bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Senin, Desember 8, 2025
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Jebakan Utang China Bikin Gaduh, Ini Penjelasan Stafsus Sri Mulyani

admin by admin
11 Desember 2021
in info Bank
0
Jebakan Utang China Bikin Gaduh, Ini Penjelasan Stafsus Sri Mulyani

Jakarta –

Jebakan utang dari China kembali menyita perhatian publik. Mulanya, hal itu ramai usai Uganda terancam kehilangan bandara internasionalnya karena tidak bisa bayar utang ke China.

Nah, di Indonesia soal utang China juga sempat menggemparkan masyarakat. Hal itu karena munculnya laporan AidData terkait ‘hidden debt’ atau utang tersembunyi dari China.

Kementerian Keuangan mengatakan, hidden debt versi AidData tidak dimaksudkan sebagai utang yang tidak dilaporkan atau disembunyikan, melainkan utang non pemerintah yang jika wanprestasi berisiko menyerempet pemerintah.

“Jadi di titik ini kita sepakat, ini bukan isu transparansi,” kata Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (6/12/2021).

Utang tersebut dihasilkan dari skema business to business (B to B) yang dilakukan dengan BUMN, bank milik negara, Special Purpose Vehicle (SPV), perusahaan patungan dan swasta. Sementara utang BUMN tidak tercatat sebagai utang pemerintah dan bukan bagian dari utang yang dikelola pemerintah.

Begitu juga dengan utang dengan perusahaan patungan dan swasta tidak masuk dalam wewenang pemerintah. Sehingga, jika pihak-pihak tersebut menerima pinjaman maka pinjaman ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka.

“Penarikan Utang Luar Negeri (ULN) yang dilakukan oleh pemerintah, BUMN, dan swasta tercatat dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI). SULNI disusun dan dipublikasikan secara bulanan oleh Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan. Clear dan transparan,” ujarnya.

Berdasarkan data SULNI per akhir Juli 2021, total ULN Indonesia dari China sebesar US$ 21,12 miliar, terdiri dari utang yang dikelola pemerintah sebesar US$ 1,66 miliar (0,8% dari total ULN pemerintah), serta utang BUMN dan swasta dengan total mencapai US$ 19,46 miliar.

“Dengan demikian, dalam konteks Indonesia, tidak tepat jika terdapat ULN (termasuk pinjaman China) yang dikategorikan sebagai ‘hidden debt‘. Semua ULN yang masuk ke Indonesia tercatat dalam SULNI dan informasinya dapat diakses oleh publik. Tak ada yang disembunyikan atau sembunyi-sembunyi,” kata Prastowo.

Terkait utang BUMN yang dijamin, lanjutnya, utang ini dianggap kewajiban kontinjensi pemerintah. Kewajiban kontinjensi tersebut tidak akan menjadi beban yang harus dibayarkan pemerintah sepanjang mitigasi risiko default dijalankan. Dia bilang, kondisi saat ini adalah zero default atas jaminan pemerintah.

“Kewajiban kontinjensi memiliki batasan maksimal penjaminan oleh pemerintah. Batas maksimal pemberian penjaminan baru terhadap proyek infrastruktur yang diusulkan memperoleh jaminan pada 2020 – 2024 sebesar 6% terhadap PDB 2024,” katanya.

“Dengan tata kelola seperti ini, mitigasi risiko dilakukan sedini mungkin dan tidak akan menjadi beban pemerintah, apalagi beban yang tak terbayarkan. Jadi sekali lagi, tak perlu khawatir sepanjang dikaitkan dengan pemerintah. Mari terus semangat dan berkolaborasi untuk negeri,” sambungnya

(eds/eds)

Tags: Berita Terkait
Previous Post

Perhatian Bos BUMN! Erick Thohir Minta Jangan Saling Cemburu

Next Post

BRI dan Universitas Hasanuddin Rilis Aplikasi UnhasPay, Apa Itu?

Next Post
BRI dan Universitas Hasanuddin Rilis Aplikasi UnhasPay, Apa Itu?

BRI dan Universitas Hasanuddin Rilis Aplikasi UnhasPay, Apa Itu?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top! Kopi UMKM Tasikmalaya Ini Sudah Pernah Mejeng di Rusia

16 Desember 2022
Daftar Puluhan Dapen BUMN, 4 Lagi Diinvestigasi Terendus Korupsi

Daftar Puluhan Dapen BUMN, 4 Lagi Diinvestigasi Terendus Korupsi

7 Juni 2023
Tiket Indonesia Vs Argentina Dijual Hari ini, Nasabah BRI Bisa War Duluan

Tiket Indonesia Vs Argentina Dijual Hari ini, Nasabah BRI Bisa War Duluan

5 Juni 2023
Erick Thohir Bicara Ekspansi Bisnis hingga Manajemen Dana Pensiun PLN

Erick Thohir Bicara Ekspansi Bisnis hingga Manajemen Dana Pensiun PLN

7 April 2022
Kronologi dan Ciri-ciri Pria di Bekasi yang Menghilang Usai Pamit ke ATM

Kronologi dan Ciri-ciri Pria di Bekasi yang Menghilang Usai Pamit ke ATM

27 Desember 2022
BRI Peduli-Yayasan Bening Saguling Ajak Warga Olah Sampah Sungai Citarum

BRI Peduli-Yayasan Bening Saguling Ajak Warga Olah Sampah Sungai Citarum

17 November 2023
Tanggapan Erick Thohir Soal Dukungan BUMN di Piala Dunia U-20

Tanggapan Erick Thohir Soal Dukungan BUMN di Piala Dunia U-20

1 Maret 2023

Hadir di Pameran FIN Expo 2023, Ini Layanan yang Disediakan BRI

3 November 2023

Daftar Puluhan Dapen BUMN, 4 Lagi Diinvestigasi Terendus Korupsi

7 Juni 2023

OJK Kantongi Iuran Rp 6,18 T dari Bank cs, 76,99% dari Target

20 November 2023

Pesta Rakyat Simpedes BRI Digelar di 379 Titik Se-RI

15 Juni 2022

Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana KUR Rp 793 Juta di Malang

17 Juli 2023

Amit-amit Saldo Hilang dari Rekening, Lakukan Tips Ini!

25 Maret 2022

Kejari Sibolga Geledah Bank BUMN Terkait Dugaan Korupsi Rp 2,9 M

9 Juli 2023

Berkah Pesta Rakyat Simpedes Pati, Makanan Berbahan Kelor Ludes Terjual

27 Agustus 2023

Kenaikan PPN 12% Dinilai Perburuk Kondisi Ekonomi Kelas Menengah Rentan

17 Desember 2024
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile