bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Minggu, Mei 24, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Dipicu Tren Positif Emas Global

Christine Natalia by Christine Natalia
23 Desember 2025
in News
0
Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Dipicu Tren Positif Emas Global

Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Dipicu Tren Positif Emas Global

Bankterkini.com – Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada awal pekan ini. Kenaikan tersebut mencerminkan sentimen positif yang masih menguat di pasar logam mulia, baik di dalam negeri maupun secara global. Pergerakan harga ini juga menandai berlanjutnya tren apresiasi emas yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025, harga emas Antam ditetapkan sebesar Rp 2.502.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 11.000 dibandingkan posisi terakhir pada Sabtu, 20 Desember 2025. Dengan capaian itu, harga emas Antam resmi menembus level tertinggi baru, melampaui rekor sebelumnya. Kenaikan ini sekaligus mempertegas posisi emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai yang terus diminati masyarakat.

Sejalan dengan harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami peningkatan. Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp 2.361.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 11.000 dibandingkan posisi pada 21 Desember 2025 dan kembali mencetak rekor tertinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan dan likuiditas emas batangan masih terjaga dengan baik di pasar domestik.

Kenaikan harga emas Antam tidak terjadi secara terpisah. Pergerakan tersebut sejalan dengan tren positif harga emas dunia yang juga menguat dalam beberapa hari terakhir. Di pasar global, harga emas spot ditutup pada level US$ 4.342,7 per troy ons pada akhir pekan lalu. Harga tersebut naik sekitar 0,27 persen dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak 20 Oktober.

Meski demikian, secara historis, posisi harga emas dunia saat ini berada di peringkat kedua tertinggi sepanjang sejarah. Rekor tertinggi emas dunia sendiri tercatat pada 20 Oktober, ketika harga emas mencapai puncak sepanjang masa. Dengan posisi saat ini yang mendekati rekor tersebut, pelaku pasar menilai tren kenaikan emas masih memiliki ruang untuk berlanjut, meskipun tetap dibayangi potensi koreksi jangka pendek.

Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, kinerja harga emas global menunjukkan penguatan yang cukup signifikan. Sepanjang pekan lalu, harga emas dunia tercatat naik sekitar 1,04 persen secara point-to-point. Sementara itu, dalam periode satu bulan terakhir, harga emas telah melonjak sekitar 5,15 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Salah satu faktor utama yang menopang penguatan harga emas dunia adalah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter, khususnya di Amerika Serikat. Pelaku pasar menaruh harapan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, berpotensi kembali melanjutkan siklus pelonggaran moneter pada tahun depan. Ekspektasi tersebut turut mendorong minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Harapan akan pelonggaran kebijakan moneter didukung oleh rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Pada November 2025, inflasi inti atau core inflation AS tercatat sebesar 2,6 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak awal 2021 dan dinilai mencerminkan tekanan harga yang semakin mereda. Kondisi ini membuka ruang bagi bank sentral untuk mempertimbangkan penyesuaian suku bunga ke arah yang lebih akomodatif.

Inflasi yang lebih terkendali sering kali menjadi dasar bagi otoritas moneter untuk menurunkan suku bunga acuan. Bagi pasar emas, penurunan suku bunga memiliki implikasi positif. Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Oleh karena itu, ketika suku bunga berada pada level rendah, daya tarik emas cenderung meningkat karena biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih kecil.

Di sisi lain, penguatan harga emas juga dipengaruhi oleh persepsi risiko global yang masih berlangsung. Ketidakpastian terkait pertumbuhan ekonomi, dinamika geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar membuat sebagian investor memilih emas sebagai instrumen penyimpan nilai jangka panjang. Kondisi tersebut turut tercermin pada kenaikan harga emas di pasar domestik, termasuk produk emas batangan Antam.

Dengan mencetak rekor tertinggi baru, harga emas Antam menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap dinamika global. Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari kebijakan moneter global, data ekonomi utama, hingga sentimen pasar. Meski demikian, volatilitas tetap perlu dicermati, mengingat harga emas juga berpotensi mengalami koreksi seiring perubahan ekspektasi pasar.

Tags: emas duniaharga buyback emasHarga Emas Antamlogam mulia Antamrekor emas
Previous Post

UMP 2026 dan Rentang Alfa Picu Kekhawatiran PHK di Sektor Padat Karya

Next Post

Harga BBM Turun per 1 Januari 2026 di Seluruh SPBU Indonesia

Next Post
Harga BBM Turun per 1 Januari 2026 di Seluruh SPBU Indonesia

Harga BBM Turun per 1 Januari 2026 di Seluruh SPBU Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Biaya Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Makin Bengkak, Siapa yang Tanggung?

Biaya Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Makin Bengkak, Siapa yang Tanggung?

21 Juni 2022
Menteri ESDM Pastikan Aturan Pungutan Batu Bara Bakal Terbit Agustus

Menteri ESDM Pastikan Aturan Pungutan Batu Bara Bakal Terbit Agustus

31 Juli 2023
Erick Thohir Bicara Beda BUMN & Swasta, Singgung Harga BBM Pertamina-Shell

Erick Thohir Bicara Beda BUMN & Swasta, Singgung Harga BBM Pertamina-Shell

12 Desember 2021
Hikayat Bandeng Pengentas Kemiskinan: Cerita Desa Binaan BSI di Aceh

Hikayat Bandeng Pengentas Kemiskinan: Cerita Desa Binaan BSI di Aceh

27 Desember 2022
BNI Tebar Reward di FinExpo 2022, Ada Voucher Belanja-Logam Mulia

BNI Tebar Reward di FinExpo 2022, Ada Voucher Belanja-Logam Mulia

29 Oktober 2022
UMKM di Garut Semakin Tumbuh & Tangguh Berkat Dukungan BRI

UMKM di Garut Semakin Tumbuh & Tangguh Berkat Dukungan BRI

20 November 2023
RI Jamu Argentina Malam Ini, Dirut BRI: Potensi untuk Gerakkan Ekonomi

RI Jamu Argentina Malam Ini, Dirut BRI: Potensi untuk Gerakkan Ekonomi

19 Juni 2023

Jangan Salah! Sebelum Beli Asuransi, Wajib Perhatikan Hal Ini

1 Juli 2023

PN Denpasar Vonis Koruptor Dana KUR Bank BUMN 6 Tahun Penjara

12 Januari 2023

THR PNS 2024 Dipastikan Cair Penuh 100%

8 Maret 2024

Redaksi BankTerkini Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H!

10 April 2024

5 Fakta WN Latvia Tersangka Skimming ATM di Jakarta

21 Mei 2022

Ini 10 Perusahaan Bergaji Tinggi di RI, Kantormu Masuk Nggak?

5 Maret 2022

Pesan Ganjar ke Pemudik: Kalau Sopir Ngebut Diingetin

28 April 2022

3 Tantangan Penguatan BP Tapera

8 Oktober 2023

Diresmikan Jokowi, Bendungan Semantok Digarap Pakai Berbagai Teknologi

20 Desember 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile