bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Selasa, Mei 5, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

Christine Natalia by Christine Natalia
5 Mei 2026
in info Bank
0
Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

Bankterkini.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan sempat menyentuh kisaran Rp17.400 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan ini. Level tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan mata uang domestik tetap sesuai dengan fundamental ekonomi nasional.

Pergerakan rupiah yang melemah ini terjadi seiring dengan dinamika pasar global yang masih diliputi sentimen negatif. Tekanan eksternal, terutama akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan, menjadi faktor dominan yang memengaruhi arus modal dan pergerakan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar AS meningkat, sehingga berdampak pada pelemahan mata uang lain.

Bank Indonesia menegaskan bahwa pelemahan rupiah bukan fenomena yang berdiri sendiri. Sejumlah mata uang negara berkembang lainnya juga mengalami tekanan serupa dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi global memainkan peran besar dalam membentuk pergerakan pasar keuangan saat ini.

Dalam keterangannya, otoritas moneter menyatakan komitmennya untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar. Upaya ini dilakukan agar rupiah tetap bergerak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid. Stabilitas tersebut dianggap penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Bank Indonesia menjelaskan bahwa berbagai instrumen telah dioptimalkan untuk meredam volatilitas di pasar keuangan. Intervensi dilakukan secara berlapis, baik di pasar valuta asing maupun pasar obligasi. Strategi ini mencakup transaksi di pasar offshore melalui Non-Deliverable Forward (NDF), serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Selain itu, bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas dan stabilitas pasar keuangan. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara efisien dan tidak mengalami gangguan signifikan.

Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati berbagai indikator ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah ke depan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kebijakan moneter Amerika Serikat, yang berpotensi memperkuat dolar AS. Penguatan mata uang tersebut secara langsung memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Selain faktor kebijakan moneter, eskalasi konflik geopolitik juga menjadi variabel penting yang memengaruhi sentimen pasar. Ketidakpastian yang tinggi membuat investor cenderung mencari aset yang dianggap aman, seperti dolar AS, sehingga terjadi aliran dana keluar dari pasar negara berkembang.

Meski demikian, sejumlah analis menilai pelemahan rupiah masih berada dalam batas yang relatif terkendali. Hal ini didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai cukup kuat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terjaga, serta kinerja sektor eksternal yang relatif baik.

Para analis juga memperkirakan bahwa pergerakan rupiah ke depan akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi domestik, termasuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama tahun ini. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai prospek ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Bank Indonesia pun menegaskan bahwa langkah stabilisasi akan dilakukan secara konsisten dan terukur. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, diharapkan gejolak di pasar keuangan dapat diminimalkan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Di tengah situasi ini, pemerintah dan otoritas terkait juga terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci dalam menghadapi tekanan global yang masih berlangsung.

Ke depan, tantangan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan dinamika global yang belum sepenuhnya mereda. Namun, dengan langkah antisipatif dan respons kebijakan yang tepat, stabilitas diharapkan tetap terjaga.

Bank Indonesia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen untuk terus berada di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas rupiah. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor, sekaligus menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Tags: BI intervensiDolar ASEkonomi Globalnilai tukarRupiah Melemah
Previous Post

Edukasi Keselamatan Berkendara, Polantas Tegaskan Kunci Utama Cegah Kecelakaan Lalu Lintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Didukung BRI, Ini Program PSSI Kembangkan Sepak Bola Sejak Dini

Didukung BRI, Ini Program PSSI Kembangkan Sepak Bola Sejak Dini

13 November 2023
Kasus Suap Rp 3 M Jerat Sekretaris MA hingga Shelter 1.500 Kucing Dibakar OTK

Kasus Suap Rp 3 M Jerat Sekretaris MA hingga Shelter 1.500 Kucing Dibakar OTK

13 Juli 2023
Jadi Andalan Warga Likupang, Agen Bank Ini Catatkan Transaksi Rp 1 M/Bulan

Jadi Andalan Warga Likupang, Agen Bank Ini Catatkan Transaksi Rp 1 M/Bulan

30 November 2023
Kartu ATM BRI Tanpa Chip Nggak Bisa Dipakai, Begini Cara Gantinya

Kartu ATM BRI Tanpa Chip Nggak Bisa Dipakai, Begini Cara Gantinya

27 Oktober 2021
Pemburu Kerja Ini Jauh-jauh dari Medan Demi Ikut Rekrutmen CT Corp

Pemburu Kerja Ini Jauh-jauh dari Medan Demi Ikut Rekrutmen CT Corp

22 Mei 2022
Komitmen Lestarikan Budaya, BNI Dukung Penuh Pagelaran Istana Berbatik

Komitmen Lestarikan Budaya, BNI Dukung Penuh Pagelaran Istana Berbatik

3 Oktober 2023
Utang BUMN Karya ke Bank Himbara Tembus Rp 46 T, Ini Respons OJK

Utang BUMN Karya ke Bank Himbara Tembus Rp 46 T, Ini Respons OJK

5 Agustus 2023

Jaga Kinerja Berkelanjutan, BNI Dianugerahi Penghargaan dari The Finance

16 November 2023

Begini Penjurian 5 Desa Paling Inovatif Terpilih di ‘Desa BRILian’

13 Desember 2021

Fakta-fakta Pistol Dirut BUMN Harry Warganegara Meletus di Bandara Makassar

20 April 2023

Memperkuat Pengendalian Internal Pemerintah

25 Oktober 2022

Hari Terakhir! Penukaran Uang di Pasar Pramuka Ramai Diserbu Warga

28 April 2022

Begini Kondisi Suram PTPN Sebelum ‘Diutak-atik’ Erick Thohir

26 Oktober 2023

Komisi III DPR Apresiasi Strategi Polri dalam Atur Arus Mudik 2026

28 Maret 2026

PPATK Hentikan Sementara Transaksi di Rekening Dormant, Ini Penjelasannya

19 Mei 2025

Libur Nataru Dijamin ‘Banjir Duit’, 2 Bank BUMN Siapkan Uang Tunai Rp 37 T

19 Desember 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile