bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Jumat, Juli 17, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dijamin APBN, Jokowi Bilang Gini

admin by admin
2 Oktober 2023
in info Bank
0
Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dijamin APBN, Jokowi Bilang Gini

Jakarta –

Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal dijamin APBN. Hal ini bisa dilakukan setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani meneken Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 89 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun buka suara mengenai hal ini. Urusan penjaminan utang kereta cepat menurutnya akan diurus langsung oleh Sri Mulyani.

“Semua ditanyakan ke bu Menkeu,” kata Jokowi di Stasiun Kereta Cepat Padalarang, Senin (2/10/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Sri Mulyani sudah pernah membeberkan mengapa pemerintah menjamin utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Jaminan sendiri diberikan sebagai langkah penanganan terjadinya cost overrun atau bengkak biaya proyek kereta cepat.

Dia mengatakan di dalam Perpres 93 tahun 2021 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung juga dijelaskan penjaminan utang proyek kereta cepat diperbolehkan.

“Seperti kereta cepat itu kan sudah diatur Perpres 93 di situ disebutkan ada penjaminan satu, karena di situ terjadi cost overrun. Kan cost overrun juga sudah diaudit BPKP dan BPK. Di situ ada rekomendasi penanganan cost overrun,” ungkap Sri Mulyani ditemui di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2023) yang lalu.

Sri Mulyani juga mengatakan Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang terdiri dari dirinya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri BUMN Erick Thohir melihat sejauh ini KAI memiliki pemasukan lebih dari angkutan batu bara di Sumatera.

Pemasukan tersebut dinilai dapat membayar utang kereta cepat. Dengan begitu, pemerintah yakin penjaminan yang diberikan untuk penarikan utang kereta cepat tidak akan membebani APBN.

“Dari sisi risiko kita ada dalam komite (kereta cepat), terdiri dari pak Luhut, Menhub, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan, menetapkan PT KAI memiliki tambahan pendapatan berasal dari traffic batu bara yang ada di Sumatera, dengan PTBA. Dari situ akan dapat revenue atau pendapatan yg menjadi sumber PT KAI untuk memiliki kekuatan keuangan untuk membayar kembali,” beber Sri Mulyani.

Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga meminta Kementerian BUMN untuk membuat semacam skema pengawasan keuangan pada PT KAI. Hal ini juga dilakukan untuk memastikan perusahaan bisa membayar utang, sehingga penjaminan yang diberikan tak perlu dilakukan.

“Kedua kita juga minta ke Kementerian BUMN membuat semacam mekanisme monitoring mengenai kondisi keuangannya dari PT KAI, termasuk monitoring cost and revenue dan membuat sinking fund yang mampu menjaga agar penjaminan itu tidak ter-call, ter-realize,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengatakan PT PII sebagai instansi penjamin dari Kemenkeu akan diperkuat struktur modalnya untuk menjamin utang kereta cepat.

Pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung membengkak. Kereta Cepat Jakarta-Bandung awalnya diestimasi hanya memakan biaya US$ 5,5 miliar, kemudian membengkak jadi US$ 5,8 miliar dan meningkat lagi jadi US$ 6,07 miliar.

Terakhir, setelah negosiasi panjang, awal 2023 proyek ini ditetapkan membengkak biayanya US$ 1,2 miliar, artinya proyek Kereta Cepat saat ini memiliki total pembiayaan sebesar US$ 7,27 miliar. Pembengkakan itu dipenuhi salah satunya dengan menambah utang ke pihak China.

Pembiayaan bengkak biaya proyek kereta cepat akan ditutup dengan cara menyetor ekuitas tambahan dari konsorsium KCIC. Sisanya, biaya bengkak dipenuhi dari kredit yang didapat dari pihak China Development Bank (CDB), maka dari itu Indonesia harus menambah utang lagi ke China.

Menurut perhitungan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo kemungkinan tambahan utang yang dilakukan ke CDB jumlahnya mencapai US$ 550 juta atau Rp 8,5 triliun. Angka itu didapatkan dari porsi pinjaman sebesar 75% dari total biaya bengkak US$ 1,2 miliar.

Dari besaran 75% itu, dibagi lagi porsi Indonesia sebesar 60% sementara China 40%. Dari situ lah angka pinjaman sebesar US$ 550 juta yang diungkapkan Kartika didapatkan.

“Porsi loan itu sekitar US$ 550 juta. Peminjamannya sedang kita ajukan ke CDB,” ungkap pria yang akrab disapa Tiko itu di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2023) yang lalu.

Nah selain menambah utang. Pemenuhan biaya bengkak kereta cepat dilakukan dengan cara melakukan setoran ekuitas ke KCIC. Nominalnya 25% dari total biaya bengkak US$ 1,2 miliar.

Pemerintah sudah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) Rp 3,2 triliun ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk memenuhi porsi ekuitas konsorsium Indonesia di KCIC. KAI sendiri merupakan pemegang saham terbesar konsorsium Indonesia di KCIC, perusahaan kereta api itu bisa dibilang memimpin konsorsium Indonesia di KCIC.

(hal/das)

Previous Post

HUT Ke-25, Bank Mandiri Pertegas Komitmen Beri Layanan Prima ke Nasabah

Next Post

Banyak Prestasi, Ma’ruf Amin Apresiasi Masyarakat Ekonomi Syariah

Next Post
Banyak Prestasi, Ma’ruf Amin Apresiasi Masyarakat Ekonomi Syariah

Banyak Prestasi, Ma'ruf Amin Apresiasi Masyarakat Ekonomi Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Bos Tokopedia Masuk Daftar 75 Pemimpin Teknologi Terbaik di ASEAN

2 Bos Tokopedia Masuk Daftar 75 Pemimpin Teknologi Terbaik di ASEAN

2 Desember 2021
Hakim Tolak Praperadilan Pegawai Bank Jadi Tersangka Gegara Berkata ‘Iya’

Hakim Tolak Praperadilan Pegawai Bank Jadi Tersangka Gegara Berkata ‘Iya’

14 Februari 2022
Bank Mandiri Dukung Langkah PPATK Blokir Rekening Tidak Aktif Demi Perkuat Sistem Keuangan

Bank Mandiri Dukung Langkah PPATK Blokir Rekening Tidak Aktif Demi Perkuat Sistem Keuangan

29 Juli 2025
BUMN Karya Diminta Selesaikan Proyek IKN Tepat Waktu

BUMN Karya Diminta Selesaikan Proyek IKN Tepat Waktu

7 Agustus 2023
BRI soal Tragedi Kanjuruhan: Kami Berduka Cita Sedalam-dalamnya

BRI soal Tragedi Kanjuruhan: Kami Berduka Cita Sedalam-dalamnya

2 Oktober 2022
Bank BUMN Gelar RUPS Pekan Ini, Siapa Direksi-Komisaris yang Diganti?

Bank BUMN Gelar RUPS Pekan Ini, Siapa Direksi-Komisaris yang Diganti?

13 Maret 2023
Transaksi Bank BUMN dengan Pengepul Uang Baru Terjadi Sejak 2018

Transaksi Bank BUMN dengan Pengepul Uang Baru Terjadi Sejak 2018

26 April 2022

Cakep! Momen Sandiaga Pantun di Pembukaan BRILIANPRENEUR 2022

15 Desember 2022

BPJT Klaim Waktu Tempuh Kendaraan di Tol Dalam Kota Meningkat

10 Juni 2022

Punya Lapak Pinggir Jalan? Boleh Lho Ajukan Pembiayaan KUR BRI

1 Juli 2023

Jokowi Buka Rakernas ke-XVIII HIPMI di ICE BSD

31 Agustus 2023

Pegawai BNN Makin Mudah Cicil Rumah Hingga Pinjam Uang dari Bank BUMN

21 September 2022

Bank Mandiri Sebar Dividen Rp 24,7 T, Ini Rincian Pembagiannya

14 Maret 2023

Seru-seruan di PRS 2023 Purwokerto, Ada Pawai Budaya-Konser Musik

13 September 2023

Simak! Begini Cara Cek Tagihan PDAM Milikmu, Gak Bikin Repot Kok

6 April 2022

Rangkuman 3 Capres-Cawapres di Hari Pertama Kampanye

29 November 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile