bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Tinggalkan Pendekatan Represif, Polantas Gencarkan Edukasi Persuasif di Ruang Publik

Christine Natalia by Christine Natalia
29 Mei 2026
in News
0
Bukan Takut Ditilang, Korlantas Dorong Budaya Tertib Berdasarkan Kesadaran Moral

Bukan Takut Ditilang, Korlantas Dorong Budaya Tertib Berdasarkan Kesadaran Moral

JAKARTA — Karakter asli suatu bangsa dapat terlihat dengan jelas melalui dinamika yang terjadi di jalan raya setiap harinya. Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) kini tengah mendorong paradigma baru yang memandang lalu lintas bukan sekadar urusan pergerakan roda kendaraan. Lebih dari itu, situasi di aspal jalanan mencerminkan sejauh mana nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap nyawa diaplikasikan oleh masyarakat dalam ruang publik.

Transformasi cara pandang ini menjadi krusial mengingat jalan raya sering kali menjadi tempat benturan ego antar-pengguna jalan. Jalur transportasi darat selama ini cenderung diposisikan sebagai area pacu untuk memburu waktu demi urusan personal. Akibatnya, esensi jalan raya sebagai ruang sosial yang menuntut empati dan toleransi kerap terabaikan oleh para pengendara.

Menempatkan Keselamatan sebagai Nilai Kemanusiaan

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa tanggung jawab keselamatan di jalan raya tidak boleh dibebankan kepada aparat kepolisian semata. Pihaknya menegaskan perlunya komitmen kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas idealnya didasari oleh kesadaran moral untuk melindungi hak hidup sesama manusia, bukan hanya formalitas belaka.

Selama ini, pemahaman sebagian pengendara mengenai rambu lalu lintas masih sebatas kewajiban administratif. Padahal, satu tindakan ceroboh seperti melanggar lampu pengatur lalu lintas atau berkendara melawan arah memiliki risiko fatalitas yang sangat tinggi. Tindakan preventif seperti memberikan hak jalan kepada mobil ambulans, mengutamakan pejalan kaki di area penyeberangan (zebra cross), serta menjaga jarak aman antar-kendaraan merupakan implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang tinggi.

Meninggalkan Pendekatan Berbasis Rasa Takut

Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa kepatuhan yang lahir dari rasa takut terhadap sanksi hukum atau denda tilang tidak akan bertahan lama. Pola kedisiplinan semacam itu biasanya langsung luntur saat pengawasan petugas di lapangan melonggar atau ketika pengendara berada di area yang tidak terjangkau kamera pemantau. Oleh sebab itu, Korlantas Polri mulai menyeimbangkan tindakan penegakan hukum dengan pendekatan persuasif yang lebih humanis.

Guna menanamkan kesadaran organik tersebut, Korlantas Polri memperluas jangkauan edukasi ke berbagai lini kehidupan masyarakat. Aparat kepolisian kini lebih aktif membangun komunikasi dua arah di lingkungan sekolah, universitas, kelompok hobi otomotif, hingga pemanfaatan platform digital. Melalui strategi dialogis ini, petugas di lapangan tidak hanya berperan sebagai eksekutor sanksi pelanggaran, tetapi juga mitra diskusi yang mengedukasi publik.

Refleksi Kualitas Peradaban Bangsa

Sikap egois di jalan raya seperti menyerobot antrean kendaraan atau mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain mencerminkan masih rapuhnya ikatan sosial dalam masyarakat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat belum sepenuhnya siap menghargai hak-hak orang lain di ruang publik. Sebaliknya, sistem transportasi yang teratur dan saling menjaga keselamatan antarpengguna jalan menjadi indikator utama dari sebuah bangsa yang beradab dan maju.

Meskipun sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) telah diterapkan secara masif dan kualitas infrastruktur jalan terus ditingkatkan, instrumen tersebut tidak akan berfungsi maksimal tanpa adanya perubahan perilaku dari para pengendara. Fondasi utama dari keselamatan transportasi darat jangka panjang tetap berada pada tingkat kesadaran moral masing-masing individu di balik kemudi.

Menuju Perjalanan yang Saling Menjaga

Pada akhirnya, masa depan ketertiban lalu lintas di Indonesia sangat bergantung pada evolusi kultur berkendara masyarakatnya. Perjalanan berkendara semestinya tidak lagi diartikan sebatas sarana untuk berpindah tempat dari titik keberangkatan menuju lokasi tujuan. Setiap detiknya di jalan raya harus dimaknai sebagai momentum sosial untuk saling melindungi, berbagi ruang secara adil, dan memuliakan nilai kehidupan manusia.

Melalui kesadaran baru ini, Korlantas Polri berharap jalan raya di seluruh penjuru tanah air dapat bertransformasi menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan bersahabat bagi seluruh elemen masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi pembuka jalan bagi terbentuknya karakter bangsa yang lebih disiplin dan berbudaya di masa depan.

Tags: budaya tertibedukasi lalu lintasKemanusiaan di jalanKesadaran berkendaraKorlantas Polri
Previous Post

Sinergi Polantas dan Masyarakat: Membangun Karakter Bangsa Lewat Marka Jalan

Next Post

Mengapa Budaya Tertib Berlalu Lintas Penting dalam Operasi Patuh 2026?

Next Post
Budaya Tertib Berlalu Lintas Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Operasi Patuh 2026

Mengapa Budaya Tertib Berlalu Lintas Penting dalam Operasi Patuh 2026?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sederet Upaya Kementerian PANRB Dorong Penyiapan MPP Digital

Sederet Upaya Kementerian PANRB Dorong Penyiapan MPP Digital

12 Januari 2023
Bank Mandiri Dukung Langkah PPATK Blokir Rekening Tidak Aktif Demi Perkuat Sistem Keuangan

Bank Mandiri Dukung Langkah PPATK Blokir Rekening Tidak Aktif Demi Perkuat Sistem Keuangan

29 Juli 2025
Menabur Benih Bernama KTN

Menabur Benih Bernama KTN

18 April 2022
Lampaui Target, Penjualan SBN SR018 Lewat BRI Tembus Rp 1,7 Triliun

Lampaui Target, Penjualan SBN SR018 Lewat BRI Tembus Rp 1,7 Triliun

11 April 2023
Wow! Produk Syal Lokal Ini Pernah Kolaborasi Bareng Merek Dunia

Wow! Produk Syal Lokal Ini Pernah Kolaborasi Bareng Merek Dunia

11 November 2023
Katanya Masih Bisa Turun, Segini Harga Pertalite Hingga Pertamax di Seluruh SPBU

Katanya Masih Bisa Turun, Segini Harga Pertalite Hingga Pertamax di Seluruh SPBU

8 September 2022
Pernyataan Bamsoet Bikin Gerindra Tafsirkan Jokowi Dukung Formula E

Pernyataan Bamsoet Bikin Gerindra Tafsirkan Jokowi Dukung Formula E

15 November 2021

Kronologi Pistol Dirut BUMN Harry Warganegara Meletus di Bandara Makassar

20 April 2023

Bangun PLTA Upper Cisokan, PLN Kantongi Pendanaan US$ 380 Juta

15 Maret 2022

Top! Agen BRILink Bisa Raup Rp 20 Juta/Bulan, Lebih Gede dari Gaji PNS

13 Maret 2022

Sontek Cara Owner Kebab Baba Rafi Kembangkan Franchise sampai Go Global

15 Desember 2022

5 Jurusan Kuliah Seputar Ekonomi, Tak Hanya Akuntansi

21 Februari 2022

Gelar Pesta Rakyat Simpedes, BRI Ajak Masyarakat Pede Pimpin Perubahan

15 Juni 2022

APBN 2025 Defisit Rp21 Triliun per Mei, Penerimaan Negara Belum Maksimal

18 Juni 2025

Tips Penting Agar Tak Jadi Korban Penipuan Atas Nama Bank

10 Juni 2022

Masalah Harga BBM Pelik, Sederet Lembaga Ini Sampai Dilibatkan

25 Agustus 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile