bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen pada 2026

Christine Natalia by Christine Natalia
13 Oktober 2025
in News
0
Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen pada 2026

Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen pada 2026

Bankterkini.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perekonomian Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat pada tahun 2026. Ia optimistis, pada paruh kedua 2026, pertumbuhan ekonomi nasional dapat menembus level 6 persen setelah selama satu dekade terakhir stagnan di kisaran 5 persen.

Menurut Purbaya, berbagai kebijakan yang telah disiapkan pemerintah diyakini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa masa perlambatan yang sempat terjadi pada tahun ini akan menjadi titik balik menuju pemulihan yang lebih solid.

“Saya pikir, pada semester kedua tahun 2026, ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen atau bahkan lebih,” ujarnya dalam sebuah program televisi nasional, Senin (13/10/2025).

Proyeksi Pemulihan Ekonomi 2026

Purbaya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 kemungkinan masih melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di level 5,12 persen. Namun, ia memperkirakan pada kuartal IV-2025, laju pertumbuhan akan meningkat hingga 5,5 persen. Kenaikan tersebut diharapkan menjadi sinyal awal bagi penguatan ekonomi menjelang tahun 2026.

Pemerintah, kata Purbaya, telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat perputaran ekonomi. Salah satunya melalui kebijakan pelepasan dana menganggur atau idle fund yang selama ini tersimpan di Bank Indonesia (BI). Dana tersebut kini mulai disalurkan ke lima bank milik negara guna meningkatkan likuiditas perbankan dan memperluas penyaluran kredit ke sektor produktif.

Stimulus Ekonomi Purbaya dari Dana APBN

Sejak 12 September 2025, Kementerian Keuangan telah menempatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dilakukan dari total dana sekitar Rp 450 triliun yang sebelumnya mengendap di BI.

Purbaya menjelaskan, kebijakan tersebut diharapkan dapat melonggarkan likuiditas dan mendorong peningkatan uang primer atau M0. Perputaran uang yang lebih lancar akan menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan penempatan dana itu, bank akan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit. Efeknya bisa langsung dirasakan pada aktivitas ekonomi di berbagai sektor,” ungkapnya.

Dua Mesin Penggerak Ekonomi

Lebih lanjut, Purbaya menuturkan bahwa model pengelolaan baru APBN akan mengaktifkan dua mesin utama penggerak ekonomi. Mesin pertama bersumber dari belanja negara melalui program APBN, sementara mesin kedua berasal dari sektor swasta melalui konsumsi rumah tangga dan investasi.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga memperketat pemantauan penyerapan anggaran kementerian dan lembaga. Ia menegaskan bahwa dana yang tidak terserap dengan cepat akan segera dialihkan kepada program yang lebih membutuhkan, sehingga belanja pemerintah tetap efektif dan berdampak nyata.

“Belanja negara harus produktif. Kalau anggarannya tidak terserap, kita akan pindahkan ke sektor yang lebih membutuhkan agar perputaran ekonomi tetap berjalan,” ujarnya.

Antisipasi Dampak Sosial dan Politik

Purbaya juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Ia meminta dukungan dari seluruh pihak, baik kementerian, lembaga, BUMN, maupun sektor swasta. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar tidak muncul kembali perlambatan ekonomi yang bisa menimbulkan ketegangan sosial dan politik.

Ia mengakui, pada kuartal III-2025, aktivitas ekonomi sempat melambat akibat aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di beberapa wilayah. Namun, kondisi tersebut diyakini bersifat sementara dan akan segera pulih seiring stabilisasi ekonomi serta penyaluran stimulus pemerintah.

“Triwulan ketiga memang sempat turun karena gejolak yang terjadi, tapi pada triwulan keempat kita perkirakan bisa mencapai 5,5 persen,” jelasnya.

Dengan serangkaian kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung, Menteri Keuangan Purbaya berharap Indonesia mampu keluar dari “kutukan 5 persen” dan membuka babak baru pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif pada 2026.

Tags: APBNKebijakan fiskallikuiditasPertumbuhan EkonomiPurbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Kuat di Kuartal III dan IV 2025

Next Post

Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Evaluasi Sistem Keuangan dan Kebijakan DHE

Next Post
Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Evaluasi Sistem Keuangan dan Kebijakan DHE

Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Evaluasi Sistem Keuangan dan Kebijakan DHE

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuasa Hukum Mularis Minta Polda Sumsel Kembalikan Rp 21M yang Disita

Kuasa Hukum Mularis Minta Polda Sumsel Kembalikan Rp 21M yang Disita

28 Agustus 2022
BI Fast Adalah: Kenali Manfaat serta Bedanya dengan RTO, RTGS, dan SKNBI

BI Fast Adalah: Kenali Manfaat serta Bedanya dengan RTO, RTGS, dan SKNBI

11 Juli 2023
Pj Gubernur DKI Heru Budi Datangi Kementerian BUMN, Ada Apa?

Pj Gubernur DKI Heru Budi Datangi Kementerian BUMN, Ada Apa?

19 Oktober 2022
13 Tersangka Pembobol Bank Jateng Rp 20 M Ajukan Praperadilan

13 Tersangka Pembobol Bank Jateng Rp 20 M Ajukan Praperadilan

26 Oktober 2021
Libur Nataru Dijamin ‘Banjir Duit’, 2 Bank BUMN Siapkan Uang Tunai Rp 37 T

Libur Nataru Dijamin ‘Banjir Duit’, 2 Bank BUMN Siapkan Uang Tunai Rp 37 T

19 Desember 2022

Bos BRI Bicara UMKM di AIPF 2023

6 September 2023
Launching BRIguna Digital, BRI Targetkan Penyaluran hingga Rp 1 Triliun

Launching BRIguna Digital, BRI Targetkan Penyaluran hingga Rp 1 Triliun

14 Mei 2022

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade Puji Kinerja Bank BRI di Q1 2022

26 April 2022

Erick Thohir Puji Kinerja BRI, Dirut Sunarso Bilang Begini

16 November 2023

Buruan Lamar! Bank Indonesia hingga BUMN Buka Lowongan Kerja Gede-gedean

20 November 2021

Wamen BUMN: Perjalanan Jauh Lebih Lancar Berkat Pelayanan Seluruh Pihak

27 Desember 2024

Bank DKI Raup Laba Rp 939 Miliar di 2022, Tumbuh 29%

8 Februari 2023

Buruan Lamar! Deretan Perusahaan Kelas Kakap Buka Lowongan Kerja Banyak!

26 Oktober 2021

Dear Pemerintah, Ini Curahan Hati Pelaku UMKM

27 Juni 2023

Pantai Cemara Bersolek Menuju Banyuwangi Rebound

26 Oktober 2021

 Peluang Cuan, Begini Tips Memulai Bisnis Crochet

15 Desember 2021
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile