bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Kamis, April 30, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

IHSG Anjlok Hampir 7 Persen, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Christine Natalia by Christine Natalia
19 Maret 2025
in News
0
IHSG Anjlok Hampir 7 Persen, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

IHSG Anjlok Hampir 7 Persen, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Bankterkini.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hampir 7 persen pada sesi pertama perdagangan Selasa (19/3). Kondisi ini menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan sementara aktivitas perdagangan saham.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebut anjloknya IHSG dipengaruhi oleh sentimen global. Salah satu faktor utama adalah kebijakan ekonomi dan perang tarif yang dijalankan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan tersebut membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

“Jika kita lihat, penurunan indeks ini sudah terjadi sejak pekan lalu. Beberapa isu global memicu sikap wait and see dari investor. Hari ini, sebagian besar investor asing bereaksi terhadap pembaruan kebijakan dari Donald Trump, yang menjadi salah satu penyebab melemahnya IHSG,” jelas Iman di kantornya.

Faktor Domestik Jadi Penyebab Utama

Ekonom Wijayanto Samirin memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, pelemahan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor dalam negeri. Setidaknya, terdapat lima sentimen utama yang berkontribusi terhadap anjloknya indeks saham.

Pertama, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Februari yang dinilai kurang baik serta proyeksi fiskal yang berat pada 2025. Data menunjukkan bahwa hingga akhir bulan lalu, Indonesia mencatat defisit sebesar Rp31,2 triliun atau sekitar 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kedua, kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap kurang realistis dan tidak memiliki pendekatan teknokratis yang jelas turut berkontribusi terhadap pelemahan pasar.

Ketiga, skandal korupsi besar di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencoreng citra ekonomi nasional dan mengurangi kepercayaan investor.

Keempat, isu revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menuai kontroversi serta kritik tajam dari berbagai kalangan turut menambah ketidakpastian di pasar.

Kelima, investor juga mewaspadai potensi perubahan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat seperti Fitch, Moody’s, dan S&P, yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Indikator Perekonomian Mengkhawatirkan

Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai bahwa gejolak yang terjadi di pasar saham merupakan indikasi bahwa perekonomian nasional sedang mengalami tekanan berat. Menurutnya, banyak investor yang tidak lagi yakin dengan prospek aset di Indonesia, sehingga memilih untuk melepas kepemilikannya dalam jumlah besar.

“Seperti biasa, jika investor tidak yakin dengan aset yang mereka miliki, mereka akan melepasnya. Ini menunjukkan adanya masalah serius dalam perekonomian,” ungkap Ronny.

Data menunjukkan bahwa aksi jual terbesar justru dilakukan oleh investor domestik. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kondisi ekonomi nasional sedang tidak stabil. Survei dari Universitas Indonesia (UI) juga menunjukkan mayoritas ekonom sepakat bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang tidak dalam kondisi baik.

Penurunan IHSG juga berkaitan dengan melemahnya daya beli masyarakat serta penerimaan negara yang menurun drastis. Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa penerimaan pajak dalam dua bulan pertama tahun ini hanya mencapai Rp187,8 triliun atau 8,6 persen dari target. Angka ini turun 30,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketidakpastian ini berisiko memicu dampak lebih luas, termasuk meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Jika kondisi ini terus berlanjut, stabilitas ekonomi nasional bisa semakin terganggu.

Selain faktor ekonomi, kekecewaan publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah juga berperan dalam penurunan IHSG. Beberapa kebijakan seperti pembentukan Danantara dan revisi UU TNI dianggap memicu kekhawatiran di kalangan investor.

“Jika TNI masuk ke sektor bisnis, ini bisa menimbulkan distorsi. Pasar khawatir akan muncul entitas bisnis yang memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan pelaku usaha lainnya,” tambah Ronny.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG, investor masih menunggu kejelasan dari pemerintah terkait kebijakan ekonomi ke depan. Dalam kondisi seperti ini, stabilitas kebijakan menjadi faktor utama yang dapat mengembalikan kepercayaan pasar.

Tags: Bursa Efek IndonesiaIHSG AnjlokInvestor Pasar ModalPerekonomian IndonesiaSentimen Global
Previous Post

QRIS Tap Resmi Diluncurkan, Hadirkan Kemudahan Pembayaran Digital Berbasis NFC

Next Post

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Potensi Kenaikan Berlanjut?

Next Post
Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Potensi Kenaikan Berlanjut

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Potensi Kenaikan Berlanjut?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menkeu Purbaya Tolak Penyaluran Ballpress Ilegal untuk Korban Bencana Sumatera

Menkeu Purbaya Tolak Penyaluran Ballpress Ilegal untuk Korban Bencana Sumatera

15 Desember 2025
BRI Dorong Mahasiswa IPB Mulai Investasi Sejak Dini

BRI Dorong Mahasiswa IPB Mulai Investasi Sejak Dini

9 November 2023
Kisah Susi Air: Angkut Bakul Ikan hingga Jadi ‘Dewa Penolong’ Tsunami Aceh

Kisah Susi Air: Angkut Bakul Ikan hingga Jadi ‘Dewa Penolong’ Tsunami Aceh

13 Februari 2022
Capai Rp 1 Triliun, Begini Nasib Utang Pembangunan Sirkuit Mandalika

Capai Rp 1 Triliun, Begini Nasib Utang Pembangunan Sirkuit Mandalika

8 Agustus 2023
BRI Optimistis Loan at Risk Capai 10% di 2024

BRI Optimistis Loan at Risk Capai 10% di 2024

7 November 2023
4 Tahun Transformasi KAI sebagai BUMN demi Indonesia Maju

4 Tahun Transformasi KAI sebagai BUMN demi Indonesia Maju

25 Oktober 2023
Andre Rosiade: Komisi VI-KemenBUMN Temukan Solusi untuk Vendor Barata

Andre Rosiade: Komisi VI-KemenBUMN Temukan Solusi untuk Vendor Barata

15 Desember 2021

Riduan Resmi Menjabat Direktur Utama Bank Mandiri, Gantikan Darmawan Junaidi

4 Agustus 2025

Emiten Bank Raksasa Dulang Cuan Jumbo, Bagaimana Prospek Sahamnya?

30 Januari 2023

5 Cara Cek Saldo BRI BRIZZI, Bisa Lewat ATM Hingga HP

8 Agustus 2023

Top! BRI Restrukturisasi Kredit 4 Juta Nasabah Rp 256 T

24 Januari 2023

Fenomena Farel Prayoga hingga Sarino Dir Dur Daeng yang Curi Perhatian

27 Desember 2022

Kredit BRI di 2021 Tumbuh 7,16%, Segmen Mikro Jadi Penyumbang Terbesar

4 Februari 2022

Alasan Pemilik Bikin Rumah DP Rp 0 Jadi Kosan: Kena PHK dan Butuh Uang

24 Juni 2023

Bank Saqu Berhasil Catat Penambahan 400 Ribu Nasabah pada Agustus 2024

20 Agustus 2024

Ledakan Harga! Komoditas Pangan Naik Tajam Sebelum Lebaran

8 April 2024
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile