bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Rabu, Juni 17, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Nasabah Bank Mandiri Ramai-ramai ‘Bye-bye Dolar AS’, Nih Buktinya

admin by admin
17 November 2021
in info Bank
0
Nasabah Bank Mandiri Ramai-ramai ‘Bye-bye Dolar AS’, Nih Buktinya

Jakarta –

Salah satu bank BUMN, PT Bank Mandiri Tbk telah memberikan fasilitas local currency settlement (LCS) untuk pelaku usaha sejak 2018 lalu. Artinya pelaku usaha bisa bertransaksi antar negara dengan menggunakan uang lokal atau tanpa dolar AS.

Managing Director of Treasury & International Bank Mandiri Panji Irawan mengungkapkan ke depan masih ada potensi besar transaksi perdagangan menggunakan LCS ini.

“Kami optimis ada peningkatan LCS yang dapat dilakukan untuk mata uang lokal dalam transaksi bilateral,” kata Panji dalam diskusi virtual, Rabu (17/11/2021).

Dia sejak diluncurkan LCS Indonesia dan Malaysia sudah terjadi peningkatan hingga 221% dan dengan Thailand 91% periode September 2021. Kemudian untuk transaksi LCS dengan Jepang tercatat US$ 984 juta ekuivalen. Menurut dia memang ada permintaan yang signifikan terkait LCS ini.

Panji juga menjelaskan, Bank Mandiri berupaya untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan penyesuaian yang cepat di tengah kondisi ekonomi yang penuh dengan tantangan.

Bank Mandiri berupaya untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan pelayanan nasabah untuk transaksi perdagangan bilateral ini. Saat ini pasar keuangan domestik Indonesia masih punya ketergantungan yang tinggi akan mata uang asing.

Karena itu LCS dibutuhkan untuk menghadapi kondisi ini. Selain itu dengan LCS diharapkan bisa mengurangi risiko volatilitas yang selalu muncul atas stabilitas nilai tukar rupiah.

Kerangka kerja LCS antara Indonesia dengan kedua negara mitra dagang meliputi diantaranya, penggunaan kuotasi nilai tukar mata uang asing secara langsung (direct quotation) antara Indonesia dengan kedua negara dalam valuta masing-masing negara, underlying transaksi LCS termasuk investasi langsung serta layanan remittance. Selain itu, juga terdapat relaksasi regulasi dalam melakukan transaksi valuta asing dalam mata uang Rupiah, Ringgit dan Yuan.

Penerapan LCS bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan dolar AS baik dalam transaksi perdagangan investasi maupun remittance.

Nilai likuiditas juga semakin terjamin berkat adanya kerja sama kemitraan dengan bank di negara setempat yang juga bertindak sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Hal ini juga akan berdampak pada biaya hedging yang lebih efisien khususnya bagi pendanaan jangka panjang.

Duta Besar Republik Indonesia untuk China Merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun mengungkapkan untuk hubungan dagang dengan China saat ini Indonesia memang sedang mesra.

Apalagi ada kesepakatan untuk pengembangan 4 koridor ekonomi. Mulai dari Sumatera Utara untuk ekonomi bisnis hub untuk ASEAN. Lalu di Kalimantan Utara ada energi dan mineral hub. Selanjutnya di Bali high tech creative economic hub dan Sulawesi Utara Pasifik Rim.

“Tetapi selain hub ini ada namanya non koridor yaitu proyek Kereta Cepat, Jakarta-Bandung,” ujar dia.

(kil/das)

Previous Post

Kuasai 78% Saham, BPKH Jadi Pengendali Bank Muamalat

Next Post

Polri Ungkap Peran 13 Tersangka Jaringan Pinjol Ilegal Bikin Ibu Bunuh Diri

Next Post
Polri Ungkap Peran 13 Tersangka Jaringan Pinjol Ilegal Bikin Ibu Bunuh Diri

Polri Ungkap Peran 13 Tersangka Jaringan Pinjol Ilegal Bikin Ibu Bunuh Diri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menggiurkan! Berkat Holding UMi 2 Usaha Ini Raih Omzet Puluhan Juta

Menggiurkan! Berkat Holding UMi 2 Usaha Ini Raih Omzet Puluhan Juta

3 Januari 2022
Istri Hasbi Hasan Kembali Tolak Diperiksa Jadi Saksi di Kasus Suap MA

Istri Hasbi Hasan Kembali Tolak Diperiksa Jadi Saksi di Kasus Suap MA

4 Oktober 2023
Legislator PD Soroti Rangkap Jabatan Komisaris eks Wamenkeu Mardiasmo

Legislator PD Soroti Rangkap Jabatan Komisaris eks Wamenkeu Mardiasmo

20 Maret 2023
Begini Cara BRI Dukung dan Dampingi Petani Kopi Akar Wangi di Garut

Begini Cara BRI Dukung dan Dampingi Petani Kopi Akar Wangi di Garut

20 November 2023
Kapan Transmart Gelar Midnight Sale? Ini Jawaban CT

Kapan Transmart Gelar Midnight Sale? Ini Jawaban CT

21 Maret 2023
Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Hampir Rp600 Triliun untuk Bunga Utang 2026

19 Agustus 2025
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, BRI Buka Akses Ekspor untuk UMKM

Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, BRI Buka Akses Ekspor untuk UMKM

2 Desember 2022

UMKM Pulih, BRI Tancap Gas 3 Bulan Cetak Laba Rp 12,22 T

26 April 2022

Luhut Blak-blakan Soal Jebakan Utang China di Balik Proyek Kereta Cepat

25 Mei 2022

Buka Rekening BritAma Bisnis, Nasabah Bisa Dapat Tambahan Saldo Cuma-cuma

23 Juni 2023

Top! BRI Restrukturisasi Kredit 4 Juta Nasabah Rp 256 T

24 Januari 2023

Cerita Para Nasabah BPR yang Terbantu Klaim Simpanan Lewat LPS

13 Desember 2021

Erick Thohir Harap Proyek Kawasan BHC Jadi Ekosistem Berkelanjutan

18 Maret 2023

DKI Sebut Kenaikan Harga Pangan Saat Ramadan Akibat Konflik Rusia-Ukraina

8 April 2022

BSI Eror Diduga Kena Serangan Siber, Dirut Beri Penjelasan

11 Mei 2023

Tabungan Nasabah Bank Sulselbar Rp 10 M Raib Diusut Berbeda Polisi dan Jaksa

10 November 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile