bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Minggu, Mei 10, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Gedung Putih Klarifikasi Tarif Impor China Capai 145%, Importir AS Hadapi Tantangan Baru

Christine Natalia by Christine Natalia
11 April 2025
in News
0
Gedung Putih Klarifikasi Tarif Impor China Capai 145%, Importir AS Hadapi Tantangan Baru

Gedung Putih Klarifikasi Tarif Impor China Capai 145%, Importir AS Hadapi Tantangan Baru

Bankterkini.com – Amerika Serikat kembali memanas dalam hubungan dagangnya dengan China. Gedung Putih secara resmi mengonfirmasi bahwa seluruh produk impor dari China kini dikenai tarif minimum sebesar 145%. Kebijakan ini menyusul pernyataan mantan Presiden Donald Trump yang sehari sebelumnya mengklaim telah menaikkan tarif menjadi 125% sebagai respons atas aksi balasan dari pihak Beijing.

Penjelasan terbaru dari Gedung Putih menyebutkan bahwa tarif 125% tersebut merupakan tambahan dari bea 20% yang sebelumnya sudah diberlakukan terhadap barang-barang China. Kebijakan ini dikaitkan dengan dugaan peran China dalam rantai pasokan fentanil yang masuk ke Amerika Serikat, sebuah isu yang terus menjadi perhatian utama di dalam negeri.

Dengan demikian, angka 145% bukanlah batas maksimum, melainkan batas bawah dari seluruh beban tarif yang dikenakan. Tambahan ini memperberat tarif-tarif yang sudah ada sebelumnya, termasuk bea masuk sebesar 25% atas produk baja, aluminium, mobil, serta suku cadang kendaraan. Selain itu, pada masa jabatan pertamanya, Trump juga telah menetapkan tarif serupa untuk berbagai barang asal China sebagai respons atas pelanggaran aturan perdagangan.

Langkah ini memicu ketidakpastian bagi para importir di Amerika Serikat. Banyak dari mereka bergantung pada produk China untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Bagi perusahaan yang mengimpor dalam jumlah besar, selisih tarif antara 125% dan 145% dapat berarti kenaikan biaya hingga ribuan dolar per kontainer.

Tak hanya perusahaan besar yang terdampak, pelaku usaha kecil juga menghadapi risiko besar akibat lonjakan biaya impor. Komponen-komponen seperti ponsel, mainan, komputer, serta berbagai barang elektronik yang sebagian besar diproduksi di China, menjadi semakin mahal untuk didatangkan ke pasar AS.

Meski demikian, pemerintahan Trump memberikan kelonggaran sementara. Barang-barang yang sudah dikirim sebelum kebijakan tarif impor China yang baru diumumkan akan dibebaskan dari pungutan tambahan ini. Produk-produk yang dikirim melalui udara diperkirakan akan terkena dampak dalam beberapa hari mendatang, sedangkan pengiriman laut akan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk tiba di wilayah AS dan dikenakan tarif terbaru.

Sebagai catatan, China merupakan mitra dagang utama kedua bagi Amerika Serikat. Ketegangan yang terus meningkat ini berpotensi memengaruhi struktur harga barang konsumen secara luas di pasar domestik. Para pelaku usaha kini tengah menimbang ulang strategi pasokan mereka untuk menghindari beban biaya yang makin berat.

Meski Gedung Putih menegaskan langkah ini sebagai bagian dari perlindungan terhadap industri dalam negeri, banyak pihak menilai bahwa kebijakan tarif impor China semacam ini bisa memicu eskalasi konflik dagang yang lebih luas dan berdampak panjang terhadap ekonomi global. Importir dan konsumen AS pun tengah bersiap menghadapi gelombang harga baru akibat kebijakan tersebut.

Tags: AS-ChinaDonald TrumpPerang DagangTarif Impor ChinaTarif Trump
Previous Post

Perang Dagang AS-China Memanas, Indonesia Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Next Post

Bank Mandiri Lelang 3.000 Rumah Sitaan, Tawarkan Harga Mulai Rp 100 Juta

Next Post
Bank Mandiri Lelang 3.000 Rumah Sitaan, Tawarkan Harga Mulai Rp 100 Juta

Bank Mandiri Lelang 3.000 Rumah Sitaan, Tawarkan Harga Mulai Rp 100 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mesin EDC-Layanan e-Commerce BNI Kini Bisa Terima Kartu American Express

Mesin EDC-Layanan e-Commerce BNI Kini Bisa Terima Kartu American Express

12 Juli 2023
Nasabah BRI Mau Cari Promo Lebaran? Langsung Saja Hubungi ‘Sabrina’

Nasabah BRI Mau Cari Promo Lebaran? Langsung Saja Hubungi ‘Sabrina’

22 April 2023
Allo Bank Berencana Rambah Dunia Metaverse, Tunggu Tanggal Mainnya!

Allo Bank Berencana Rambah Dunia Metaverse, Tunggu Tanggal Mainnya!

6 Juni 2022
Bank Papua Tingkatkan SDM Dengan Gandeng Telkom

Bank Papua Tingkatkan SDM Dengan Gandeng Telkom

7 Juni 2022
Perjuangan Guru di Perbatasan agar Siswa Lebih Peduli Budaya Sendiri

Perjuangan Guru di Perbatasan agar Siswa Lebih Peduli Budaya Sendiri

18 Agustus 2022
Dukung Piala Dunia U-17, BRI Tawarkan Promo-Merchandise Menarik!

Dukung Piala Dunia U-17, BRI Tawarkan Promo-Merchandise Menarik!

14 November 2023
Terbongkar! Perampokan Guru SD Rp 150 Juta di Mojokerto Ternyata Palsu

Terbongkar! Perampokan Guru SD Rp 150 Juta di Mojokerto Ternyata Palsu

22 Februari 2022

Layanan BSI Kena Serangan Siber, Nasabah Harus Gimana?

10 Mei 2023

Bank Indonesia Cabut Sejumlah Uang Rupiah Lama, Ini Daftar Pecahan yang Tak Berlaku Lagi

30 Oktober 2025

Desa Sukalaksana Garut Raih Juara Satu Desa Brilian 2021

15 Desember 2021

3 Tantangan Penguatan BP Tapera

8 Oktober 2023

Kunjungi Banyuwangi, Erick Thohir Prioritaskan BBM dan Pembiayaan untuk Nelayan

16 Mei 2022

Tepis Kamaruddin Simanjuntak, Taspen Pastikan Kelola Investasi Sesuai Aturan

26 Agustus 2022

1 Dasawarsa OJK, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga dan Tumbuh

2 Desember 2021

Ubah Limbah Jadi Berkah, Kain Perca Pelanusa Kini Tembus Pasar Global

8 Desember 2021

Intip Lagi Keseruan & Kemeriahan BRI Pesta Rakyat Simpedes di Pati

1 September 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile