bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Rabu, Juni 17, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

Pasar Surat Utang Negara Tertekan, Rupiah Melemah Terdalam di Asia

Christine Natalia by Christine Natalia
26 Juli 2024
in News
0
Pasar Surat Utang Negara Tertekan, Rupiah Melemah Terdalam di Asia

Pasar Surat Utang Negara Tertekan, Rupiah Melemah Terdalam di Asia

BankTerkini.com – Pasar surat utang negara mengalami tekanan signifikan pada pembukaan pasar pagi ini, yang berdampak pada pelemahan nilai rupiah menjadi yang terdalam di Asia. Hampir semua tenor Surat Berharga Negara (SBN) mencatat kenaikan imbal hasil, terutama tenor 2 tahun (2Y), 5 tahun (5Y), dan 10 tahun (10Y). Menurut data realtime Bloomberg, imbal hasil SBN-2Y naik menjadi 6,8%, SBN-5Y meningkat menjadi 6,821%, dan SBN-10Y mencapai 6,99%, naik sebesar 1 basis poin (bps).

Tekanan pada pasar surat utang negara turut menyeret nilai tukar rupiah. Rupiah melemah 0,26% menjadi Rp16.293 per dolar AS, menjadikannya mata uang dengan penurunan terdalam di Asia pagi ini, bersaing dengan won Korea.

Di sisi lain, investor di pasar saham terlihat tidak terpengaruh oleh sentimen global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat 0,60% menjadi 7.281, meskipun pergerakan bursa saham di Asia cenderung bervariasi. IHSG menguat seiring dengan bursa saham Jepang, Shenzen China, dan Kospi Korea. Bursa saham Vietnam dan indeks PSEi Filipina juga mengalami penguatan. Sebaliknya, bursa saham Malaysia dan Thailand mengalami tekanan.

Tekanan yang dialami pasar surat utang Indonesia kemungkinan dipicu oleh mengempisnya optimisme pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve. Pertumbuhan ekonomi AS yang masih kuat pada kuartal II-2024 memicu kekhawatiran bahwa inflasi di AS masih sulit ditekan, membatasi ruang bagi The Fed untuk memulai pelonggaran moneter.

Kondisi ini juga mengurangi peluang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan, yang sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed. Akibatnya, surat utang Indonesia semakin tertekan.

Premi risiko investasi Indonesia naik dua hari berturut-turut dan pagi ini bertahan di kisaran 76,1, sedikit turun dari sebelumnya 77. Pada 23 Juli lalu, investor asing menjual surat utang Indonesia senilai US$172,4 juta atau sekitar Rp2,81 triliun, menjadi penjualan terbesar dalam sehari sejak 20 Juni.

Baca juga: Bagikan Sertifikat Tanah, Jokowi: Bisa ‘Disekolahkan’, Tapi Hati-hati

Optimisme terkait prospek penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh langkah The Fed, ternyata hanya berdampak terbatas pada harga obligasi negara jangka pendek. Peningkatan pasokan SRBI juga melemahkan dampak penurunan suku bunga acuan terhadap yield SBN tenor pendek.

Sejauh ini, Bank Indonesia telah menjual SRBI senilai Rp800 triliun atau sekitar US$49 miliar yang menawarkan imbal hasil jauh lebih tinggi dibanding SBN dengan tenor setara. Investor asing menguasai sekitar Rp130 triliun SRBI per akhir Juni.

Pada lelang terakhir, bunga SRBI tenor 12 bulan ditetapkan di level 7,23%, meski menurun dari 7,53% pada awal Juli. Namun, tingkat bunga SRBI ini masih jauh melampaui imbal hasil SBN tenor pendek. Pagi ini, SBN-1Y berada di level 6,64%, sementara seri SPN dengan tenor 3 bulan dan 6 bulan masing-masing ditetapkan di level 6,45% dan 6,72%.

Menurut Francis Cheung, Head of Forex Strategist and Rate di OCBC Singapura, arus masuk modal ke SRBI telah membatasi ruang penurunan yield obligasi negara. Meski ada peluang Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan sebesar 50 bps tahun ini, investor tetap enggan masuk ke obligasi negara jangka pendek.

Obligasi jangka pendek biasanya lebih sensitif terhadap ekspektasi suku bunga acuan. Namun, dengan imbal hasil SRBI yang masih lebih tinggi, investor terlihat lebih tertarik pada instrumen moneter tersebut. Bank Indonesia dalam pernyataan terakhir menyatakan bahwa ruang penurunan suku bunga acuan kemungkinan terbuka pada kuartal IV-2024, yang bisa mendorong harga surat utang. Namun, dengan SRBI yang masih menarik bagi investor, obligasi negara jangka pendek belum mampu menarik minat yang signifikan.

Tekanan pada pasar surat utang negara dan pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan dinamika ekonomi global yang mempengaruhi pasar domestik. Kebijakan moneter dari bank sentral besar seperti Federal Reserve terus menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar. Di tengah ketidakpastian ini, investor perlu mencermati perkembangan lebih lanjut untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Sumber: Bloomberg Technoz.

Tags: Kinerja RupiahPaasar KeuanganPasar ModalPasar Surat UtangRupiahRupiah Melemah
Previous Post

IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Next Post

OJK Ungkap Sektor Keuangan Indonesia Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

Next Post
Indonesia Menghadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan

OJK Ungkap Sektor Keuangan Indonesia Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 Brand Paling Bernilai di Indonesia, Apa Saja?

10 Brand Paling Bernilai di Indonesia, Apa Saja?

12 Juni 2023
Mantap! BRI Sebar Dividen Jumbo Rp 43,5 T

Mantap! BRI Sebar Dividen Jumbo Rp 43,5 T

13 Maret 2023
Pimpinan MPR Desak Sri Mulyani Dicopot, PD Anggap Klise

Pimpinan MPR Desak Sri Mulyani Dicopot, PD Anggap Klise

2 Desember 2021

Lestarikan Mangrove, Upaya Desa Palaes Jaga Warisan Leluhur

24 November 2023
Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Korlantas Polri Siapkan Strategi Amankan Arus Mudik Lebaran

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Korlantas Polri Siapkan Strategi Amankan Arus Mudik Lebaran

13 Maret 2026
BRI Manajemen Investasi Incar Dana Kelolaan hingga Rp 100 T dalam 3 Tahun

BRI Manajemen Investasi Incar Dana Kelolaan hingga Rp 100 T dalam 3 Tahun

11 Juli 2023
Erick Thohir Ungkap Calon Sekretaris Kementerian BUMN, Ini Orangnya

Erick Thohir Ungkap Calon Sekretaris Kementerian BUMN, Ini Orangnya

24 Mei 2023

Ada Saldo Mengendap di Bank, Duitnya untuk Apa?

23 Mei 2022

BTN Mau Caplok Satu Bank Tahun Ini

8 Agustus 2023

Perjuangan Mantri BRI Beri Akses Perbankan Masyarakat di Pulau Selaru

10 Oktober 2022

Dipangkas! Jumlah BUMN RI Kian Menciut

22 Maret 2022

Google Bisa Diminta Hapus Nomor Telepon di Hasil Pencarian

1 Mei 2022

Kejari Mojokerto Kembalikan SPDP Kasus Uang Baru Rp 3,7 M ke Polisi

24 Juni 2022

Cicilan Motor Listrik Subsidi: per Bulan Rp 250 Ribuan!

11 November 2023

Mal Pelayanan Publik Wonogiri Senilai Rp 14 M Diresmikan, Ini Fasilitasnya

27 Desember 2022

Transaksi Bank BUMN dengan Pengepul Uang Baru Terjadi Sejak 2018

26 April 2022
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile