bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juli 11, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

IHSG Anjlok Hampir 7 Persen, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Christine Natalia by Christine Natalia
19 Maret 2025
in News
0
IHSG Anjlok Hampir 7 Persen, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

IHSG Anjlok Hampir 7 Persen, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Bankterkini.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hampir 7 persen pada sesi pertama perdagangan Selasa (19/3). Kondisi ini menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan sementara aktivitas perdagangan saham.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebut anjloknya IHSG dipengaruhi oleh sentimen global. Salah satu faktor utama adalah kebijakan ekonomi dan perang tarif yang dijalankan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan tersebut membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

“Jika kita lihat, penurunan indeks ini sudah terjadi sejak pekan lalu. Beberapa isu global memicu sikap wait and see dari investor. Hari ini, sebagian besar investor asing bereaksi terhadap pembaruan kebijakan dari Donald Trump, yang menjadi salah satu penyebab melemahnya IHSG,” jelas Iman di kantornya.

Faktor Domestik Jadi Penyebab Utama

Ekonom Wijayanto Samirin memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, pelemahan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor dalam negeri. Setidaknya, terdapat lima sentimen utama yang berkontribusi terhadap anjloknya indeks saham.

Pertama, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Februari yang dinilai kurang baik serta proyeksi fiskal yang berat pada 2025. Data menunjukkan bahwa hingga akhir bulan lalu, Indonesia mencatat defisit sebesar Rp31,2 triliun atau sekitar 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kedua, kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap kurang realistis dan tidak memiliki pendekatan teknokratis yang jelas turut berkontribusi terhadap pelemahan pasar.

Ketiga, skandal korupsi besar di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencoreng citra ekonomi nasional dan mengurangi kepercayaan investor.

Keempat, isu revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menuai kontroversi serta kritik tajam dari berbagai kalangan turut menambah ketidakpastian di pasar.

Kelima, investor juga mewaspadai potensi perubahan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat seperti Fitch, Moody’s, dan S&P, yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Indikator Perekonomian Mengkhawatirkan

Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai bahwa gejolak yang terjadi di pasar saham merupakan indikasi bahwa perekonomian nasional sedang mengalami tekanan berat. Menurutnya, banyak investor yang tidak lagi yakin dengan prospek aset di Indonesia, sehingga memilih untuk melepas kepemilikannya dalam jumlah besar.

“Seperti biasa, jika investor tidak yakin dengan aset yang mereka miliki, mereka akan melepasnya. Ini menunjukkan adanya masalah serius dalam perekonomian,” ungkap Ronny.

Data menunjukkan bahwa aksi jual terbesar justru dilakukan oleh investor domestik. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kondisi ekonomi nasional sedang tidak stabil. Survei dari Universitas Indonesia (UI) juga menunjukkan mayoritas ekonom sepakat bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang tidak dalam kondisi baik.

Penurunan IHSG juga berkaitan dengan melemahnya daya beli masyarakat serta penerimaan negara yang menurun drastis. Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa penerimaan pajak dalam dua bulan pertama tahun ini hanya mencapai Rp187,8 triliun atau 8,6 persen dari target. Angka ini turun 30,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketidakpastian ini berisiko memicu dampak lebih luas, termasuk meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Jika kondisi ini terus berlanjut, stabilitas ekonomi nasional bisa semakin terganggu.

Selain faktor ekonomi, kekecewaan publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah juga berperan dalam penurunan IHSG. Beberapa kebijakan seperti pembentukan Danantara dan revisi UU TNI dianggap memicu kekhawatiran di kalangan investor.

“Jika TNI masuk ke sektor bisnis, ini bisa menimbulkan distorsi. Pasar khawatir akan muncul entitas bisnis yang memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan pelaku usaha lainnya,” tambah Ronny.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG, investor masih menunggu kejelasan dari pemerintah terkait kebijakan ekonomi ke depan. Dalam kondisi seperti ini, stabilitas kebijakan menjadi faktor utama yang dapat mengembalikan kepercayaan pasar.

Tags: Bursa Efek IndonesiaIHSG AnjlokInvestor Pasar ModalPerekonomian IndonesiaSentimen Global
Previous Post

QRIS Tap Resmi Diluncurkan, Hadirkan Kemudahan Pembayaran Digital Berbasis NFC

Next Post

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Potensi Kenaikan Berlanjut?

Next Post
Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Potensi Kenaikan Berlanjut

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Potensi Kenaikan Berlanjut?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Harga Tembaga Menguat di Pekan Cesco Week, Inilah Lima Gerakan Utama Pasar Komoditas. Sumber DataIndonesia.

Harga Tembaga Menguat di Cesco Week, Ini Lima Gerakan Utama Pasar Komoditas!

15 April 2024

Warga Kurik Merauke Kini Bisa Gadai Barang di BRI

1 Desember 2023
Kejari Mojokerto Kembalikan SPDP Kasus Uang Baru Rp 3,7 M ke Polisi

Kejari Mojokerto Kembalikan SPDP Kasus Uang Baru Rp 3,7 M ke Polisi

24 Juni 2022
Bayar Listrik di BNI Mobile Banking Free 2 Tiket Pesawat ke Bali, Mau?

Bayar Listrik di BNI Mobile Banking Free 2 Tiket Pesawat ke Bali, Mau?

18 September 2022
Resmikan Akad Massal KPR, Erick Thohir: 81 Juta Milenial Belum Punya Rumah

Resmikan Akad Massal KPR, Erick Thohir: 81 Juta Milenial Belum Punya Rumah

8 Agustus 2023
BNI Promosikan Produk UMKM Binaan ke Pameran CAEXPO 2023 di China

BNI Promosikan Produk UMKM Binaan ke Pameran CAEXPO 2023 di China

22 September 2023
Di Depan Bos BRI, Mulan Jameela Curhat Banyak Rentenir hingga Penipuan

Di Depan Bos BRI, Mulan Jameela Curhat Banyak Rentenir hingga Penipuan

31 Januari 2023

ITDC Butuh PMN Rp 1,1 T, Bos Buka-bukaan Kondisi Keuangan

17 Juni 2023

Manfaat Holding UMi Mulai Dirasakan Masyarakat untuk Ekonomi Keluarga

1 Mei 2023

Sponsori PBSI, BNI Apresiasi Kemenangan Fikri/Bagas di All England

21 Maret 2022

Hebatnya Eka Tjipta: Dari Jualan Biskuit Bisa Bangun Kerajaan Sinar Mas

14 Desember 2021

Prabowo Siapkan Rp 11.000 Triliun dari Efisiensi APBN, Ini Sektor yang Akan Digarap

21 Februari 2025

Cara Cepat Tingkatkan Media Sosial Bisnis dengan Desainpromosi.co.id

4 Juli 2022

Lolos PKPU, Begini Cara Garuda Bayar Utang Rp 142 T

19 Juni 2022

Erick Thohir Ungkap Suntikan Modal Rp 3 T Waskita Dialihkan ke HK

7 Agustus 2023

Perjuangan Mantri BRI Beri Akses Perbankan Masyarakat di Pulau Selaru

10 Oktober 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile