bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

WIKA Masih Menanggung Beban dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Christine Natalia by Christine Natalia
18 Agustus 2025
in News
0
WIKA Masih Menanggung Beban dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

WIKA Masih Menanggung Beban dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bankterkini.com – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), salah satu anggota konsorsium proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau WHOOSH, masih menghadapi beban keuangan yang cukup besar dari pembangunan infrastruktur transportasi tersebut. Beban itu terdiri dari klaim yang belum dibayarkan hingga penurunan nilai investasi perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2025, WIKA mencatat saldo pekerjaan dalam proses konstruksi (PDPK) senilai Rp5,01 triliun. Saldo ini berisi klaim atas pengerjaan proyek yang masih menunggu penyelesaian melalui mekanisme adendum, arbitrase, maupun mediasi.

Klaim tersebut muncul akibat pembengkakan biaya atau cost overrun selama pembangunan kereta cepat. Dengan kata lain, saldo PDPK mencerminkan piutang konstruksi yang tengah ditagihkan WIKA kepada pemilik proyek, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Manajemen perusahaan menegaskan bahwa upaya penagihan senilai Rp5,01 triliun masih berlangsung. Proses ini diharapkan dapat memperbaiki posisi keuangan WIKA di tengah beban berat yang ditanggung akibat proyek strategis nasional tersebut.

WHOOSH sendiri berada di bawah naungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang terdiri dari PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), WIKA, serta KAI sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi sekitar 58,53%.

Selain piutang konstruksi, WIKA juga menghadapi penurunan nilai investasi hingga lebih dari Rp4 triliun. Penurunan tersebut berkaitan langsung dengan porsi penyertaan modal WIKA di PSBI sebagai salah satu anggota konsorsium.

Pada 28 November 2022, PT Wijaya Karya Tbk menyetor modal sebesar Rp6,11 triliun ke PSBI sehingga tercatat memiliki 39,12% kepemilikan saham. Namun, posisi itu berubah pada Desember 2024 saat PSBI menerbitkan 2,69 juta saham senilai Rp2,69 triliun. Saham baru tersebut sepenuhnya diserap oleh KAI sehingga porsi kepemilikan WIKA terdilusi menjadi 33,36%.

Per 30 Juni 2025, saldo penyertaan modal WIKA di PSBI tercatat senilai Rp2,39 triliun. Angka itu menunjukkan akumulasi penurunan nilai investasi setara Rp4,32 triliun dibandingkan dengan total setoran modal awal perusahaan.

Tekanan finansial dari proyek KCJB menambah daftar tantangan yang harus dihadapi WIKA dalam memperbaiki kinerja keuangannya. Di tengah situasi ini, perusahaan masih berfokus pada proses restrukturisasi, efisiensi operasional, serta penguatan arus kas.

Pemerintah sebelumnya menempatkan proyek WHOOSH sebagai salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta menjadi simbol modernisasi transportasi di Indonesia. Namun, beban biaya yang lebih besar dari perkiraan awal membuat konsorsium, termasuk WIKA, perlu menanggung konsekuensi finansial yang cukup signifikan.

Sejauh ini, PT Wijaya Karya Tbk tetap menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kewajiban serta mengupayakan penyelesaian klaim yang masih tertunda. Keberhasilan penagihan piutang Rp5,01 triliun diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki kondisi finansial perusahaan ke depan.

Tags: InvestasiKCJBkonsorsiumWHOOSHWIKA
Previous Post

Pemerintah Jelaskan Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen di Tengah Maraknya PHK

Next Post

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

Next Post
Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daftar Kode Bank Syariah Indonesia Lengkap

Daftar Kode Bank Syariah Indonesia Lengkap

30 Juli 2022
Wamen BUMN Rosan Sebut Transformasi SDM Bisa Jadi Kunci BNI Go Global

Wamen BUMN Rosan Sebut Transformasi SDM Bisa Jadi Kunci BNI Go Global

2 Agustus 2023
BSI: Meluruskan Kesalahpahaman Masyarakat tentang Bank Syariah

BSI: Meluruskan Kesalahpahaman Masyarakat tentang Bank Syariah

21 Desember 2022
Andre Rosiade Salurkan Bantuan Rp 1,4 M untuk Korban Gempa Sumbar

Andre Rosiade Salurkan Bantuan Rp 1,4 M untuk Korban Gempa Sumbar

5 Maret 2022
Geger Dugaan Waskita-WIKA Poles Laporan Keuangan Diungkap Wamen BUMN

Geger Dugaan Waskita-WIKA Poles Laporan Keuangan Diungkap Wamen BUMN

7 Juni 2023
Cara Mengajukan KUR BRI 2023, Penting Buat Pemilik UMKM

Cara Mengajukan KUR BRI 2023, Penting Buat Pemilik UMKM

16 September 2023
Gaji Ozil 2 Kali Lipatnya Direksi Bank BUMN, Raffi Ahmad Sanggup?

Gaji Ozil 2 Kali Lipatnya Direksi Bank BUMN, Raffi Ahmad Sanggup?

10 Januari 2022

Indonesia Harus Penuhi Komitmen Besar Usai AS Turunkan Tarif Impor

24 Juli 2025

Ada BRILIANPRENEUR 2021, Masyarakat Diminta Dukung Produk Lokal

9 Desember 2021

PAN Sebut Elektabilitas Erick Thohir Melejit Karena Kinerja di BUMN

28 Maret 2023

Mau Kerja di BUMN Top? BRI Lagi Buka Lowongan BRILian Future Leader

6 Oktober 2022

Curhat Mantri BRI Saat Menemukan Agen BRILink ‘Nakal’

13 Mei 2023

Purbaya Ungkap Rencana Pergantian Pejabat DJBC dan Penataan Internal

28 Januari 2026

Teten Resmikan SPBU Nelayan di Pekalongan, Harga Solarnya Rp 6.800/Liter

30 Agustus 2023

Ini Profil Harry Warganegara, Dirut BUMN yang Pistolnya Meletus di Bandara

19 April 2023

Fokus Bisnis BNI Disorot Anggota DPR

14 September 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile