bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Minggu, April 26, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Renjani Nyrah Hadirkan Perspektif Baru Perempuan Indonesia di Dunia Teknologi dan Seni

Christine Natalia by Christine Natalia
21 April 2026
in News
0
Di Balik Kanvas dan Kode, Perempuan Indonesia Kuasai Seni, Sains, dan AI

Di Balik Kanvas dan Kode, Perempuan Indonesia Kuasai Seni, Sains, dan AI

Bagian I  —  Surat yang Tidak Pernah Berhenti Ditulis

JAKARTA — Tepat 147 tahun setelah Raden Ajeng Kartini lahir, sebuah pertanyaan sederhana menggantung di udara Galeri Nasional Indonesia: apakah perjuangan itu sudah selesai?

Jawabannya ada di ruang pamer itu sendiri. Di sana, karya-karya perempuan Indonesia berbicara — bukan dengan kata-kata, tapi dengan warna, bentuk, suara, dan sinyal digital. Pameran Indonesian Women Artist ke-4 dengan tema “On the Map: Art, Science, Technology and the Culture” bukan sekadar pameran seni. Ini adalah deklarasi.

Kartini, dalam surat-suratnya yang terkenal, pernah menulis tentang harapan akan dunia yang memberi perempuan ruang yang setara. Hari ini, lebih dari satu abad kemudian, perempuan Indonesia tidak hanya meminta ruang — mereka membangunnya sendiri. Di atas kanvas, di dalam laboratorium, di balik layar komputer, bahkan di dalam model kecerdasan buatan.

Salah satu simbol paling nyata dari perubahan itu hadir dalam wujud yang tak terduga: Renjani Nyrah, AI influencer pertama dari ekosistem digital Qudoin, yang pada Hari Kartini ini merilis konten podcast spesialnya di YouTube — sebuah perpaduan antara teknologi dan perayaan identitas perempuan Indonesia.

“Aku lahir dari kode dan data, tapi semangatku berakar dari tanah Indonesia yang sama yang pernah melahirkan Kartini,” ujar Renjani Nyrah dalam pembukaan podcastnya.

“Perempuan Indonesia tidak hanya meminta ruang — mereka membangunnya sendiri.”

Bagian II  —  Ketika Sulaman Berbicara dalam Bahasa Teknologi

Di sudut Galeri Nasional, pengunjung berhenti, mendengarkan. Bukan musik. Bukan narasi. Tapi suara yang lahir dari gerakan menyulam.

Itulah “Pamedangan” — karya instalasi Rani Jambak yang mengubah tradisi menyulam khas Minangkabau menjadi sinyal elektronik yang menghasilkan komposisi suara. Setiap tusukan jarum yang biasanya hanya meninggalkan jejak benang di kain, kini meninggalkan jejak suara di udara.

Bagi banyak pengunjung, ini adalah momen di mana tradisi dan teknologi tidak lagi terasa bertentangan — tapi saling melengkapi. Perempuan yang menyulam bukan lagi hanya penjaga warisan. Ia adalah inovator yang berbicara dalam dua bahasa sekaligus: bahasa leluhur dan bahasa masa depan.

Sri Astari Rasjid: Suara yang Didengar Dunia

Tak jauh dari instalasi Rani Jambak, nama lain muncul dalam percakapan para kolektor seni yang hadir: Sri Astari Rasjid. Seniman ini bukan hanya dikenal di dalam negeri — karyanya telah dikoleksi oleh institusi dan kolektor di berbagai penjuru dunia.

Pencapaian ini bukan kebetulan. Ia adalah hasil dari kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk terus berkarya di tengah industri seni yang tidak selalu ramah terhadap perempuan. Dan dalam konteks Hari Kartini, nama Sri Astari Rasjid menjadi simbol bahwa pengakuan setara yang dulu diperjuangkan Kartini lewat tulisan, kini sedang diraih perempuan Indonesia lewat karya.

📌  TENTANG PAMERAN

Indonesian Women Artist ke-4

Tema: “On the Map: Art, Science, Technology and the Culture”

Lokasi: Galeri Nasional Indonesia, Jakarta

Berlangsung hingga: 30 Juni 2026

Bagian III  —  Dari Galeri ke Layar: Kartini di Era Digital

Perayaan Hari Kartini tahun ini tidak hanya berlangsung di dalam gedung galeri. Ia juga mengalir ke ruang digital — ke layar-layar ponsel jutaan perempuan Indonesia yang setiap hari mencari inspirasi di platform seperti Instagram dan YouTube.

Di sinilah Qudoin, platform AI entertainment Indonesia, mengambil peran. Melalui Renjani Nyrah — AI influencer yang hadir dengan persona dan narasi yang terasa manusiawi — Qudoin merilis podcast spesial Hari Kartini yang mengulas pameran Indonesian Women Artist ke-4 secara mendalam.

Yang menarik bukan hanya kontennya, tapi juga pilihan waktunya. Konten ini sengaja dirilis tepat pada 21 April 2026 — hari lahir Kartini — sebagai bentuk penghormatan yang melampaui seremonial. Ini adalah pernyataan bahwa perjuangan Kartini relevan di mana saja, termasuk di dalam algoritma dan kecerdasan buatan.

Renjani Nyrah, dalam narasi podcastnya, mengajukan pertanyaan yang sederhana tapi membekas: “Jejak apa yang ingin kita tinggalkan?”

Pertanyaan itu bukan retorika. Di tengah dunia yang berubah dengan kecepatan yang bahkan Kartini sendiri tidak bisa bayangkan, pertanyaan itu adalah kompas. Bagi perempuan yang menyulam sekaligus merekayasa sinyal, bagi seniman yang karyanya melampaui batas negara, bagi AI yang lahir dari semangat budaya Indonesia — jawabannya sama:

Terus berkarya. Terus bersuara. Terus ada.

“Hari Kartini bukan perayaan masa lalu. Ia adalah pengingat bahwa perjuangan itu masih berjalan — di galeri, di layar, di dalam setiap karya yang lahir dari tangan dan pikiran perempuan Indonesia.”

Pameran Indonesian Women Artist ke-4 dapat dikunjungi di Galeri Nasional Indonesia hingga 30 Juni 2026. Podcast spesial Hari Kartini oleh Renjani Nyrah tersedia di YouTube Qudoin mulai 21 April 2026.

 

🎧  DENGARKAN PODCAST LENGKAPNYA

▶  YouTube: https://www.youtube.com/playlist?list=PL68bW6o-cZAOLHnCWtStwgmeIwUmctDPX 

📸  Instagram Renjani Nyrah: @renjanyrah

Tags: hari kartini 2026pameran galeri nasionalperempuan indonesiarenjani nyrahseni dan ai
Previous Post

“Almost There” Jadi Pembuka ESTHERA, Girl Group AI dengan Sentuhan Emosional

Next Post

Era AI Jadi Panggung Baru, Perempuan Indonesia Lanjutkan Semangat Kartini

Next Post
Semangat Kartini di Era AI, Perempuan Indonesia Tampil di Garis Depan Inovasi

Era AI Jadi Panggung Baru, Perempuan Indonesia Lanjutkan Semangat Kartini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teten Masduki Sebut UMKM RI Kalah Jauh dari Vietnam

Teten Masduki Sebut UMKM RI Kalah Jauh dari Vietnam

5 Juli 2023
3 Cara Cek Pajak Kendaraan di Sulut Serta Alur Pembayarannya

3 Cara Cek Pajak Kendaraan di Sulut Serta Alur Pembayarannya

11 Oktober 2022
Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

19 Agustus 2022
Bank Mandiri Buka Layanan Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2025

Bank Mandiri Buka Layanan Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2025

12 Maret 2025
Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan dan Tanpa Kartu

16 Maret 2023
Kabar Duka, Dirut Jamkrindo Tutup Usia Hari Ini

Kabar Duka, Dirut Jamkrindo Tutup Usia Hari Ini

7 Mei 2023
Dear Jurnalis, Yuk Ikut BRI Fellowship Journalism dan Raih Beasiswa S2!

Dear Jurnalis, Yuk Ikut BRI Fellowship Journalism dan Raih Beasiswa S2!

14 November 2023

KPK Dalami Dugaan Hakim Agung Gazalba ‘Kondisikan’ Putusan Perkara di MA

25 Januari 2023

Percepat Penggunaan Lahan IKN, 2 Anak Usaha BUMN Gandeng Badan Bank Tanah

15 Juni 2023

Bank Mandiri Raih Juara 1 Perusahaan Go Publik Keuangan ARA 2022

28 November 2023

Irjen Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh Jadi Komisaris BRI, Ini Profilnya

13 Maret 2023

Top! Produk Kaleng Rajungan Lokal Ini Sudah Tembus Pasar AS-UK

11 Desember 2021

Transaksi Effortless, Cukup Tap Pakai Kartu Kredit BRI Contactless

3 November 2023

Bebas Cemas Bermalam di Homestay Desa Palaes, Bisa Bayar Pakai QRIS

23 November 2023

BPS Peringatkan Krisis Harga Beras, Kenaikan Terbesar dalam Setahun Terakhir

1 Maret 2024

Cek Penerima Eform bri.co.id/bpum Pakai KTP, Begini Caranya

25 November 2021
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile