bankterkini.com
  • Berita Terkini
  • Cari
Minggu, Mei 3, 2026
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Cari
No Result
View All Result
bankterkini.com
No Result
View All Result

IMI-Hyundai Kefico Teken MoU Pengembangan Ekosistem Motor Listrik

admin by admin
27 Oktober 2021
in info Bank
0
IMI-Hyundai Kefico Teken MoU Pengembangan Ekosistem Motor Listrik
Jakarta –

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Vice President Hyundai Kefico Corporation Mr Youn Sun Hong menandatangani MoU kerja sama IMI dengan Hyundai Kefico. Kerja sama ini mencakup pengembangan ekosistem kendaraan listrik, khususnya sepeda motor di Indonesia.

Kerja sama IMI bersama Hyundai Kefico meliputi pengembangan battery swapping system (BSS), konversi kendaraan roda dua dari berbahan bakar minyak ke bermotor listrik, hingga suplai sistem powertrain untuk kendaraan listrik.

“Hyundai merupakan perusahaan otomotif pertama yang menyatakan keseriusan memproduksi mobil listrik di Indonesia. Pembangunan pabrik di kawasan Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan bisa selesai pada pertengahan tahun 2022,” jelas Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

“Mereka bahkan melakukan relokasi kantor pusat regional Hyundai Asia Pasifik dari semula di Malaysia menjadi ke Indonesia, dengan membawa investasi mencapai US% 1,5 miliar dan US% 500 juta untuk pembangunan jaringan dealer dan lainnya. Selain memproduksi dan mengembangkan mobil listrik, IMI bersama Hyundai juga berkomitmen mendorong percepatan migrasi kendaraan sepeda motor dari berbahan bakar minyak ke bermotor listrik,” imbuhnya.

Bamsoet mengulas Bank Dunia memperkirakan sebanyak 115 juta penduduk Indonesia berpotensi naik status menjadi kelas menengah. Besarnya jumlah kelas menengah sebagai motor penggerak perekonomian sekaligus menjadikan peluang bagi peningkatan penjualan kendaraan listrik.

“Dalam road map pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang disusun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi sepeda motor listrik pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai 13 juta unit, sedangkan mobil listrik mencapai 2,2 juta unit,” jelasnya.

“Target tersebut sangat realistis, karena saat ini saja, berdasarkan data BPS dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), per Januari 2021 jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia mencapai 147,75 juta unit. Sementara jumlah kendaraan roda empat mencapai 24,6 juta unit,” papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kendaraan listrik, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Indonesia juga sudah mendirikan Indonesia Battery Corporation (IBC), sebuah holding yang dibentuk oleh empat BUMN, yaitu PT. Indonesia Asahan Aluminium, PT. Aneka Tambang Tbk, PT. Pertamina, dan PT. PLN, untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air.

“Pengembagan industri baterai untuk kendaraan listrik sangat menjanjikan. Mengingat Indonesia mempunyai sumber daya nikel dan kobalt yang besar. Bahkan sejak tahun 2018, Indonesia telah diakui sebagai raja nikel dunia karena menguasai 21 miliar ton atau sekitar 30 persen cadangan dan sumber daya nikel dunia. Indonesia juga memiliki kekayaan material komponen penting untuk industri baterai selain nikel, antara lain 1,2 miliar ton aluminium, 51 miliar ton tembaga, dan 43 miliar ton mangan,” urai Bamsoet.

Ia menambahkan dengan mendorong percepatan migrasi ke kendaraan listrik, Indonesia bisa mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus mengurangi beban subsidi BBM yang harus ditanggung negara. Hal itu diyakini Bamsoet bakal meningkatkan ketahanan energi nasional. Ia menyinggung, dalam rentang waktu 2014-2019, jumlah subsidi BBM mencapai Rp 700 triliun. Di APBN 2021, subsidi untuk BBM jenis tertentu mencapai Rp 16,6 triliun.

“Penggunaan energi listrik yang ramah lingkungan juga bisa menjaga kondisi bumi tetap terjaga dengan baik. Mengingat sekitar 60 persen kontributor polusi udara di Indonesia disebabkan kendaraan bermotor. Asap kendaraan BBM mengandung gas beracun karbon monoksida, timbal, nitrogen dioksida, dan karbon dioksida. Tingkat kematian akibat polusi udara di Indonesia juga cukup tinggi. Menurut Greenpeace, angka kematian dini akibat polusi udara di Indonesia sejak 1 Januari 2020 diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 jiwa,” tandas Bamsoet.

(akd/din)

Tags: Berita Terkait
Previous Post

Kasus Raibnya Saldo Rp 5,8 M di Bank BUMN Mulai Disidangkan PN Kudus

Next Post

Bank Jateng Kucurkan Kredit Modal Kerja Rp 700 M ke Angkasa Pura II

Next Post
Bank Jateng Kucurkan Kredit Modal Kerja Rp 700 M ke Angkasa Pura II

Bank Jateng Kucurkan Kredit Modal Kerja Rp 700 M ke Angkasa Pura II

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Efek Kombinasi Kebijakan Moneter dan Fiskal Mulai Terlihat di Perekonomian RI

Efek Kombinasi Kebijakan Moneter dan Fiskal Mulai Terlihat di Perekonomian RI

19 September 2025

Kebahagiaan Anak-anak Pulau Terluar Tanpa Gadget

12 Oktober 2022
Transformasi Digital Bank Syariah Indonesia Mendukung Inklusi Keuangan

Transformasi Digital Bank Syariah Indonesia Mendukung Inklusi Keuangan

20 Desember 2022
ASDP Targetkan Proyek Krakatau Park BHC Siap Launching Lebaran 2023

ASDP Targetkan Proyek Krakatau Park BHC Siap Launching Lebaran 2023

16 Februari 2023
UMKM Agen BRILink Efektif Menjadi Mini ATM BRI

UMKM Agen BRILink Efektif Menjadi Mini ATM BRI

20 Mei 2023
Butuh Panduan Khusus Permudah Investor Nilai Saham Perusahaan Digital

Butuh Panduan Khusus Permudah Investor Nilai Saham Perusahaan Digital

15 Juni 2022
Permodalan Kuat, BRI Bagi Dividen Optimal dalam Empat Tahun ke Depan

Permodalan Kuat, BRI Bagi Dividen Optimal dalam Empat Tahun ke Depan

24 Mei 2023

Terkuak! Total Utang BUMN Karya ke Bank Tembus Rp 46,21 T

1 Agustus 2023

Pemerintah Tarik Dana Rp 200 Triliun dari BI, Perkuat Likuiditas Perbankan

18 September 2025

Penataan Monas Dimulai Tahun ini, Heru Budi: Konsepnya Tambah Hijau Jadi 64%

11 April 2023

Aneka Pertanyaan soal Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar 2022

1 Juli 2022

Bank Daerah Genjot Inovasi di Transaksi Pembayaran Digital

3 Agustus 2023

Luhut Bantah Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Jebakan Utang China

28 Mei 2022

Bagikan Sertifikat Tanah, Jokowi: Bisa ‘Disekolahkan’, Tapi Hati-hati

4 Desember 2023

Hari Ini Harga Emas Antam Menguat di Tengah Turunnya Harga Emas Dunia!

25 Juni 2024

Duit Nasabah Hilang Rp 5,8 M, PN Kudus Perintahkan Bank Segera Bayar Kerugian

13 September 2023
© Copyright Bankterkini Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Food
    • Travel
    • Health
  • News
    • Bussiness
    • Politics
    • Science
    • World
  • Tech
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile