bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

WIKA Masih Menanggung Beban dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Christine Natalia by Christine Natalia
18 Agustus 2025
in News
0
WIKA Masih Menanggung Beban dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

WIKA Masih Menanggung Beban dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bankterkini.com – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), salah satu anggota konsorsium proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau WHOOSH, masih menghadapi beban keuangan yang cukup besar dari pembangunan infrastruktur transportasi tersebut. Beban itu terdiri dari klaim yang belum dibayarkan hingga penurunan nilai investasi perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2025, WIKA mencatat saldo pekerjaan dalam proses konstruksi (PDPK) senilai Rp5,01 triliun. Saldo ini berisi klaim atas pengerjaan proyek yang masih menunggu penyelesaian melalui mekanisme adendum, arbitrase, maupun mediasi.

Klaim tersebut muncul akibat pembengkakan biaya atau cost overrun selama pembangunan kereta cepat. Dengan kata lain, saldo PDPK mencerminkan piutang konstruksi yang tengah ditagihkan WIKA kepada pemilik proyek, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Manajemen perusahaan menegaskan bahwa upaya penagihan senilai Rp5,01 triliun masih berlangsung. Proses ini diharapkan dapat memperbaiki posisi keuangan WIKA di tengah beban berat yang ditanggung akibat proyek strategis nasional tersebut.

WHOOSH sendiri berada di bawah naungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang terdiri dari PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), WIKA, serta KAI sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi sekitar 58,53%.

Selain piutang konstruksi, WIKA juga menghadapi penurunan nilai investasi hingga lebih dari Rp4 triliun. Penurunan tersebut berkaitan langsung dengan porsi penyertaan modal WIKA di PSBI sebagai salah satu anggota konsorsium.

Pada 28 November 2022, PT Wijaya Karya Tbk menyetor modal sebesar Rp6,11 triliun ke PSBI sehingga tercatat memiliki 39,12% kepemilikan saham. Namun, posisi itu berubah pada Desember 2024 saat PSBI menerbitkan 2,69 juta saham senilai Rp2,69 triliun. Saham baru tersebut sepenuhnya diserap oleh KAI sehingga porsi kepemilikan WIKA terdilusi menjadi 33,36%.

Per 30 Juni 2025, saldo penyertaan modal WIKA di PSBI tercatat senilai Rp2,39 triliun. Angka itu menunjukkan akumulasi penurunan nilai investasi setara Rp4,32 triliun dibandingkan dengan total setoran modal awal perusahaan.

Tekanan finansial dari proyek KCJB menambah daftar tantangan yang harus dihadapi WIKA dalam memperbaiki kinerja keuangannya. Di tengah situasi ini, perusahaan masih berfokus pada proses restrukturisasi, efisiensi operasional, serta penguatan arus kas.

Pemerintah sebelumnya menempatkan proyek WHOOSH sebagai salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta menjadi simbol modernisasi transportasi di Indonesia. Namun, beban biaya yang lebih besar dari perkiraan awal membuat konsorsium, termasuk WIKA, perlu menanggung konsekuensi finansial yang cukup signifikan.

Sejauh ini, PT Wijaya Karya Tbk tetap menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kewajiban serta mengupayakan penyelesaian klaim yang masih tertunda. Keberhasilan penagihan piutang Rp5,01 triliun diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki kondisi finansial perusahaan ke depan.

Tags: InvestasiKCJBkonsorsiumWHOOSHWIKA
Previous Post

Pemerintah Jelaskan Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen di Tengah Maraknya PHK

Next Post

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

Next Post
Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Napak Tilas Makam Samparaja Daeng Malaja, Raja Pertama di Kerajaan Tiro

Napak Tilas Makam Samparaja Daeng Malaja, Raja Pertama di Kerajaan Tiro

13 November 2023

Hiruk Pikuk Pasar Wini NTT, Ada yang Belanja dari Negeri Tetangga

30 Agustus 2022
Ada Sponsor dari Indonesia di Mobil Balap Valentino Rossi

Ada Sponsor dari Indonesia di Mobil Balap Valentino Rossi

11 Januari 2023
Macam-macam Gaji BUMN dari Telkom hingga Pertamina, Bikin Ngiler!

Macam-macam Gaji BUMN dari Telkom hingga Pertamina, Bikin Ngiler!

14 April 2022
Bos BSI Respons Kabar Mau Akuisisi BTN Syariah

Bos BSI Respons Kabar Mau Akuisisi BTN Syariah

19 September 2023
Beri Kesejahteraan Karyawan, BRI Berencana Buyback Saham Setiap Tahun

Beri Kesejahteraan Karyawan, BRI Berencana Buyback Saham Setiap Tahun

14 Oktober 2022
Kartu Kredit Pemerintah Nggak Pakai Visa-Mastercard, tapi GPN

Kartu Kredit Pemerintah Nggak Pakai Visa-Mastercard, tapi GPN

17 Maret 2023

Biar Gak Kebobolan, Ini 7 Tips Menyimpan Uang di Bank dengan Aman

20 Januari 2023

Iklan Pinjol di Medsos Makin Meresahkan, OJK Diminta Turun Tangan

2 Oktober 2023

Total 9 Pelaku Sindikat Pemalsuan Berkas Nasabah Bank di Bengkulu Ditangkap

26 Februari 2022

BRI Miliki 170.000 Agen BRILink di Seluruh Pelosok RI

21 November 2023

Menabung yang Benar Itu Seperti Apa Sih? (Bagian 2)

1 November 2021

Beasiswa Pemkot Medan 2023 bagi Mahasiswa, Berikut Informasi Lengkapnya

31 Maret 2023

RI Mau Nego China (Lagi) Biar Bunga Pinjaman Kereta Cepat Jadi 3%

12 April 2023

Cerita Produsen Aksesori Gabung UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR

4 November 2023

Layanan Keuangan Digital Bisa Jadi Akses UMKM ASEAN Dapat Pendanaan

7 September 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile