Bankterkini.com – PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) resmi mengganti nama menjadi PT Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu) pada Rabu, 28 Mei 2025. Perubahan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi digital perbankan yang menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar yang semakin dinamis, khususnya bagi para solopreneur dan pelaku usaha kecil menengah.
Didirikan pada tahun 1984, BJJ dikenal sebagai institusi keuangan yang mendukung pelaku usaha mikro dan makro melalui berbagai produk perbankan dan layanan personal. Pada 1989, BJJ resmi menjadi bank umum, sebelum akhirnya diakuisisi oleh PT Astra International Tbk dan perusahaan teknologi finansial asal Hong Kong, WeLab, pada 2022.
Langkah pergantian nama ini tidak hanya bersifat simbolik. Identitas baru sebagai Bank Saqu mencerminkan transformasi menyeluruh, termasuk pendekatan layanan yang kini lebih modern, digital, dan terintegrasi. Bank Saqu menawarkan berbagai fitur inovatif seperti Tabungmatic untuk menabung otomatis, sistem pembayaran QRIS, serta dukungan relationship manager pribadi guna membantu nasabah mengelola keuangan dengan lebih terencana.
Presiden Direktur Bank Saqu, Leo Koesmanto, menyatakan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk mentransformasi layanan perbankan di Indonesia. “Kami menghadirkan perbankan digital yang mudah diakses, andal, dan mendorong pertumbuhan. Relasi yang kuat dengan nasabah menjadi dasar utama kami,” ungkapnya.
Dukungan dari Astra Financial dan WeLab menjadi faktor penting dalam proses transformasi ini. Astra membawa pemahaman mendalam terhadap pasar lokal serta jaringan bisnis yang luas, sementara WeLab memperkuat aspek teknologi dengan keunggulan digital yang telah teruji di kawasan Asia.
Transformasi digital Bank Saqu mulai terlihat sejak akhir 2023 ketika layanan perbankan digital secara resmi diluncurkan. Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam waktu singkat, jumlah nasabah mencapai 2,5 juta orang, dengan sekitar 40 persen berasal dari kalangan solopreneur. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan yang kuat dari segmen pasar tersebut akan layanan keuangan yang mudah dan fleksibel.
Tak hanya dari sisi pertumbuhan pengguna, kinerja keuangan Bank Saqu juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir Desember 2024, total aset mencapai Rp13,11 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 16,91%, memperkuat fondasi bisnis yang berkelanjutan.
Selain itu, Bank ini juga mencatat tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi, terlihat dari Net Promoter Score (NPS) yang mendekati angka 80%. Skor tersebut menjadi indikator kuat bahwa nasabah merasa puas dan bersedia merekomendasikan layanan bank ini kepada orang lain.
Leo menegaskan bahwa transformasi ini menempatkan Bank Saqu sebagai mitra utama bagi nasabah yang bergerak di dunia bisnis. “Kami ingin menjadi institusi keuangan yang tumbuh bersama solopreneur, dengan produk dan fitur yang dirancang sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.
Ke depan, Bank ini juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi digital yang aman, adaptif, dan relevan. Dengan sistem teknologi yang semakin terintegrasi, Bank Saqu siap mendampingi perjalanan finansial generasi baru pelaku usaha di Indonesia.








