bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Minggu, Agustus 2, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dipicu Ketegangan Geopolitik Global dan Tekanan Domestik

Christine Natalia by Christine Natalia
23 Juni 2025
in News
0
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dipicu Ketegangan Geopolitik Global dan Tekanan Domestik

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dipicu Ketegangan Geopolitik Global dan Tekanan Domestik

Bankterkini.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 23 Juni 2025. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di posisi Rp16.430 per dolar AS, melemah sebesar 0,31 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat 0,35 persen ke level 99,05 pada pukul 09.00 WIB.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar atas eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dan Israel kembali mencuat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan langsung terhadap situs nuklir Iran pada Sabtu, 21 Juni 2025. Aksi militer tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar global, terutama terkait dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Konflik geopolitik yang memanas mendorong pelaku pasar untuk mencari aset yang dianggap aman seperti emas dan dolar AS. Arus modal pun mengalir keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia, yang pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah.

Dalam kondisi seperti ini, para analis memperkirakan bahwa tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Ekonom dari Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail, memperkirakan nilai tukar rupiah dapat melemah hingga menyentuh level Rp16.800 per dolar AS apabila situasi geopolitik tidak mereda.

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga diperparah oleh kondisi domestik. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.350 hingga Rp16.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Ia menilai, selain pengaruh ketegangan global, pelemahan nilai tukar rupiah juga dipicu oleh tekanan fiskal dan meningkatnya inflasi impor.

Kombinasi antara lonjakan harga barang impor dan pelemahan daya beli dalam negeri menambah beban terhadap stabilitas ekonomi makro Indonesia. Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dan cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman.

Penguatan dolar AS juga tak lepas dari persepsi pasar yang melihat ekonomi AS lebih tahan terhadap gejolak global dibandingkan negara berkembang. Hal ini turut memperbesar tekanan terhadap mata uang seperti rupiah.

Hingga pertengahan tahun 2025, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar dan penyesuaian kebijakan moneter. Namun, dinamika global yang penuh ketidakpastian masih menjadi tantangan utama.

Dengan kondisi global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pelaku pasar disarankan untuk terus mencermati perkembangan situasi geopolitik serta arah kebijakan ekonomi dalam negeri. Rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam beberapa waktu ke depan, seiring tingginya tekanan dari sisi eksternal maupun internal.

Tags: dolar AS menguatEkonomi Globalkonflik Iran IsraelNilai Tukar RupiahPasar keuanganRupiah Melemah
Previous Post

APBN 2025 Defisit Rp21 Triliun per Mei, Penerimaan Negara Belum Maksimal

Next Post

Eskalasi Konflik Iran Israel dan Ancaman Global Penutupan Selat Hormuz

Next Post
Eskalasi Konflik Iran Israel dan Ancaman Global Penutupan Selat Hormuz

Eskalasi Konflik Iran Israel dan Ancaman Global Penutupan Selat Hormuz

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Daerah Genjot Inovasi di Transaksi Pembayaran Digital

Bank Daerah Genjot Inovasi di Transaksi Pembayaran Digital

3 Agustus 2023

Ini Beras Hitam Asal Desa Kandar yang Kaya Manfaat

14 Oktober 2022
Ungkap Kondisi BUMN Karya, Rosan Roeslani: Perlu Perhatian Khusus

Ungkap Kondisi BUMN Karya, Rosan Roeslani: Perlu Perhatian Khusus

15 Agustus 2023
Viral Nasabah Robek Buku Tabungan Gegara Saldo Berkurang, BRI Buka Suara

Viral Nasabah Robek Buku Tabungan Gegara Saldo Berkurang, BRI Buka Suara

26 Juni 2022
Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Hingga Pertamax Turbo Per 12 September 2022

Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Hingga Pertamax Turbo Per 12 September 2022

12 September 2022
Ekspansi Pasar Jepang, BNI Tokyo Pindah Ke Business District

Ekspansi Pasar Jepang, BNI Tokyo Pindah Ke Business District

9 Juni 2022
Biar Nggak Kelewatan, Cek Dulu Namamu di Penerima BLT Rp 1 Juta

Biar Nggak Kelewatan, Cek Dulu Namamu di Penerima BLT Rp 1 Juta

26 Mei 2022

Peluncuran Muslimpreneur BSI, Erick Thohir Bicara Tingkat Wirausaha Indonesia

20 Januari 2022

BNI Berbagi, Salurkan Bantuan untuk Ratusan Perawat dan Bidan

22 Januari 2022

Tekan Produk Impor di e-Commerce, Ketua DPD Minta UMKM Diperkuat

26 Oktober 2021

Menggiurkan! Berkat Holding UMi 2 Usaha Ini Raih Omzet Puluhan Juta

3 Januari 2022

BRI Nilai Reformasi KUR Percepat Graduasi UMKM Naik Kelas

4 Mei 2023

bank bjb Pepet KCIC buat Jadi Bank Transaksi Kereta Cepat

23 November 2023

Cek Bansos Menjelang Ramadhan 2023 Lewat Website dan Aplikasi

22 Maret 2023

Kemenkeu dan Banggar DPR Rapat Bahas BBM Besok, Harga Mau Naik?

30 Juni 2022

Bagas/Fikri Diajak Keliling Kantor BNI di London, Akui Kagum dan Bangga

22 Maret 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile