Erick Thohir Usai Aksi ke Bawah Tuai Sorotan

14 Mei 2022
KPK Harus Usut Indikasi Korupsi Dulu untuk Pintu Masuk Cuci Uang Rafael Alun?

KPK Harus Usut Indikasi Korupsi Dulu untuk Pintu Masuk Cuci Uang Rafael Alun?

12 Maret 2023

Potret Sunyi Wini NTT Saat Malam Hari

2 September 2022

Presiden Iran Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter, Harga Minyak Dunia Melonjak

21 Mei 2024

Pegadaian Buka Suara Soal Tabungan Emas yang Picu Gugatan Rp 322 M

17 Mei 2022

Erick Thohir Thohir Sebut Banyak Komisaris BUMN Mundur buat Ikut Kampanye

9 November 2023

KAI Tebar Diskon 77.000 Tiket Mulai Rp 7.000, Catat Tanggalnya!

6 September 2022

Nah Lho! Erick Thohir Tiba-tiba Ungkap Ada Mafia Bibit

24 April 2022

Syahdu, Naff-Om Sera Ajak Warga Gresik Nostalgia di Pesta Rakyat BRI

24 September 2023

Cak Kardi, Pidato Jokowi, dan Bintang Jasa Utama itu…

14 Agustus 2023

OJK Buka Suara soal BNI dan BRI Hengkang dari BSI

6 September 2023

HK Bangun Kembali Jembatan Kimarpu di Banten, Ini Penampakannya

29 Agustus 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile