bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Rabu, Juni 24, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Siap-siap Rogoh Kocek Lebih Dalam, Bunga Kredit Bank Ini Bakal Lebih Cepat Naik

admin by admin
18 November 2022
in info Bank
0
Siap-siap Rogoh Kocek Lebih Dalam, Bunga Kredit Bank Ini Bakal Lebih Cepat Naik

Jakarta –

Era suku bunga rendah telah berakhir. Hal ini sejalan dengan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan bunga acuan 50 bps menjadi 5,25%.

Dengan naiknya suku bunga acuan ini, maka bank akan menaikkan bunga simpanan dan akan mengerek bunga kredit. Sehingga biaya atau cicilan akan menjadi lebih mahal.

Dikutip dari data BI disebutkan transmisi suku bunga kebijakan ke suku bunga kredit baru masih terbatas. Naiknya bunga kredit baru terjadi pada semua jenis dan tertinggi pada kredit konsumsi seperti kredit multiguna dan penyesuaian suku bunga kredit modal kerja masih relatif rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BI mencatat peningkatan suku bunga dasar kredit (SBDK) per September 2022 terjadi pada kelompok bank Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) dan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN). Pada KCBA bunga naik 12 bps dan pada BUSN naik 6 bps. Lalu harga pokok dana kredit (HPDK) dalam SBDK kembai naik dan terjadi di seluruh jenis bank.

Mulai dari KCBA 8bps, Bank Pembangunan Daerah (BPD) 7 bps, BUSN 6 bps dan bank BUMN 3 bps. “Kenaikan SBDK juga didorong oleh perkembangan komponen biaya overhead (OHC) yang kembali meningkat sebesar 2 bps. Peningkatan OHC tersebut terjadi di seluruh kelompok bank sejalan dengan meningkatnya intermediasi,” tulisnya, dikutip Jumat (18/11/2022).

Pada Oktober 2022, suku bunga kredit baru meningkat sebesar 25 bps (mtm) menjadi 9,19%. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan suku bunga kredit baru pada kelompok BUSN 51 bps, KCBA 31 bps, dan bank BUMN 4 bps.

Sedangkan kelompok BPD belum merespons kenaikan BI7DRR dengan kenaikan suku bunga kredit baru, sebaliknya suku bunga kredit melanjutkan tren penurunan sebesar 21 bps (mtm).

Berdasarkan jenis kredit, peningkatan suku bunga kredit baru terjadi di seluruh jenis kredit dengan peningkatan tertinggi pada jenis Kredit Konsumsi (terutama Multiguna) sebesar 118 bps, diikuti oleh Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja masing-masing sebesar 107 bps dan 5 bps (mtm).

Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economics and Digital/ISED) Ryan Kiryanto menjelaskan kenaikan bunga simpanan dan kredit di perbankan karena naiknya bunga acuan merupakan hal yang wajar.

“Ini adalah respon kebijakan yang lumrah atau wajar, sesuai dengan mekanisme pasar,” jelas dia.

Dia menjelaskan, langkah BI yang menaikkan BI Rate yg terukur dengan besaran hanya 50 bps di tengah momentum pertumbuhan dan indikator utama makroekonomi yang tetap terjaga dengan baik.

Dengan upaya mencapai target inflasi 2-4% di tahun ini, opsi menaikkan BI Rate kali ini sudah tepat dari segi timing dan besaran kenaikannya.

“Ini sekaligus mencerminkan sikap BI yang ahead the curve atau forward looking menyikapi dinamika internal dan eksternal. Kenaikan BI Rate kali ini pun sudah diperkirakan banyak analis dan ekonom serta pelaku pasar sehingga sebenarnya sudah price-in di pasar,” ujar dia.

Pernyataan BI yg akan selalu memantau perkembangan pasar dan perekonomian global dan domestik memberikan garansi bahwa bank sentral selalu ada di pasar dan kebijakannya ahead the curve (antisipatif dan preemptive) sehingga tetap mampu menjaga kepercayaan pasar.

(kil/eds)

Previous Post

Cantiknya Handicraft dari Eceng Gondok Ikut Mejeng di Pameran G20 Bali

Next Post

Soal Pinjaman ADB Rp 7,8 T, Stafsus Erick: Tak Langsung ke BUMN

Next Post
Soal Pinjaman ADB Rp 7,8 T, Stafsus Erick: Tak Langsung ke BUMN

Soal Pinjaman ADB Rp 7,8 T, Stafsus Erick: Tak Langsung ke BUMN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tersangka Penyebar QRIS ‘Palsu’ di Masjid Ternyata Eks Karyawan Bank

Tersangka Penyebar QRIS ‘Palsu’ di Masjid Ternyata Eks Karyawan Bank

11 April 2023
Sempat Jinak, Dolar AS Kembali Dekati Rp 16.000, Ada Apa?

Sempat Jinak, Dolar AS Kembali Dekati Rp 16.000, Ada Apa?

25 Oktober 2023
Alot Banget! China Belum Sepakat Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat

Alot Banget! China Belum Sepakat Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat

8 Desember 2022
Hati-Hati Ada Begal Rekening Pakai Soceng! Ini 4 Modusnya

Hati-Hati Ada Begal Rekening Pakai Soceng! Ini 4 Modusnya

17 Juni 2022
Tingkatkan Produktivitas Karyawan, BNI dan KONI Gelar Turnamen Golf

Tingkatkan Produktivitas Karyawan, BNI dan KONI Gelar Turnamen Golf

21 Juni 2023
BRI Danareksa Sebut GOTO On Track Capai EBITDA Positif dengan Kasnya

BRI Danareksa Sebut GOTO On Track Capai EBITDA Positif dengan Kasnya

10 Januari 2023
Punya Koin Rp 850.000 yang Kemarin Ditarik BI? Ada yang Berani Rp 60 Juta Nih

Punya Koin Rp 850.000 yang Kemarin Ditarik BI? Ada yang Berani Rp 60 Juta Nih

2 September 2022

Meramal Laju IHSG di Hari Pertama Perdagangan 2023

2 Januari 2023

Kupedes BRI Tunjukkan Kinerja Positif, Catat Pertumbuhan Capai 57,5%

16 November 2023

Beli Motor Listrik Pakai Mobile Banking, Emang Bisa?

10 April 2023

Sri Mulyani Siapkan Deregulasi Pajak dan Kepabeanan untuk Hadapi Dampak Tarif AS

9 April 2025

7 Kunci Bikin Investor Kepincut Bisnis hingga Suntik Modal

13 Desember 2022

500 UMKM Mejeng di Pameran 3D Virtual BRILIANPRENEUR 2021, Penasaran?

6 Desember 2021

Mantap! Saham BRI Tembus Rekor Baru

20 Mei 2023

Profil Pahala Mansury, Wamen BUMN yang Digeser Jadi Wamenlu

17 Juli 2023

Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Hingga Pertamax Turbo Per 13 September 2022

13 September 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile