bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Selasa, Agustus 4, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

Christine Natalia by Christine Natalia
5 Mei 2026
in info Bank
0
Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, BI Tegaskan Stabilitas Nilai Tukar Dijaga

Bankterkini.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan sempat menyentuh kisaran Rp17.400 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan ini. Level tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan mata uang domestik tetap sesuai dengan fundamental ekonomi nasional.

Pergerakan rupiah yang melemah ini terjadi seiring dengan dinamika pasar global yang masih diliputi sentimen negatif. Tekanan eksternal, terutama akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan, menjadi faktor dominan yang memengaruhi arus modal dan pergerakan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar AS meningkat, sehingga berdampak pada pelemahan mata uang lain.

Bank Indonesia menegaskan bahwa pelemahan rupiah bukan fenomena yang berdiri sendiri. Sejumlah mata uang negara berkembang lainnya juga mengalami tekanan serupa dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi global memainkan peran besar dalam membentuk pergerakan pasar keuangan saat ini.

Dalam keterangannya, otoritas moneter menyatakan komitmennya untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar. Upaya ini dilakukan agar rupiah tetap bergerak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid. Stabilitas tersebut dianggap penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Bank Indonesia menjelaskan bahwa berbagai instrumen telah dioptimalkan untuk meredam volatilitas di pasar keuangan. Intervensi dilakukan secara berlapis, baik di pasar valuta asing maupun pasar obligasi. Strategi ini mencakup transaksi di pasar offshore melalui Non-Deliverable Forward (NDF), serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Selain itu, bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas dan stabilitas pasar keuangan. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara efisien dan tidak mengalami gangguan signifikan.

Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati berbagai indikator ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah ke depan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kebijakan moneter Amerika Serikat, yang berpotensi memperkuat dolar AS. Penguatan mata uang tersebut secara langsung memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Selain faktor kebijakan moneter, eskalasi konflik geopolitik juga menjadi variabel penting yang memengaruhi sentimen pasar. Ketidakpastian yang tinggi membuat investor cenderung mencari aset yang dianggap aman, seperti dolar AS, sehingga terjadi aliran dana keluar dari pasar negara berkembang.

Meski demikian, sejumlah analis menilai pelemahan rupiah masih berada dalam batas yang relatif terkendali. Hal ini didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai cukup kuat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terjaga, serta kinerja sektor eksternal yang relatif baik.

Para analis juga memperkirakan bahwa pergerakan rupiah ke depan akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi domestik, termasuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama tahun ini. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai prospek ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Bank Indonesia pun menegaskan bahwa langkah stabilisasi akan dilakukan secara konsisten dan terukur. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, diharapkan gejolak di pasar keuangan dapat diminimalkan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Di tengah situasi ini, pemerintah dan otoritas terkait juga terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci dalam menghadapi tekanan global yang masih berlangsung.

Ke depan, tantangan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan dinamika global yang belum sepenuhnya mereda. Namun, dengan langkah antisipatif dan respons kebijakan yang tepat, stabilitas diharapkan tetap terjaga.

Bank Indonesia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen untuk terus berada di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas rupiah. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor, sekaligus menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Tags: BI intervensiDolar ASEkonomi Globalnilai tukarRupiah Melemah
Previous Post

Edukasi Keselamatan Berkendara, Polantas Tegaskan Kunci Utama Cegah Kecelakaan Lalu Lintas

Next Post

Polantas Dorong Keselamatan Lalu Lintas Jadi Gerakan Bersama Masyarakat

Next Post
Ketika Keselamatan Jadi Gerakan, Polantas Ajak Masyarakat Berperan Aktif

Polantas Dorong Keselamatan Lalu Lintas Jadi Gerakan Bersama Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alihkan Dana Rp 30 Miliar, Wanita Ini Terancam Pasal Pencucian Uang

Alihkan Dana Rp 30 Miliar, Wanita Ini Terancam Pasal Pencucian Uang

2 Januari 2022
Dana Bansos Rp 2,7 T Dikabarkan Tertahan di Bank BUMN, Ini Kata BRI

Dana Bansos Rp 2,7 T Dikabarkan Tertahan di Bank BUMN, Ini Kata BRI

21 Januari 2022
BPK Bongkar Pemborosan Keuangan Negara hingga Bengkak Kereta Cepat

BPK Bongkar Pemborosan Keuangan Negara hingga Bengkak Kereta Cepat

21 Juni 2023
Sudrajad Dimyati Minta Negara Buka Blokir 2 Rekening Pribadinya

Sudrajad Dimyati Minta Negara Buka Blokir 2 Rekening Pribadinya

1 Maret 2023
Waspada Penipuan Belanja Online Bawa-bawa Bea Cukai!

Waspada Penipuan Belanja Online Bawa-bawa Bea Cukai!

24 Juni 2022
39 Pejabat Kemenkeu Rangkap Jabatan Jadi Komisaris, Ini Daftarnya

39 Pejabat Kemenkeu Rangkap Jabatan Jadi Komisaris, Ini Daftarnya

6 Maret 2023
Jokowi Resmi Suntik BTN Rp 2,48 Triliun

Jokowi Resmi Suntik BTN Rp 2,48 Triliun

9 Desember 2022

Transparansi Jadi Kunci BRI Raih Penghargaan Strategi Komunikasi Terbaik

4 Oktober 2023

Serbu! Ini Daftar BUMN yang Buka Lowongan dan Posisinya

12 April 2022

BUMN Punya Jurus Khusus Bikin UMKM Tembus Global, Ini Caranya

17 Juli 2023

MA Sunat Vonis Pembobol Bank Rp 58 Miliar, Alphard-Rumah Dirampas Negara

19 Januari 2022

Komisaris William Tanuwijaya Jual 0,03% Sahamnya di GOTO, Ini Alasannya

13 Oktober 2023

BPS Peringatkan Krisis Harga Beras, Kenaikan Terbesar dalam Setahun Terakhir

1 Maret 2024

Peringati Harpernas, BUMN Tebar Promo Beli Apartemen Rp 750 Ribu Bisa Akad

26 Agustus 2023

Inovasi BUMDes Desa BRILian Mijen Sediakan Internet Murah buat Warga

7 Juli 2023

Strategi Eksistensi BRI Demi Hidup Ribuan Tahun Lagi

4 Desember 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile