bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Jumat, Juni 26, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Janji Pertumbuhan 7%, Evaluasi Pertumbuhan Ekonomi Selama Kepemimpinan Jokowi

Christine Natalia by Christine Natalia
5 Agustus 2024
in News
0
Ekonomi di Era Jokowi

Ekonomi di Era Jokowi

BankTerkini.com – Ekonomi Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan rata-rata sekitar 5% sejak badai pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020 di era kepemimpinan Jokowi. Data historis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di atas angka 5% telah tercatat sejak 2019, meskipun terjadi penurunan tajam pada tahun 2020 akibat dampak pandemi.

Memasuki kuartal pertama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan angka 7,07% (year-on-year/YoY). Namun, capaian tersebut dipengaruhi oleh efek basis nilai rendah dari tahun sebelumnya. Setelahnya, ekonomi stabil di kisaran 5%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal pertama 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03%, dan mengalami kenaikan menjadi 5,17% pada kuartal kedua. Namun, pada kuartal ketiga 2023, ekonomi mengalami penurunan menjadi 4,94%, mengakhiri delapan kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan di atas 5%.

Amalia A. Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS, menjelaskan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga sejalan dengan pola yang telah terjadi sebelumnya, di mana pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut biasanya lebih rendah dibandingkan kuartal kedua, kecuali pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19.

“Penurunan ini terjadi di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global, perubahan iklim, serta penurunan ekspor komoditas unggulan,” ujar Amalia.

Namun, ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan pada kuartal IV/2023 dengan pertumbuhan mencapai 5,04%. Pada kuartal pertama 2024, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,11%. Dari sisi produksi, sektor Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,88%. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 24,29%, berkat adanya pesta demokrasi pada Februari 2024.

Baca juga: Pasar Surat Utang Negara Tertekan, Rupiah Melemah Terdalam di Asia

Namun, pada kuartal kedua 2024 akhir masa kepemimpinan Jokowi, para ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat seiring dengan berakhirnya Pemilu, Ramadan, dan Lebaran. Konsensus ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2024 berada di angka 5% (YoY), dengan nilai tengah atau median dari 28 ekonom tercatat pada angka tersebut. Sementara, angka rata-rata dari prediksi ekonom berada sedikit lebih rendah, yakni sebesar 4,99%. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede memperkirakan ekonomi akan tumbuh pada angka 5,02%.

Meskipun ada pelambatan, pertumbuhan yang masih berada di kisaran 5% terutama didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat, meskipun terjadi penurunan permintaan eksternal. Melemahnya permintaan eksternal sebagian besar disebabkan oleh perlambatan ekonomi global, terutama dari China, yang merupakan mitra dagang utama Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi domestik masih didorong oleh permintaan internal yang relatif stabil,” jelas Josua Pardede.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di kisaran 5% dalam beberapa kuartal terakhir di era kepemimpinan Joko Widodo, angka tersebut belum mencapai target 7% yang dijanjikan Presiden Joko Widodo pada awal masa jabatannya. Realisasi pertumbuhan ekonomi penuh tahun belum mampu memenuhi janji kampanye tersebut, menandakan tantangan yang masih dihadapi dalam mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi di masa depan.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi ekonomi di era Jokowi, baik dari sisi domestik maupun global, Indonesia akan terus menghadapi tantangan dalam menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depannya. Apakah kebijakan yang diambil akan mampu mengatasi berbagai hambatan dan memacu pertumbuhan ekonomi menuju angka yang lebih tinggi, masih menjadi hal yang dinantikan oleh banyak pihak.

Sumber: Bisnis.

Tags: ekonomiEkonomi Era JokowiEra JokowiJoko WidodoJokowiPertumbuhan EkonomiStabilitas Ekonomi
Previous Post

OJK Ungkap Sektor Keuangan Indonesia Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

Next Post

Jumlah Nasabah Pinjol Indonesia Tembus 129 Juta, OJK Tegur 28 Perusahaan Tak Penuhi Aturan Modal

Next Post
Jumlah Nasabah Pinjol Mencapai 129 Juta. Sumber JawaPos

Jumlah Nasabah Pinjol Indonesia Tembus 129 Juta, OJK Tegur 28 Perusahaan Tak Penuhi Aturan Modal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Dasawarsa OJK, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga dan Tumbuh

1 Dasawarsa OJK, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga dan Tumbuh

2 Desember 2021
Simak! Tabungan Saldo Rp 0 dan ‘Mati Suri’ Siap-siap Ditutup

Simak! Tabungan Saldo Rp 0 dan ‘Mati Suri’ Siap-siap Ditutup

2 November 2022
Sosok di Balik Texmaco yang Ngemplang BLBI: Sempat Jadi Buronan

Sosok di Balik Texmaco yang Ngemplang BLBI: Sempat Jadi Buronan

24 Desember 2021
BI dan Kemenkeu Sepakat Bagi Beban Bunga SBN untuk Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

BI dan Kemenkeu Sepakat Bagi Beban Bunga SBN untuk Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

4 September 2025
DPR Apresiasi Pengelolaan Investasi Taspen yang Terapkan GCG

DPR Apresiasi Pengelolaan Investasi Taspen yang Terapkan GCG

15 September 2022
Curhat Bos Holding BUMN Pangan, Bayar Bunga Bank Rp 600 Miliar/Tahun

Curhat Bos Holding BUMN Pangan, Bayar Bunga Bank Rp 600 Miliar/Tahun

19 September 2023
Wamen BUMN Buka-bukaan Rencana BTN Caplok Bank Syariah

Wamen BUMN Buka-bukaan Rencana BTN Caplok Bank Syariah

23 Agustus 2023

Kupas Tuntas Strategi Dorong Ketangguhan Desa di Talkshow Ini!

13 Desember 2021

Migrasi ke Digital, Layanan Transaksi BRI Hanya 1% Dilakukan Konvensional

21 November 2023

Ramai-ramai Netizen Jual Voucher Garuda di Medsos, Ada Apa Nih?

4 November 2021

15 Jurusan SMK dengan Lulusan Bergaji Tinggi, Ada Perbankan Juga Lho!

24 Juli 2023

Efek Kombinasi Kebijakan Moneter dan Fiskal Mulai Terlihat di Perekonomian RI

19 September 2025

Kejar Target TKDN Hulu Migas, SKK Migas Akan Gelar Puncak Forum Kapnas

15 November 2023

Kredit Macet, Moral Hazard, dan Rahasia Dibalik Suntikan Dana Rp200 Triliun

15 September 2025

Dorong Branding Bank Global, BNI Lounge Hadir di WSBK Mandalika

13 November 2022

BRI Cetak Laba Jumbo Rp 51,4 T Bukan dari Bunga Tinggi, Ini Rahasianya

8 Februari 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile