bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Minggu, Mei 3, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Proyek Kereta Cepat yang Nggak Cepat, Sudah 6 Tahun Belum Kelar!

admin by admin
1 Agustus 2022
in info Bank
0
Proyek Kereta Cepat yang Nggak Cepat, Sudah 6 Tahun Belum Kelar!
Jakarta –

Tak terasa sudah 6 tahun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berjalan. Presiden Joko Widodo awal 2016 lalu meresmikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Perkebunan Mandalawangi Maswati, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat.

Proyek ini digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan China Railways dengan skema business to business.

Memang, pembangunan ini juga tidak berjalan mulus awal groundbreaking, proyek terkendala pembebasan lahan yang tak selesai. Hal ini membuat pendanaan dari China tak bisa terealisasi. Itu adalah masalah yang membuat biaya bengkak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya pembangunan ditargetkan bisa selesai pada 2019. Namun karena berbagai masalah dan kendala pembangunan masih terus dilakukan hingga hari ini.

Awal pembangunan biaya diestimasi US$ 5,5 miliar. Lalu membengkak jadi US$ 5,8 miliar dan naik lagi menjadi US$ 6,07 miliar. Kemudian proyek ini diperkirakan ada pembengkakan biaya lagi mencapai US$ 1,176-1,9 miliar, menjadi maksimal US$ 7,97 miliar.

Jepang Ditikung China

Sebenarnya saat itu China bukanlah satu-satunya negara yang minat dengan pembangunan proyek ini. Memang proyek ini digagas pada masa Presiden SBY hingga beralih ke Presiden Jokowi.

Pemerintah waktu itu melakukan studi kelayakan dengan proyek Kereta Cepat dengan Japan Internasional Corporation Agency (JICA). Dalam studi itu, mereka membahas terkait kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dengan jarak 748 km. Kereta itu diproyeksi bisa menempuh waktu 5,5 jam.

Setelah uji kelayakan pemerintah membuka lelang untuk negara yang tertarik. Nah masuklah China yang akan menandingi Jepang. Utusan Jepang Izumi Hiroto membawa proposal revisi kedua ke Jakarta pada 26 Agustus 2015. Tidak lama setelahnya, China mengirimkan proposalnya pada 11 Agustus 2015 lalu.

Jepang menawarkan pinjaman proyek dengan masa waktu 40 tahun berbunga hanya 0,1% per tahun dengan masa tenggang 10 tahun, padahal sebelumnya bunga yang ditawarkan Jepang sampai 0,5% per tahun.

Sementara itu, proposal penawaran China menawarkan pinjaman dengan bunga lebih tinggi namun jangka waktu lebih panjang. China menawarkan proposal terbaiknya dan menawarkan pinjaman sebesar US$ 5,5 miliar dengan jangka waktu 50 tahun dan tingkat bunga 2% per tahun.

Indonesia kemudian menunjuk Boston Consulting Group untuk mengevaluasi penawaran dari kedua negara tersebut dan segera mengumumkan pemenangnya usai deadline besok.

Akhirnya pemerintah memilih China untuk menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Salah satu alasannya lantaran pihak Jepang tidak mau jika tidak ada jaminan dari pemerintah, sementara China siap menggarap dengan skema business to business tanpa ada jaminan dari pemerintah.

Pemerintah RI pun diminta untuk ikut menalangi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Baca di halaman berikutnya.

Tags: Berita Terkait
Previous Post

Kerugian Kasus Korupsi Duta Palma Rp 78 T, Tertinggi Sepanjang Sejarah!

Next Post

Tokopedia Sabet 3 Penghargaan di HR Excellence Award 2022

Next Post
Tokopedia Sabet 3 Penghargaan di HR Excellence Award 2022

Tokopedia Sabet 3 Penghargaan di HR Excellence Award 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Tips Belanja Lebaran Tanpa Takut Isi Kantong Jebol

4 Tips Belanja Lebaran Tanpa Takut Isi Kantong Jebol

19 April 2023
TalokGo, Aplikasi Karya BUMDes di Malang Ini Bantu Promosi Wisata-UMKM 

TalokGo, Aplikasi Karya BUMDes di Malang Ini Bantu Promosi Wisata-UMKM 

15 Desember 2021
Tambah Lagi, BRI Kuasai 65% Saham Danareksa Investment Management

Tambah Lagi, BRI Kuasai 65% Saham Danareksa Investment Management

5 Desember 2022
Erick Thohir Dorong BNI Jadi Bagian Sistem Data-Beri Solusi Perbankan PMI

Erick Thohir Dorong BNI Jadi Bagian Sistem Data-Beri Solusi Perbankan PMI

27 Juni 2023
Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Hingga Pertamax Turbo Per 14 September 2022

Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Hingga Pertamax Turbo Per 14 September 2022

14 September 2022
Bos BRI Blak-blakan soal Rencana Hengkang dari BSI

Bos BRI Blak-blakan soal Rencana Hengkang dari BSI

26 Oktober 2023
Direktur Keuangan Pupuk Indonesia Mengundurkan Diri, Jabatannya Kosong?

Direktur Keuangan Pupuk Indonesia Mengundurkan Diri, Jabatannya Kosong?

25 November 2021

Bantuan Subsidi Upah Bisa Dicairkan di Kantor Pos, Ini Syaratnya

9 September 2022

Tata Cara Daftar Prodi Kedokteran Unnes: Jadwal, Syarat, dan Link

2 Agustus 2023

Jalankan Misi Jadi Bank Global, BNI Layani Diaspora di 26 Negara

14 Juli 2023

5 Kelebihan Ikut Beasiswa Kampus BUMN 2023, Peluang Kerja Plus Sertifikasi

17 Juni 2023

Pembangunan Infrastruktur Lanjut 2023: Kereta sampai Pelabuhan

7 Juni 2022

BNI Tertarik Biayai Infrastruktur-Fasilitas Umum di IKN

6 Juni 2023

BUMN Mau Dapat Suntikan Modal Wajib Penuhi Syarat Ini Dulu

14 Januari 2022

Warga di Jayapura Penuhi Kebutuhan Pangan dengan Bertani Hidroponik

1 November 2023

KemenPAN-RB Gaet Bank BUMN Akselerasi Layanan Digital dengan Super App

5 Januari 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile