bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Jumat, Mei 29, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Tinggalkan Pendekatan Represif, Polantas Gencarkan Edukasi Persuasif di Ruang Publik

Christine Natalia by Christine Natalia
29 Mei 2026
in News
0
Bukan Takut Ditilang, Korlantas Dorong Budaya Tertib Berdasarkan Kesadaran Moral

Bukan Takut Ditilang, Korlantas Dorong Budaya Tertib Berdasarkan Kesadaran Moral

JAKARTA — Karakter asli suatu bangsa dapat terlihat dengan jelas melalui dinamika yang terjadi di jalan raya setiap harinya. Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) kini tengah mendorong paradigma baru yang memandang lalu lintas bukan sekadar urusan pergerakan roda kendaraan. Lebih dari itu, situasi di aspal jalanan mencerminkan sejauh mana nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap nyawa diaplikasikan oleh masyarakat dalam ruang publik.

Transformasi cara pandang ini menjadi krusial mengingat jalan raya sering kali menjadi tempat benturan ego antar-pengguna jalan. Jalur transportasi darat selama ini cenderung diposisikan sebagai area pacu untuk memburu waktu demi urusan personal. Akibatnya, esensi jalan raya sebagai ruang sosial yang menuntut empati dan toleransi kerap terabaikan oleh para pengendara.

Menempatkan Keselamatan sebagai Nilai Kemanusiaan

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa tanggung jawab keselamatan di jalan raya tidak boleh dibebankan kepada aparat kepolisian semata. Pihaknya menegaskan perlunya komitmen kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas idealnya didasari oleh kesadaran moral untuk melindungi hak hidup sesama manusia, bukan hanya formalitas belaka.

Selama ini, pemahaman sebagian pengendara mengenai rambu lalu lintas masih sebatas kewajiban administratif. Padahal, satu tindakan ceroboh seperti melanggar lampu pengatur lalu lintas atau berkendara melawan arah memiliki risiko fatalitas yang sangat tinggi. Tindakan preventif seperti memberikan hak jalan kepada mobil ambulans, mengutamakan pejalan kaki di area penyeberangan (zebra cross), serta menjaga jarak aman antar-kendaraan merupakan implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang tinggi.

Meninggalkan Pendekatan Berbasis Rasa Takut

Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa kepatuhan yang lahir dari rasa takut terhadap sanksi hukum atau denda tilang tidak akan bertahan lama. Pola kedisiplinan semacam itu biasanya langsung luntur saat pengawasan petugas di lapangan melonggar atau ketika pengendara berada di area yang tidak terjangkau kamera pemantau. Oleh sebab itu, Korlantas Polri mulai menyeimbangkan tindakan penegakan hukum dengan pendekatan persuasif yang lebih humanis.

Guna menanamkan kesadaran organik tersebut, Korlantas Polri memperluas jangkauan edukasi ke berbagai lini kehidupan masyarakat. Aparat kepolisian kini lebih aktif membangun komunikasi dua arah di lingkungan sekolah, universitas, kelompok hobi otomotif, hingga pemanfaatan platform digital. Melalui strategi dialogis ini, petugas di lapangan tidak hanya berperan sebagai eksekutor sanksi pelanggaran, tetapi juga mitra diskusi yang mengedukasi publik.

Refleksi Kualitas Peradaban Bangsa

Sikap egois di jalan raya seperti menyerobot antrean kendaraan atau mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain mencerminkan masih rapuhnya ikatan sosial dalam masyarakat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat belum sepenuhnya siap menghargai hak-hak orang lain di ruang publik. Sebaliknya, sistem transportasi yang teratur dan saling menjaga keselamatan antarpengguna jalan menjadi indikator utama dari sebuah bangsa yang beradab dan maju.

Meskipun sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) telah diterapkan secara masif dan kualitas infrastruktur jalan terus ditingkatkan, instrumen tersebut tidak akan berfungsi maksimal tanpa adanya perubahan perilaku dari para pengendara. Fondasi utama dari keselamatan transportasi darat jangka panjang tetap berada pada tingkat kesadaran moral masing-masing individu di balik kemudi.

Menuju Perjalanan yang Saling Menjaga

Pada akhirnya, masa depan ketertiban lalu lintas di Indonesia sangat bergantung pada evolusi kultur berkendara masyarakatnya. Perjalanan berkendara semestinya tidak lagi diartikan sebatas sarana untuk berpindah tempat dari titik keberangkatan menuju lokasi tujuan. Setiap detiknya di jalan raya harus dimaknai sebagai momentum sosial untuk saling melindungi, berbagi ruang secara adil, dan memuliakan nilai kehidupan manusia.

Melalui kesadaran baru ini, Korlantas Polri berharap jalan raya di seluruh penjuru tanah air dapat bertransformasi menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan bersahabat bagi seluruh elemen masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi pembuka jalan bagi terbentuknya karakter bangsa yang lebih disiplin dan berbudaya di masa depan.

Tags: budaya tertibedukasi lalu lintasKemanusiaan di jalanKesadaran berkendaraKorlantas Polri
Previous Post

Sinergi Polantas dan Masyarakat: Membangun Karakter Bangsa Lewat Marka Jalan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Patut Ditiru! Daftar Pengusaha yang Mulai Lunasi Utang Menahun BLBI

Patut Ditiru! Daftar Pengusaha yang Mulai Lunasi Utang Menahun BLBI

9 November 2021
Gelar Rapat Paripurna, DPR Soroti Lonjakan Harga Beras

Gelar Rapat Paripurna, DPR Soroti Lonjakan Harga Beras

31 Oktober 2023
Dihentikan 8 Orang Tak Dikenal di Tengah Jalan, Remaja Probolinggo Dibacok

Dihentikan 8 Orang Tak Dikenal di Tengah Jalan, Remaja Probolinggo Dibacok

19 Maret 2023
Hari Bank Indonesia yang Ternyata Tanggal Berdirinya BNI

Hari Bank Indonesia yang Ternyata Tanggal Berdirinya BNI

3 Juli 2023
Viral Orang Punya Pendapatan Rp 1 M/Bulan, Setara Gaji Bos Bank BUMN!

Viral Orang Punya Pendapatan Rp 1 M/Bulan, Setara Gaji Bos Bank BUMN!

18 Oktober 2022
Wamen BUMN Rosan Apresiasi BNI Mobile Banking di AIPF 2023

Wamen BUMN Rosan Apresiasi BNI Mobile Banking di AIPF 2023

8 September 2023
Pemberdayaan dan Pendampingan BRI Sentuh 19.533 Klaster Usaha

Pemberdayaan dan Pendampingan BRI Sentuh 19.533 Klaster Usaha

5 November 2023

Motor Listrik Disubsidi Rp 7 Juta, Belinya Bisa Via Aplikasi PLN Mobile

10 Maret 2023

Setelah Holdingisasi BUMN, Selanjutnya Apa?

18 Juli 2022

Gelar Rapat Paripurna, DPR Soroti Lonjakan Harga Beras

31 Oktober 2023

Harga Emas Turun Tajam, Pasar Global Berfluktuasi di Tengah Dinamika Kebijakan Moneter

3 Februari 2026

Megahnya PLBN Wini, Wajah Indonesia di Perbatasan Timor Leste

31 Agustus 2022

BRI Group Perkuat Sinergi Sasar Pasar Pembiayaan

27 Juni 2023

Hari Terakhir! Penukaran Uang di Pasar Pramuka Ramai Diserbu Warga

28 April 2022

7 Netflix Tricks That’ll Change How You Watch Your Favorite Shows

7 September 2021

4 Momen Paling Ideal untuk Beli Mobil, Sudah Tahu?

18 Agustus 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile