bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Minggu, Mei 10, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Subsidi KRL Jabodetabek Mulai 2025, Kelas Menengah Harus Bersiap Menghadapi Kenaikan Biaya

Christine Natalia by Christine Natalia
30 Agustus 2024
in News
0
Rencana Perubahan Skema Subsidi KRL Jabodetabek

Rencana Perubahan Skema Subsidi KRL Jabodetabek

BankTerkini.com – Pemerintah Indonesia berencana mengubah skema penyaluran subsidi untuk layanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek mulai tahun 2025. Perubahan ini akan mengacu pada nomor induk kependudukan (NIK) dan diperkirakan dapat memperpanjang beban finansial pada kelas menengah dan aspirasi kelas menengah di tanah air, yang telah mengalami tekanan daya beli lebih dari setahun terakhir.

Rencana tersebut berpotensi memicu perubahan tarif transportasi publik KRL. Usulan kenaikan tarif KRL Jabodetabek telah diajukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kepada Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Kenaikan tarif ini, jika terjadi, akan bersamaan dengan rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertamax yang semakin mahal. Kondisi ini berpotensi menjadi kombinasi yang semakin menekan daya beli kelas menengah, mayoritas konsumen di Indonesia.

Menurut data yang dilansir PT KCI, pada tahun 2023, KRL Jabodetabek mencatat 290,89 juta penumpang, meningkat 35% dibandingkan tahun 2022, meskipun masih di bawah angka sebelum pandemi. Setiap hari, hampir satu juta orang di kawasan Jabodetabek menggunakan moda transportasi ini untuk keperluan mobilitas harian.

Pengeluaran untuk transportasi kelas menengah, berdasarkan data Kantor Kepala Ekonom Bank Mandiri, berkisar antara 8,7%, meningkat dari 5,1% pada awal 2023. Pada saat bersamaan, pengeluaran untuk kebutuhan primer seperti makanan dan barang sehari-hari melonjak hingga 49% pada Mei 2024 dibandingkan dengan 36,7% setahun sebelumnya. Ini menunjukkan pola konsumsi yang semakin defensif akibat tekanan ekonomi.

Dengan pengeluaran dasar yang semakin membesar, alokasi untuk barang-barang tahan lama menjadi lebih sempit. Jika tarif transportasi publik dan berbagai pajak lainnya benar-benar meningkat, maka akan semakin berat bagi masyarakat kelas menengah untuk mengelola keuangan mereka.

Kelas menengah sering kali terjebak dalam posisi yang tidak menguntungkan, dianggap terlalu kaya untuk mendapatkan bantuan sosial tetapi terlalu miskin untuk mendapatkan keringanan pajak seperti kelas atas. Kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menunjukkan penurunan kesejahteraan kelas menengah sejak 2018. Pada tahun 2018, kontribusi konsumsi kelas menengah terhadap total konsumsi rumah tangga mencapai 41,9%. Namun, pada tahun 2023, angka ini menurun menjadi 36,8%.

Baca juga: Dukung Kestabilan Ekonomi, Kemenaker Siapkan Skema UMP 2025

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, total subsidi nonenergi untuk kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) diproyeksikan sebesar Rp7,96 triliun, meningkat 0,9% dari outlook Tahun Anggaran 2024. Subsidi ini termasuk untuk transportasi, di mana PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendapatkan alokasi subsidi PSO sebesar Rp4,79 triliun untuk berbagai layanan, termasuk KRL Jabodetabek.

Dokumen RAPBN 2025 menyebutkan bahwa rencana perubahan skema subsidi melibatkan penerapan tiket elektronik berbasis NIK untuk layanan KRL Jabodetabek. Namun, kriteria pemegang NIK yang berhak mendapatkan subsidi belum dijelaskan secara rinci. Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCI, Broer Rizal, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah mengajukan usulan kenaikan tarif kepada Kementerian Perhubungan, namun keputusan akhir masih menunggu.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memastikan bahwa penyesuaian tarif KRL Jabodetabek belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Skema penetapan tarif berbasis NIK juga belum segera diterapkan.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan jumlah kelas menengah dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, jumlah kelas menengah mencapai 57,33 juta orang atau 21,45% dari total penduduk. Namun, pada 2023, jumlah tersebut menurun menjadi 48,27 juta orang atau 17,44%, dan pada tahun ini turun lagi menjadi 47,85 juta orang atau 17,13%.

Menurut kriteria BPS, kelas menengah adalah mereka dengan pengeluaran antara 3,5 hingga 17 kali garis kemiskinan, sekitar Rp2.040.262 hingga Rp9.909.844 per kapita per bulan. Sementara itu, aspirasi kelas menengah memiliki pengeluaran antara 1,5 hingga 3,3 kali garis kemiskinan, yaitu Rp874.398 hingga Rp2.040.262 per kapita per bulan. Rata-rata pengeluaran kelas menengah saat ini mendekati batas bawah, yakni Rp2.056.494 per kapita per bulan.

Rencana perubahan skema subsidi KRL Jabodetabek dan potensi kenaikan tarif transportasi publik tentunya memerlukan perhatian lebih lanjut dari berbagai pihak, mengingat dampaknya terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelas menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Sumber: Bloomberg Technoz.

Tags: BPSDJKAKRLNIKPT KCI
Previous Post

Dukung Kestabilan Ekonomi, Kemenaker Siapkan Skema UMP 2025

Next Post

H-3 Penutupan Pendaftaran CPNS 2024, Ini Penggunaan E-Meterai yang Tepat dan Aman!

Next Post
Penggunaan E-Materai

H-3 Penutupan Pendaftaran CPNS 2024, Ini Penggunaan E-Meterai yang Tepat dan Aman!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jokowi Perkenalkan Makna dari Bentuk Kapal Pinisi di Hannover Messe

Jokowi Perkenalkan Makna dari Bentuk Kapal Pinisi di Hannover Messe

18 April 2023
Saldo Lenyap-Pinjaman Di-mark up, Nasabah Demo Kantor Bank di Tulungagung

Saldo Lenyap-Pinjaman Di-mark up, Nasabah Demo Kantor Bank di Tulungagung

12 Juni 2023
Dukung TEI 2021, BNI Luncurkan Program Xpora

Dukung TEI 2021, BNI Luncurkan Program Xpora

26 Oktober 2021
Pakai Allo Bank, Sarapan All You Can Eat di Hotel Berdua Cuma Bayar Gocap!

Pakai Allo Bank, Sarapan All You Can Eat di Hotel Berdua Cuma Bayar Gocap!

14 Juli 2022
Layanan ATM Link Ditambah, Ada 335 Fitur Baru dari Himbara

Layanan ATM Link Ditambah, Ada 335 Fitur Baru dari Himbara

26 September 2023
Lobi Bos BI, Erick Pengin Kredit Usaha Ultra Mikro Bunganya 0%

Lobi Bos BI, Erick Pengin Kredit Usaha Ultra Mikro Bunganya 0%

13 Februari 2023
Detik-detik Safe Deposit Box Rp 37 M Rafael Alun Terbongkar

Detik-detik Safe Deposit Box Rp 37 M Rafael Alun Terbongkar

13 Maret 2023

844 Perusahaan BUMN Kini Berada di Bawah Kendali Danantara, Target Ekonomi 8% Dinilai Sulit Tercapai

29 April 2025

Berkat UMI, Agen BRILink Selamatkan Tetangga dari Jerat Pinjol

1 Juli 2023

Kiprah BRI Hidupkan Perekonomian di Daerah Terdepan Indonesia

9 Oktober 2022

Hati-Hati Ada Begal Rekening Pakai Soceng! Ini 4 Modusnya

17 Juni 2022

Formula E Tak Disponsori BUMN, Pertamina Batal, Listrik pun Bayar Sendiri

2 Juni 2022

Mengadaptasikan Kebijakan Fiskal

15 Maret 2022

Sri Mulyani Blak-blakan ke DPR Suntik Kereta Cepat JKT-BDG Rp 4,3 T

8 November 2021

Terinspirasi Chairul Tanjung, Bhima Chandra Punya 290 Outlet Martabak

22 Juni 2022

Siap-siap Rek! 8 Bansos Cair Juni 2022, Ada BLT Gaji-Minyak Goreng

14 Juni 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile